CARAMU MENINGGALKAN LUKA MENCIPTAKANKU HEBAT

CARAMU MENINGGALKAN LUKA MENCIPTAKANKU HEBAT
INDAHNYA MASA KECILKU..


__ADS_3

Langit tampak cerah.kesibukan mulai terlihat dirumah,saat itu,perlahan ku benahi tali sepatuku, sembari belajar mengikatnya,ada kakak pertamaku yang setia menunggu duduk didekatku.


"liat ya,seperti ini ni,coba diulang lagi,”katanya memberikan arahan,lalu ku lakukan lagi perlahan dan akhirnya aku berhasil mengikat tali sepatuku sendiri.


digandeng dan diantarkanya aku sampai kesekolah,aku ingat,saat itu,aku masih duduk di bangku kelas 6 SD,aku sadar,kedua kk laki laki ku amat sayang padaku,entah kenapa,mungkin juga


karena aku adik perempuan satu satunya,hingga


Berbagai macam hadiah,selalu mereka berikan,mulai dari boneka,baju,sepatu dan cokelat.maka


tak salah,saat k.rian harus pergi merantau mengejar cita citanya di luar pulau,kami harus terpisah oleh jarak dan aku merasa kehilangan.


1 lagi kk laki lakiku namanya Bima,tadinya,dia teramat sibuk dengan dunianya Bersama teman teman,tak ada lagi yang bisa mengajakku bermain seperti saat kak rian menghabiskan waktu bersamaku,satu Ketika,ia menghampiriku yg sedang asik main boneka.


eh dek,liat deh bulu kakimu banyak banget,besok kalau kamu uda gede,bakal lebat kayak monyet” aku menangis ketakutan.wajahnya mulai panik dan mencoba menenangkanku.”sstt


jangan nagis dong,ntar mama denger,diem ya,tunggu sini."


ia Kembali menghampiriku membawa pemangkas Bulu ketiak ditanganya."nah kalo dikerok begini jadi mulus kan,liat tuh.”ujarnya penuh meyakinkan,expresiku berubah membaik lalu mengangguk.hingga tak lama,mama terkejut.


“Ya Ampunnn, kamu apain adik kamu bim?..apa apa an si.”spontan kak bim berlalu sambil tersenyum santai menuju kamar.


seperti itulah kejahilan kakakku,bila Bersama nya aku selalu dibuat menangis,tapi sebenarnya dia baik. waktu berlalu,suasana Kembali sepi,kak bim lulus SMP,memilih melanjutkan pendidikanya bersama oma dikalimantan.


dan Ketika aku lulus SD,papa tiba tiba mengatakan akan menyekolahkanku untuk sekolah di asrama,saat itu juga,aku menangis,aku merasa,aku seperti dibuang,mana mungkin aku bisa jauh dari papa dan mama,aku belum siap bila harus merantau seperti kedua kk ku,tapi papa masih bersikeras memaksaku untuk tidak menolaknya,dan apa boleh buat,barangku sudah dikemas.


esok hari,mobil tengah didepan mengantarku ke sesuatu tempat Bersama papa dan mama,kami menempuh perjalanan yang amat melelahkan dan begitu jauh bagiku,entah akan dibawa kemana,dan malam semakin larut,jam 1 dini hari aku sampai disebuah desa yang jauh dari keramaian,malam pekat,gelap,jarang ada penerangan,melewati persawahan hingga jalan yang tak rata.


Setibanya di sana,kami lagsung beristirahat,hingga pagi menjelang,kubuka mataku


dan kulihat mama sedang sibuk merapikan pakaianku sambil mengusap rambutku dan tersenyum lebar.

__ADS_1


”ayo mandi dulu sayang.”dan kami pun bejalan menuju pintu belakang,ada sebuah sumur disana,jalan yang sedikit licin,dan mama mengambilkan air mandi untukku,tapi tiba tiba,”ng..biar saya bantu tante,”kata seorang pria berparas tampan membantunya menimba air..


“terimakasih nak.”senyum mama lebar.”aku hanya diam tak terlalu menghiraukanya.lalu mama mencoba memberanikan diri menyapa.


”kami baru tiba semalam dari jakarta,mengantar anak saya sekolah disini,anda siswa di sini juga?”Tanya mama serius.


pria itu mengangguk.”saya abi tante,selamat datang disekolah asrama ini,semoga adek betah.”balas abi sambil sesekali menatapku,tampak nya wajah mama begitu lega mendengarnya.


”saya titip alin ya nak abi,terimakasih sudah membantu.”ujar mama disampingku.”sama sama tante,air nya sudah penuh,saya permisi.”kata abi berlalu dari pandangan.


waktu berlalu,tiba saatnya papa dan mama pamit pergi meninggalkan ku,lagi lagi rasanya begitu sakit,rasanya begitu berat kalau harus berpisah,tapi apa daya,sepertinya ini sudah keputusan bulat papa meletakan aku disini.


melihat kesedihan ku saat dipelukan mama,abi terdiam menatap dari kejauhan,mobil papa hilang dari pandangan,dan aku berlari memasuki kamar sambil menagis sedih,saat dalam perjalanan pulang.


"pa..Alin masih terlalu kecil tinggal disana,papa tau?dia harus tidur ber Alaskan tikar dikamarnya,belum lagi,kamar mandi yang lantainya licin,lampu penerangan yang kurang,dan harus nimba di sumur yang dalam pa,bagaimana kalau pas malam hari dia mau kekamar mandi?”ujar mama kawatir.


Papa tersenyum santai membesarkan hati sang mama.”percayalah ma,ini pembelajaran hidup untuk Alin,kelak saat ia sudah dewasa,ia bisa lebih matang,”kata papa dengan tenang,sementara aku masih dengan kesedihanku di asrama.


saat jam belajar usai,aku kembali ke asrama,tiba tiba saja,Imran salah satu siswa laki laki di kelas,datang menghampiriku.


lin,ntar kalo liburan sekolah,pulang bareng gua ya,oya ini cokelat buat loe,”ujar Imran tersenyum lebar,aku hanya diam dengan tatapan kosong.tiba tiba k. abi muncul dibelakangku.


"waktunya jam istirahat siang,kenapa kamu ada disini Imran?”tatap abi serius.


"ng…anu kak,tadi Cuma kebetulan lewat,permisi..jawabnya bergegas pergi,lalu k.abi berdiri dihadapanku.


“masuklah,makan siang,lalu tidur ya,jaga kesehatan kamu,”dan aku meninggalkannya.


sehari disini aku mulai terbiasa dengan lingkungan serta kebiasaan yang bagiku kadang aneh,kadang juga menyenangkan,saat aku mengenal teman sebaya ku dikamar,yang ternyata ia sudah tinggal di asrama sejak kelas 4 SD.namanya risma,ia bercerita,kalau dulu ia merasakan hal yang sama seperti aku,merindukan orang tua,sendirian dan dianggap seperti anak kecil yang hanya bisa disuruh suruh oleh kakak kelas sebelah kamar.


Aku bisa sedikit lebih kuat jika kubandingkan dengan risma dulu sesedih apa,aku seharusnya bersyukur,mungkin saja ada hikmah dan maksud baik papa dan mama meletakkan ku disini..

__ADS_1


sore itu saat hendak ke sumur,lagi lagi aku bertemu k.abi,ia membantuku mengisi air kedalam bak mandi.senyumnya tanpa henti terus sembari menatapku dan aku terdiam bingung.


”harus ya,kita berpas pasan di kamar mandi?”tanyaku heran."karena hanya disini tempat yang aman,dan karena hanya saya yang tau cela kapan waktu yang tepat bisa ketemu kamu.”kata abi dengan tenang.


kakak kelas asrama pun muncul,sebut saja retno,ia kawan sepantaran ka.abi dan dikenal sebagai ketua asrama perempuan yang galak.


”kalian ngapain disini?”Tanya retno ketus.aku santai saja,dan menjawab.”saya mau mandi kak”tatapku biasa.


”jangan alasan ya,saya perhatikan,kamu anak baru selalu tebar pesona di sini,mulai dari Imran yang tadi siang dihukum berjemur di lapangan gara gara kamu,sekarang saya lihat kamu berani godain abi.”balasnya dengan kesal.


”jangan suka berfikir negative sama orang,dia urusan saya,dan saya yang bertanggung jawab.”abi tiba tiba menggandeng tanganku dan meninggalkan nya.


Tangan ini dingin,entah kenapa perasaan ku jadi seperti terlindungi sejak bertemu dia,diantarnya aku menuju kamar mandi lain,kamar mandi khusus guru yang aku rasa lebih bersih dan nyaman tanpa harus menimba air.


Hari berganti bulan berlalu dan tak terasa tahun berganti,aku mulai menemukan kenyamanan ku di asrama,salah satunya adanya kak.abi yang dengan sabar membuatku terhibur,ia setia menjagaku dengan baik,bahkan hal itu sempat membuat para wanita di asrama iri padaku.


tak sekali aku mendapat sindiran buruk dari mulut mereka,dan hanya risma yang selalu tetap setia mengenalku dengan baik.


Tak terasa,kelulusan SMU tiba,artinya,kak abi harus pergi dari asrama,dan meninggalkan ku disini,malam itu,abi menungguku dikelas,ia memastikan suasana ditempat itu telah aman untuk bisa bertemu denganku.dengan wajah tak bergairah,aku tau,ia pasti ingin berpamitan pergi.


Ditariknya bangku sekolah,dan ia mempersilahkan ku duduk,lalu menatapku sambil tersenyum lebar.”kok nangis?”tatap abi padaku.


”kalau kak abi pergi,aku sendirian disini,gak ada yang ngelindungin aku,gak ada lagi yang perduli sama aku,sementara,aku masih 2 tahun lagi nunggu lulus sekolah,itupun kalau papa nggak memperjanjang masa sekolahku disini,lalu aku harus sendirian lg dsini sampai 2 tahun?”isakku deras.


abi menyibakkan rambut ku serta mengusap air mataku.


”kk akan selalu kesini nengok kamu,masa kk biarin kamu disini begitu aja,tugas kamu belajar yang rajin,buat bangga papa dan mama disana,pesan kk,terimalah nasehat baik,meskipun itu dari orang yang kamu benci,kamu bisa kok,kamu kuat.”ujar abi menasehati.


Dan aku menangis dipelukanya,aku tau ini tidak mudah,tapi aku lagi lagi harus bisa banyak belajar dari segala kondisi ini,yah banyak hal yang aku lalui diasrama di usiaku yang labil,aku memang masih belum menemukan jati diri,apa si yang ku mau sebenarnya,sebentar sebentar sensitive dan merasa sedih,hingga tak sekali aku mencoba melarikan diri dari asrama,berjalan melintasi aspal panas hingga jalanan tak rata disiang hari,hingga aku tak sadar sudah sejauh mana aku pergi,tapi berujung kembali karena rasa takut dan akhirnya berujung diam di kamar saja.


Siang itu,berita baik untukku,papa telephone memberikan informasi bahwa mereka akan menjemputku pulang kerumah setelah lulus dari SMP,betapa bahagianya bisa berkumpul lagi,namun berat meninggaĺkan risma selama kurang lebih 3 thn bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2