
berbagai pemikiran yang campur aduk bergejolak dalam hati apa maksud ucapan om kris,dan setibanya dirumah kak Bim,kulihat,ia sedang berbaring santai sembari menatap layar handphone dan aku duduk disampingnya.
"kak..aku mau ngomong.!!! " ujar alin serius."Tumben kamu kesini gak kasih tau kk,ngomong apa?soal pacarmu?"balasnya menebak.
"kak,tadi om kris telphone dan bilang,kalau papa sakit karena pikiran,dan itu tentang kita bertiga yang harus ketemu bareng,apa si maksudnya?om juga bilang perihal status anak,aku gak ngerti,tolong diperjelas".tukas alin serius.
mendengar itu,k.bim terkejut lalu duduk tegap di hadapanku."om kris bilang gitu?"terus bilang apa lagi.?."tanya bima gugup.
"ya nggak ada kak,cuma apa maksud dari ucapan om kris?atauuu...atau jangan jangan,aku bukan anak kandung papa sama mama?"tatapku tajam,dan k.bima tertunduk,lalu matanya berkaca kaca."se...sebenarnya,gini dek "gugup k.bima mengutarakan.
"jawab dong kak!!!"kataku keras,lalu k.bima tiba tiba menitikan air mata,"dulu waktu kecil,kamu diambil sm papa dari seorang ibu bernama asti,papa sama mama ingin punya anak perempuan,sampai akhirnya kamu diadopsi."
mendengar itu,tangisku pecah dan menangis berteriak memeluk k.bima sembari memukul lenganya."jadi aku bukan anak papa mama?"lantas aku siapa kak? aku gimana?siapa keluargaku,"isakku kencang,bima memelukku dengan erat.
"rencananya kk mau bicara ini sama kamu,tapi papa melarang,kita tunggu papa sembuh ya,baru kita cari keluargamu.
__ADS_1
hari ini,rasanya begitu berat untuk melangkah,nyatanya aku bukan anak kandung papa dan mama,33 tahun,aku baru mengetahui siapa aku,Tuhan,tolong aku,kuat kan aku."isak ku sedih,kulewati waktu mengelilingi kota jakarta hingga larut malam,aku seperti manusia tanpa arah,aku benar benar lemah.
saat itu dirumah,"Bodoh!! awas ya kalau sampai ada apa apa sama adik kamu..!!"ujar papa mengancam."
coba kamu telephone hilda bim,mungkin dia disana"sahut mama tampak kawatir.
sejak siang sampai pukul 11 malam,aku belum menampakan diri di rumah,aku sedang menenangkan diriku sambil berfikir,akan kemana aku pergi mencari keluargaku sebenarnya.
"halo ma?"ucapku menerima tlp."Alin,kamu baik baik aja kan?dimana kamu?"tanya mama bingung."Alin baik baik aja kok ma,ini lg dijalan."balasku ramah."sini mah,biar papa yang bicara,lin..pulang sekarang,jangan berbuat yang aneh aneh,ingat pesan papa,dengarkan papa.!!" sahut papa panic."iya pa,ini alin pulang,uda ya,alin lagi nyetir."kataku menutup telephone.
betapa berat bagiku untuk merubah hati dari keluarga menjadi orang lain,tapi keluarga ku sebenarnya,malah seperti orang lain yang bahkan tidak pernah aku kenal.
3 hari berlalu,3 hari juga aku tidak keluar kamar."lin,buka pintu sayang,ini mama."ujar mama dari balik pintu."alin gak pp ma,"teriaku dari dalam kamar mencoba tenang.
"sudah 3 hari kamu gak makan,ini mama buatin kamu bubur nak,buka pintunya ya.
__ADS_1
tak lama pintu kamar kubuka,dan mama tersenyum lebar memelukku."mama sangat menghawatirkanmu,jangan seperti ini lagi ya." tatap mama kawatir.
"ma,kasih tau alin dimana asal usul orang tua alin,"ujar alin memohon."mama gak tau sayang,mungkin om krisna tau,tapi sebaiknya,kamu sabar ya,tunggu papamu sembuh,kita bisa kesana sama sama."ujar mama menasehati.
aku betul betul ingin tau keluargaku,tapi aku bisa apa,sampai akhirnya,esok pagi,aku memaksa k,bima untuk menemaniku mencari ibu kandungku.sepanjang perjalanan,aku tiada henti berdoa,agar aku bisa kembali kejakarta dengan kabar baik.
tanpa terasa,perjalanan panjang di pedalaman kota bandung,aku mendapatkan alamat kediaman orang tua ku sebenarnya,butuh waktu panjang,jalan setapak dan minim penerangan untuk bisa menemukanya.
suasana dirumah itu tampak sepi,rumah sederhana yang banyak anak kecil sedang asik bermain disana,melihat kedatangan mobil terparkir di halaman rumah tersebut,penghuni rumah mulai penasaran dengan hati penuh tanda tanya.
"siapa ya?..tanya wanita separuh baya menyapa ku,lalu kugandeng erat tangan k.bima dan aku tak dapat mengutarakan apa apa.
"ng..maaf bu,benar ini rumah bu asti?"tanya k.bim pada beliau."iya betul,saya asti,mari silahkan masuk."
lemas rasanya kakiku mendengar ungkapan,bahwa yang dihadapanku adalah ibu kandungku sendiri.sampai akhirnya aku jatuh pingsan,dan k.bim membopongku kedalam rumah.
__ADS_1
"lin,bangun dek,"ujar k.bim menyadarkanku."ng...bu asti,ini alin,saya tau rumah ibu dari om kris,adiknya Bpk nugraha yaitu papa saya sendiri,alin ini dulu diadopsi waktu usia nya masih 6 bulan." ujar kak.bim menjelaskan.
sang mama terkejut dan langsung memelukku erat,ya Allah anakku,maafkan ibu nak,akhirnya ibu bisa bertemu kamu,sekian tahun ibu cari kamu."isak ibuku dipelukanku,tapi entahlah,reaksiku biasa saja,karena aku memang tidak tau harus berkata apa,jujur,mereka masih asing bagi ku.