
Saya bertemu dan berkenalan dengan nya, pagi hari di rumah,
dan ternyata,dia pernah melihat saya di madrasah.
Saya sendiri tidak tau soal itu,
ini pertemuan pertama kalinya bagi saya.
Baru beberapa menit,dia bilang
dia sudah merasa cocok dengan saya,
dan ingin langsung melamar saya.
Sedangkan bagi saya tidak..
Saya sedikitpun sama sekali tidak tertarik dengannya.
Waktu adzan dzuhur berkumandang, dia pun pamit,kembali kerumah kakak saya,
ya! dia dan adiknya memang menginap di rumah kakak saya saat itu,
Tapi adiknya tidak ikut datang ke rumah.
Setelah dia pergi, umi ga berhenti ngomong
beliau terus menerus membujuk saya,agar mau menerima lamaran nya.
Saat itu saya benar benar kesal,Sama orang tua dan kakak perempuan saya.
Sebenarnya, saya tidak masalah
lewat jalan mana (siapa pun yang jadi perantara) saya dan suami.
Asalkan saya cocok, saya tidak masalah.
Itu hanya proses bukan?
Tapi mereka bikin saya kesel bukan main.
__ADS_1
Saya yang sudah menjawab tidak,
terus menerus mereka "paksakan"
Abah gak banyak bicara,
tapi juga tidak melarang umi
yang saat itu, ingin saya menerima lamaran pria itu.
Saya yang kesel dan bosan mendengar omongan umi,yang seharian penuh, dari pagi sampe malem,gak berhenti ngomong
terus menerus membujuk saya,
Karena lelah, akhirnya saya menjawab "terserah" umi aja.
Pria itu datang lagi kerumah saya ba'da isya,
ditemani kakak ipar saya dan adiknya.
Setelah mengobrol dengan orang tua saya,
dia pun bertanya kepada saya,
Dan umi, langsung memberikan jawaban setuju,
pada pria itu.
Pria itu kelihatan senang, begitu juga orang tua dan kakak saya.
Sedang saya benar benar merasa sedih.
Saya yang saat itu,baru beberapa bulan putus dari pasangan saya,benar benar kecewa dengan orang tua dan kakak perempuan saya.
Saya memang tidak pernah membawa pasangan ataupun teman laki laki ke rumah,
awalnya saya pikir,ini baik
Karena tidak akan membuat orang tua saya khawatir.
__ADS_1
juga tidak akan ada omong an dari tetangga, yang tidak kami harapkan.
Dan Alhamdulillah, itu sesuai dengan harapan kami.
Tapi saya tetap harus menikah..
Saya punya keinginan menikah di usia dua puluh empat atau dua puluh lima.
Tapi,, kalo allah memberikan saya jodoh lebih awal, saya tidak masalah.
ya, saya hanya berharap dan berusaha,
allah yang pada akhirnya memberikan keputusan, dan saya percaya itu pasti yang terbaik!
Saat itu saya berpikir, mungkin ini jalan hidup yang harus saya lalui, mungkin dia memang jodoh saya.
Mereka masih terus mengobrol,
Saya sendiri tidak tertarik,dan memilih untuk tetap diam.
Saat itu saya kesal, dada saya,rasanya penuh sekali dengan amarah.
Pria itu lanjut bertanya, kapan dia dan keluarganya bisa datang, untuk melamar saya secara resmi, dan menentukan waktu baiknya untuk menikah.
ya allah...
Saya benar benar dibuat terkejut oleh orang tua saya sendiri,
ternyata,, abah sudah punya beberapa tanggal bagus untuk melangsungkan pernikahan.
Tinggal bertemu keluarga besar pria itu, dan menentukan pilihan yang baik.
Pria itu pun bilang,akan segera memberi tau keluarganya tentang hal itu.
ya allah sedihnya...
Pagii itu saya bertemu dan berkenalan, malam harinya, tanggal nikah sudah di pilih oleh orang tua saya sendiri.
Candalaras
__ADS_1
10/10
20:56