Cara Allah Menyayangiku

Cara Allah Menyayangiku
Permintaan Sulit


__ADS_3

"Assalamu'alaikum yah" Sapa Aisyah sembari mencium punggung tangan ayahnya.


"Wa'alaikumsalam, tumben kamu sudah pulang jam segini nak?" Tanya ayah heran karena Aisyah pulang lebih awal dari biasanya.


"Iya yah, Ais kurang enak badan. Jadi Ais izin buat gak ikut lembur hari ini." Jelas Aisyah.


"Sakit apa nak? Mau ayah buatin teh jahe?" Ucap ayah dengan nada khawatir.


"Gausah yah, nnti Ais bikin sendiri aja. Ais mau ke kamar dulu ya." Jawab Aisyah sambil berlalu pergi ke kamarnya.


Aisyah duduk tempat tidur dan melihat foto ibunya yang berada diatas nakas.


"Bu, apa disana terlalu nyaman sampai kau tidak ingat kepadaku?


Bu, apa disana kau melihatku sedang menangis saat ini?


Bu, aku capek. Boleh aku ikut ibu?


Bisa kah engkau kembali? Setidaknya hanya untuk memelukku sebentar saja." Ucap Aisyah dalam hati.

__ADS_1


   Setelah kepergian ibunya, semangat hidupnya pun seperti ikut pergi. Namun, Aisyah sadar karena ia masih memiliki ayah dan seorang adik yang sangat menyayanginya ia tidak boleh membiarkan hidupnya berada dalam kesedihan terus menerus.


...****************...


"Ais, sampe kapan kamu mau sendiri terus? Kamu ini udah waktunya buat menikah, nak." Ucap ayah memecah keheningan di ruang makan.


Mendengar pernyataan dari sang ayah, Aisyah pun tersedak saking kagetnya.


"Yah, bisakah kita untuk tidak membicarakannya? Ais masih pengen bareng sama ayah sama Zahra disini. Ais gamau ninggalin kalian." Jawab Aisyah dengan cepat.


"Kamu ini, ya. Nanti setelah menikah kamu juga masih bisa ketemu ayah sama Zahra. Kami ga akan pindah, jadi kamu bisa kesini." Balas ayah sambil menggoda


"Apa sih anak kecil, kakak masih mau sama kalian. Kalo kaka nikah kakak gabisa tiap hari ketemu sama kalian." Jawab Aisyah dengan ekspresi datarnya.


Panji adalah lelaki yang baik hati dan terkenal karena kebaikannya.


Aisyah dan Panji memang sudah saling mengenal sejak kuliah dulu. Namun, Aisyah yang pendiam membuat Panji tidak bisa banyak mengobrol dengannya.


Panji sudah lama menyukai Aisyah, dan beberapa hari lalu saat Aisyah sedang bekerja, Panji datang bertemu ayah dan meminta izin untuk melamar Aisyah, putrinya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Aisyah kembali ke kamarnya dan membereskan tempat kerjanya. Dari luar, ayah mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.


"Masuk aja yah" jawab Aisyah dari dalam kamarnya.


Ayah duduk di tempat tidur dan mengambil foto ibu.


"Nak, andai ibumu masih ada... dia pasti bangga sekali melihatmu sekarang. Setelah kepergian ibumu, yang ayah fikirkan hanyalah bagaimana ayah bisa membuat kamu dan adikmu selalu bahagia." Jelas ayah dengan mata berair


"Ayah" ucapku lirih.


"Nak, ayah mau kamu menikah dengan Panji. Ayah yakin, dia akan membuatmu bahagia. Ayah sudah memikirkannya."


"Ayah, kebahagiaan Ais itu adalah ketika Ais terus bareng sama kalian. Ais gamau pisah sama kalian."


"Nak, selama ini ayah gak pernah minta apapun dari kamu. Tapi kali ini, ayah minta buat kamu pertimbangkan semua ini ya."


Ayah meletakkan kembali foto ibu kemudian mengecup kening Aisyah dan berlalu keluar kamar.


"Ya Allah, apa yang harus Ais lakukan? Ais gamau ninggalin ayah dan Zahra Ya Allah.

__ADS_1


Bu, Ais harus gimana?" Ucap Aisyah dalam hati, dan tak terasa ai mata sudah mengalir sedari tadi.


__ADS_2