
aku kembali kejakarta.aku merindukan suasana dirumah,masakan mama yang lezat dan jalan jalan bareng teman baru,teman 1 SMU yang bagiku mereka semua asik dan seru.
”ma.. besok Alin nginep dirumah cindy ya,dia ulang tahun dan acaranya sampe malam”kataku meminta izin.” bilang papa dulu ya."balas mama singkat.” Dikit dikit bilang pp,kenapa si ma gak dibolehin,alin itu gak macem macem,Cuma nginep dirumah temen kok,”kataku kesal.
”bukan gak dibolehin syg,tp semua peraturan dirumah ini dari dulu pp mu yang buat,dan wajib di turuti.” Ya sdh,mm mau lanjutin masak.”
Seperti itulah dirumah,penuh aturan yang bikin aku tidak bebas,tidak ada 1 pun orang yang dapat me nyalahi aturan pp,seringkali kak rian dan kak bima bertengkar sama papa hanya karena perihal kecil,sedangkan mama,ia hanya bisa diam memperhatikan,lalu pergi kedapur.
sore itu dirumah,aku mulai melihat banyak keganjalan yang selama ini aku tidak tau,bahkan terkesan disembunyikan,terkadang,papa sering mengeluarkan suara keras dengan penuh emosi terhadap mama,hingga akhirnya,hal itu membuat mama terlihat aneh,mulai dari sering berdiam diri dibalik pintu,mogok makan hingga berhari hari,serta melamun dengan pandangan kosong,seperti tak mengenal siapapun dirumah ini.
pulang dari les tari,aku melihat ruang tamu berantakan,sebuah vas bunga pecah berserakan dilantai,kulihat mama berdiri dipojok tembok dengan penuh ketakutan,sedangkan kak rian,wajahnya memerah menahan emosi.
”jadi selama ini papa memang belum pernah sadar,bahwa papa lah yang sudah buat mama sampai seperti ini”..tatap rian kesal.”TUTUP MULUT KAMU..!! Bisa diam tidak?atau lebih baik kamu pergi dari rumah ini,dasar anak tidak tau terimakasih!!”bentak papa kesal.
ku hampiri mama lalu menggenggam tanganya dan membujuknya agar masuk kekamar,tapi mama menolak.
”berapa tahun papa tidak nafkahin mama?!!berapa tahun pp lebih mementingkan adik adik papa dan keluarga pp dikampung,yang bisanya hanya morotin duit papa,sementara kita kita ini dirumah tidak pernah papa perdulikan..!! Teriak rian keras.
"Cukup kak,sudah,!!bisa gak si ngerti perasaan mama,”isakku menangis,dan k. rian pergi meninggalkan rumah,kubereskan beberapa pecahan beling dirumah hingga menenangkan hati mama yang saat itu sedang terlihat gugup.
aku tau,ini bukan lah pertengkaran hebat pertama kalinya,aku hanya tak ingin melihat mama dirawat di rumah sakit lagi gara gara tidak mau makan,sampai harus dipasang selang ke dalam hidung,mengingat hal itu,hatiku sakit,belum lagi kedua tangan mama yang di ikat oleh pihak rumah sakit,karena mama yang berontak saat penyakit stresnya kambuh..
maafin aku ma”tangisku dalam hati sembari membuatkan bubur hangat untuk mama didapur.
Waktu berlalu,aku sadar,mungkin dulu aku masih kecil,aku belum mengerti permasalahan orang dewasa,yang sebenarnya terjadi dirumah ini,sedikit demi sedikit aku mulai bisa mencerna itu,meskipun terkadang,rasa hati ingin berontak akan ke angkuhan hati papa yang keras dan kaku,tapi sekali lagi,aku bertahan untuk mama.
Sore itu aku kedatangan tamu,betapa terkejutnya aku melihat kedatangan orang yang selama ini lama tidak kujumpai,yah dia adalah kak.abi.dari depan pintu ia tebarkan senyum lebar padaku,lalu kupeluk ia dengan erat.
”kak abi ? hampir gak percaya kk disini,kk sehat?tau dari mana alamat rumahku?”tanyaku sembari mempersilah kan duduk.”apa si yang kk gak bisa tau tentang kamu..”senyumnya lagi.
”tunggu bentar ya,aku suruh bibik bikinin minum.”tatapku penuh ceria menuju dapur dan menyuguhkan minuman dingin untuk nya.
__ADS_1
kudengar suara mobil papa datang,supir pribadi pp membawakan tas kerja nya menuju pintu masuk,lalu kusapa papa dengan ramah.
”pa,lihat deh siapa yang datang”kataku penuh ceria.dan papa menatap abi dari atas hingga bawah,penampilan sederhana k.abi membuat papa beda menanggapi kehadiranya.ia langsung masuk ke dalam tanpa senyuman,dan respon yg sama sekali tidak mengenakan,yang akhirnya,abi tertunduk diam.
”ng..dek,maaf,kk kesini hanya ingin menengok kondisi mu,kk senang kamu baik baik aja,kabar baiknya,kk juga sudah selesai kuliah,rencana kk mau melanjutkan cari kerja,doain kk ya,kk pamit dulu,jaga diri baik baik.”kata abi beranjak dari tempat duduknya,dan aku hanya bisa menunduk mengantarnya sampai kepintu luar.
aku merasa malu dengan sikap papa yang dingin terhadap kak.Abi.
“Lho bukanya tadi ada tamu ya lin?..tanya mama tiba tiba muncul.”barusan kak abi yang datang ma,mama masih ingat kan?siswa yang dulu mm kenal di sekolah asrama?”tatapku sedih.
oya?abi yang..iya mama ingat,sekarang mana?”tanya mm mencari,”sudah pulang ma,respon papa gak enak sama k.abi,padahal kak abi datang dari jauh kesini Cuma mau ketemu alin ma,apa karena k.abi dari orang biasa dan sederhana,sampai papa seperti itu sama kak.abi..”ujarku kecewa lalu masuk kedalam kamar.
Sejak itu,aku sering sekali merasa tidak cocok sama papa,suasana rumah terasa panas,tidak ada kedamaian,k.rian juga sudah diusir sama papa dan tinggal di rumah sendiri bersama istri dan anaknya,sedangkan k.bima,ia sering sekali pergi dari rumah,dan aku kesepian,aku mulai mencari kedamaian untuk diriku sendiri,rasa ingin tauku yang tinggi membuatku sering bolos sekolah,sering menghabiskan waktu ditempat hiburan bersama teman teman,bagiku mungkin ini lah sebuah kebebasan.
satu ketika,aku merasa iri dengan penampilan kawan kawan ku yang selalu tampil cantik dengan pakaian bagus,dan make up mahal menghiasi wajah mereka dalam setiap penampilan.
aku pulang dengan langkah terburu buru menemui papa,” pa...alin minta beli.in bedak dong,murah kok pa,boleh ya.”senyumku lebar.
”sabar ya,kalau mama ada uang,mama akan belikan” senyum mama padaku.“Kenapa si ma,papa seperti itu sama kita,alin kan anaknya ma,alin juga pengen kayak anak anak lain yang disayang sama orang tuanya,kemarin didepan alin,papa beli.in baju harga setengah juta buat anak tetangga sebelah,tapi anak sendiri minta beli make up aja gak dikasi,ada apa si ma?apa papa seperti itu biar dipuji sama orang?lantas untuk apa papa baik sama orang lain,tapi tidak mengutamakan keluarganya sendiri.”tangisku pecah.
”sstt sudah jangan keras keras,nanti papamu dengar."ujar mama menenangkan,Lagi lagi,mama selalu membesarkan hatiku,dan akhirnya setelah aku pikir pikir,aku tidak bisa diam begitu saja,aku harus kerja,aku harus punya uang untuk beli kebutuhanku sendiri,ada tawaran dari salah 1 temanku nyanyi disebuah restoran hotel jakarta.
bagiku,saat itu,menyanyi adalah sebuah hoby dan kesenangan yang dibayar,so kenapa enggak,aku terima aja tawaran itu,tanpa papa dan mama tau,aku selalu diam diam keluar rumah pd malam hari.
Pp selalu masa bodo dan sibuk dengan dunianya,nongkrong bersama teman teman,bermain tenis hingga keluar kota,dan menghabis kan uangnya demi gengsi,dan sejak aku lulus,aku semakin menikmati pekerjaanku sebagai seorang singer,lumayan,hasilnya sedikit demi sedikit bisa aku belanjakan untuk beli sembako dirumah,atau kalau ada lebih,aku gunakan membeli baju baru,make up,hingga aku bisa tampil modis dan cantik seperti sekarang.
Jam menunjukan pukul 7 malam..melihat perubahanku yang kini berbeda,papa tiba tiba mengajakku ke salah satu undangan pernikahan teman nya di sebuah gedung.
”tumben pa ajak ke undangan bertiga,biasanya Cuma papa sama mama aja”kataku heran.
"ya karena kamu sudah besar sekarang,sudah saat nya pp kenalin kamu sama teman teman pp,siapa tau aja,kamu berjodoh dengan anak nya,kamu tau?yang undang papa ini adalah pejabat Angkatan Laut,yg sudah tentu,disana akan ada banyak sekali tamu tamu penting.”senyum pp lebar.
__ADS_1
”kayak jaman siti nurbaya aja pa dijodoh jodohin”..lirikku sembari tersenyum masam disamping mama.
seTibanya disana..mobil kami parkir di sebuah markas besar yang dijaga ketat oleh para tentara prajurit,wajahku tersentak kaget,melihat sosok tak asing dari kejauhan.
”ma...coba liat,itu bukanya kak abi ya ma?”..tanyaku belum yakin.”astaga sepertinya iya,itu kan abi,pah pah,coba liat itu abi kan..yang dulu sekolah di asrama,kk kelasnya alin,yg pernah kerumah kita pa.” Ujar mm menarik lengan pp.
nampak jelas abi yang saat itu sedang memimpin para prajurit yang hendak memandu upacara pedang pora di acara pernikahan,membuat reaksi papa berubah,
“Abi....!!Teriak papa memanggil,lalu ia menoleh kebelakang dan langsung menghampiri kami,”Alin?tante?om?”sapa abi terkejut.lalu papa merangkulnya dengan akrab.
"luar biasa,sudah jadi perwira kamu sekarang,gagah ya,apa kabar kamu bi,”ujar pp dengan senyum lebar lalu aku tertunduk diam.
”baik om..sy tidak menyangka kita bertemu disini.”balas abi dengan sopan.” Main mainlah kerumah,alin juga sudah lulus SMU,dia lebih banyak dirumah jagain mamanya.
begitulah expresi pp yang berubah 180 derajat.entah ada angin apa,hingga sikapnya tidak sedingin dulu saat bertemu kak.abi.
saat pedang pora usai,abi menyempatkan diri mencariku di antara kerumunan banyak tamu..
”Alin...stt!! Sapa abi tiba tiba menggandeng tangan ku menuju tempat sepi.
”kak.abi..senyumku lebar.”lalu abi membalas senyumku dan memberikan kue yang ia ambil dari meja.”makin besar makin cantik ya sekarang.”tatap abi terpesona.”suka gitu si ngerayu “tawaku lepas dan akhirnya kita ngobrol bersama menghabiskan waktu.
jam menunjukan waktu untuk pulang,"kak,papa nunggu aku diluar,aku pulang ya.”balasku pamit lalu abi mengangguk dan meninggalkan kartu namanya padaku untuk bisa berkomunikasi lebih lanjut,aku pun pergi berlalu dari tempat itu..
sepanjang perjalanan senyumku tak henti terbayang saat ngobrol bareng kak abi ditempat itu.
Waktu berlalu,aku sedang malas kemana mana,mama masuk kekamarku sembari membawakan teh hangat ksukaanku."kamu gak kerja ”tanya mama padaku.”eh mama,lg libur ma.”senyumku ramah.
”gimana kabar abi?..sepertinya,abi suka sama kamu lin,kalau mama liat,abi juga orangnya baik,siapa tau kamu berjodoh dengan dia.”kata mama menatapku.
”alin rasa,gak perlu lagi alin hubungi dia ma,alin gak mau,dimata keluarga mas abi,alin mau nerima dia karena sekarang dia sudah sucses,mama liat sendirikan,bagaimana dulu perlakuan papa sama kak.abi waktu dia kerumah,dan setelah tau kak abi kemarin itu,eh papa langsung berubah akrab ..”jawabku menjelaskan.
__ADS_1
”iya si,mama mengerti perasaan kamu,lantas,apa kamu sendiri gak tertarik sama abi?"senyum mama padaku lalu aku memeluk mama dengan hangat."alin mana tau ma apa itu rasa suka sama laki laki,yang alin rasain,alin sama kak abi,hanya sebatas kakak dan adik,alin ngerasa nyaman ngobrol sama dia,uda gitu aja."balasku menjawab lalu mama mencubit hidungku dengan gemas.