
Waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Aisyah terbangun seperti biasa untuk melakukan Shalat malam. Aisyah keluar kamar dan hendak pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, namun langkahnya terhenti ketika melewati kamar ayahnya dan melihat sang ayah sedang duduk berdoa diatas sajadah.
"Ya Allah, tunjukanlah kepadaku bahwa apa yang aku lakukan saat ini adalah yang terbaik untuk putriku. Buatlah ia menerima dengan hati yang lembut dan ikhlas Ya Allah."
Setelah mendengar apa yang ayahnya katakan, Aisyah pun kembali melanjutkan langkahnya untuk mengambil wudhu.
Selesai Aisyah melaksanakan sholat malam dan berdzikir, kemudian ia menengadahkan tangannya sambil berlinang airmata
"Ya Allah, aku pasrahkan semua perkara dunia ini kepada-Mu. Aku hanya ingin melihat kebahagiaan orang-orang di sekitarku, jika memang ini yang terbaik bagiku juga bagi keluargaku dan jika ia adalah jodoh yang sudah kau tuliskan untukku, maka aku akan menerimanya. Lapangkanlah hati ini agar mudah menerima segala sesuatu dengan ikhlas Ya Allah." Pinta Aisyah dalam doanya malam ini.
Tak terasa lama berdiam diri diatas sajadah, adzan subuh pun berkumandang. Aisyah beranjak dari tempat duduknya dan bersiap untuk pergi mandi kemudian melaksanakan kewajibannya.
Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 dan Aisyah harus segera pergi bekerja.
Aisyah adalah seorang sekretaris di salah satu perusahaan besar di kota Bandung. Selain paras dan juga perilakunya yang baik, ia juga dikenal sangat cerdas. Tak heran, banyak mata yang selalu memperhatikannya. Kendati demikian, Aisyah tak pernah merasa jika dirinya adalah orang hebat. Karena ayah dan ibunya selalu mengajarkannya untuk selalu rendah diri.
Sesampainya Aisyah di ruangan tempatnya bekerja, ia segera menyusun dokumen-dokumen dan agenda kegiatan yang akan dilakukan direktur perusahaannya hari ini. Dan setelah semuanya selesai, Aisyah segera bergegas ke ruang kerja atasannya.
"Assalamu'alaikum, permisi pak ini ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani. Dan jam 9 nanti, kita ada rapat dengan para klien untuk membahas soal perencanaan sistem kedepannya." Jelas Aisyah sembari menunggu dokumen yang diserahkannya ditandatangani.
"Oke. Apa sudah disiapkan semuanya untuk pembahasan nanti?"
"Sudak pak, sudah saya siapkan semuanya."
"Bagus. Tapi Aisyah, bisa gak kalo kita sedang berdua kamu panggil namaku saja? Aku merasa sedikit aneh kalo terus-terusan dipanggil pak."
"Kamu ini gimana, sih? makannya harus dibiasakan biar ga aneh"
Direktur perusahaan ini adalah Reyhan Pratama, dia adalah teman satu jurusan Aisyah saat kuliah dulu. Dan mereka juga bisa dibilang dekat karena sering melakukan observasi bersama jadi tidak heran jika Reyhan sedikit terganggu dengan julukan barunya.
Reyhan adalah anak pemilik perusahaan dan baru menjabat sebagai direktur utama 3 bulan yang lalu.
"Pokoknya jangan panggil aku bapak kalo kita cuma berdua." seru Reyhan dan hanya dibalas gelengan kepala oleh Aisyah.
__ADS_1
Setelah melakukan banyak pekerjaan, tiba saatnya jam makan siang. Reyhan menelpon Aisyah untuk makan siang dengannya.
"Hallo Assalamu'alaikum pak, eh Rey. Ada apa ya?" Tanya Aisyah.
"Wa'alaikumsalam. Jam makan siang ini kamu temani sama saya ya Aisyah. Ada yang mau saya omongin sama kamu. 10 menit lagi saya tunggu kamu di lobby." Jawab Reyhan tanpa basa-basi dan segera mengakhiri sambungan telponnya.
"Ya Allah, kebiasaan banget ya si Reyhan itu. Dia bahkan gak nanya dulu aku mau atau nggak."
Sesampainya di sebuah restoran, restoran tersebut tampak sepi tidak seperti biasanya.
Reyhan memilih tempat di samping jendela dengan view langsung ke jalan. Mereka segera memesan makanan dan tak harus menunggu lama makanan pun datang. Setelah mereka selesai makan, Aisyah yang ingin bergegas untuk segera kembali ke kantor dicegah oleh Reyhan.
"Saya kan udah bilang, saya mau ngomong sesuatu. Kenapa kamu buru-buru banget, sih?"
"Maaf Rey, aku ngerasa gak enak sama temen-temen di kantor kalo tiap hari aku makan siang sama kamu terus."
"Justru itu yang mau saya bahas sama kamu, Ais."
"Oke Rey, memang apa yang mau kamu bahas?"
Aisyah yang sedang menyedot minumannya pun terkejut dan langsung tersedak.
"Aisyah, kamu gak apa-apa? Maaf pasti saya membuatmu terkejut. Saya bingung menyampaikannya harus seperti apa." ungkap Reyhan sambil memberikan tisu.
Aisyah tak bisa berkata-kata, dia terkejut dan hanya berdiam diri. Sementara itu, Reyhan bingung ia harus melakukan apa dan bagaimana.
"Aisyah, jujur saja. Saya menyukaimu dari dulu. Dari saat kita masih kuliah tapi saya tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Aisyah, sekali lagi saya minta maaf sudah membuatmu terkejut. Saya tidak meminta kamu menjawab sekarang, tapi tolong pertimbangkan lamaran saya ini, Aisyah."
Reyhan memang sudah menyukai Aisyah dari dulu tapi Aisyah tidak pernah menyangka jika Reyhan memiliki perasaan kepadanya. Bahkan sampai sebelum kata-kata itu terlontar, Aisyah tidak pernah tau perasaan Reyhan.
"Ya Allah, apa lagi ini? kenapa tiba-tiba sekali?" batin Aisyah.
Karena tidak ada pembicaraan lagi, Reyhan dan Aisyah memutuskan untuk kembali ke kantor. Sesampainya di kantor, Aisyah langsung pamit ke ruangannya lebih dulu. Setelah sampai di ruangannya ia hanya bisa terdiam di belakang pintu, masih merasa seperti mimpi tapi kemudian dia melihat jam sudah pukul 1 kemudian segera mengambil air wudhu dan menjalankan kewajibannya.
__ADS_1
Matahari sudah mulai undur diri, tapi pekerjaan Aisyah masih belum selesai. Aisyah masih harus mempersiapkan dokumen untuk besok meeting dengan klien yang lain. Tak lama semua dokumen sudah selesai disiapkan untuk besok. Aisyah pun bergegas pulang.
Sesampainya dirumah, ayah dan Zahra sudah menunggu.
"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah dengan pelan
"Wa'alaikumsalam. kakak baru pulang? lembur lagi? Emang dasar ya atasan seenaknya banget. Semenjak atasannya ganti jadi sering banget pulang malem gini." omel Zahra
"Hus, gak boleh gitu. Yang lain aja malah pengen banget lembur terus kaya kakak gini." jawab Aisyah dengan ekspresi datarnya.
"Nak, malam ini nak Panji akan kerumah dengan orang tuanya. Kamu segera bersiaplah." ucap ayah yang membuat Aisyah kembali terkejut.
"Malam ini banget yah?" tanya Aisyah untuk meyakinkan apa yang baru saja di dengarnya.
"Iya, nak. Makannya kamu cepetan siap-siap."
Aisyah segera masuk ke kamarnya dan segera bersiap untuk melaksanakan kewajibannya karena sudah hampir masuk waktu Maghrib.
"Ya Allah, jika memang ini yang kau tetapkan untuk takdirku lalu kenapa engkau memberikanku pilihan lain? Apa yang sedang Engkau rencanakan? Ya Allah, apapun itu.. aku mohon berikanlah yang terbaik untukku dan untuk keluargaku. Aamiin"
Selesai melaksanakan shalat maghrib ini, Aisyah segera bersiap untuk menyambut tamu yang akan datang. Setelah siap, Aisyah segera keluar dari kamarnya lalu duduk bersama ayah dan zahra di ruang tengah.
"Assalamu'alaikum" ucapan salam dari balik pintu yang membuat hati Aisyah menjadi berdetak lebih kencang.
"Mereka datang." Ucap ayah kemudian bangun dari tempat duduknya dan segera menghampiri sumber suara.
...****************...
HALLO GUYS🤗🤗🤗
PENASARAN GAK SIH SELANJUTNYA GIMANA? 🤠PENASARAN DONG PASTINYAðŸ¤
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE-nya ya, biar author nya makin SEMANGAT BUAT UPDATE🥰🥰
__ADS_1
ADD juga ke list novel favorit kalian🤗🥰
Terimakasih 🥰🥰