CARAMU MENINGGALKAN LUKA MENCIPTAKANKU HEBAT

CARAMU MENINGGALKAN LUKA MENCIPTAKANKU HEBAT
AKU PERGI MENCARI KETENANGAN DIRI


__ADS_3

waktu berputar begitu cepat,aku dan andre telah bertunangan,saat ini kami sedang mempersiapkan tgl pernikahan kami pada waktu yang tepat,kala itu dirumah.


"coba liat,baguskan?ini kebaya yang akan mama pakai untuk acara nikahan kamu nanti"kata mama sembari menggenakan baju tersebut.


"mama yakin andre bisa jadi bagian dari keluarga kita?"tanya Bima dengan respon kecil."maksud kamu apa bim?adikmu itu mau menikah,harusnya kamu bahagia,dari dulu,setiap adik kamu mengenal kan teman laki lakinya,kamu selalu aja gak pernah punya tanggapan baik".jawab mama sedikit kesal."


"bukan gitu ma,jelas aja dulu saya menolak dia pacaran sama dika,saya gak setuju,karena saya curiga dia sudah punya istri,dan ternyata benarkan?"mama terlalu polos di bohongin alin".kata bima dan pergi meninggalkan kamar.


begitulah reaksi kak bima dan kak rian selàma ini,terkadang aku heran,mereka gak pernah baik setiap kali aku menjalin hubungan dengan pria manapun,dalam pandanganya setiap pria yang kukenal itu buruk,mereka dan istri mereka selalu saja curiga,aku belajar terbuka sama mama tentang apa ada nya diriku,mana yang perlu aku ungkap mana yang tidak,semua demi menjaga perasaan kedua orang tuaku,tapi aku masih saja selalu salah.


aku bisa maklum,mungkin karena aku 1 rumah dengan papa dan mama,sedangkan mereka sudah memiliki rumah tangga masing masing,mereka tidak tau keseharianku,mereka jg selama ini sibuk dengan kehidupan mereka sendiri.


tak lama,tiba tiba papa muncul kedalam kamar."ma..kayak apa ini,sampai sekarang anakmu gak ada ngomongin soal pernikahan,saya ini bapaknya,dia malah asik dikamar terus gak turun turun,ngobrol kek tentang biaya,apa aja yang mau dipesan."mendengar itu mama menarik nafas panjang.


"seharusnya papa yang ajak ngomong,lagi pula papa bicara soal biaya,ini kan tugas kita pa sebagai orang tua,masa mau bebanin anak juga,alin sudah bicara kalau dia dan andre ingin pernikahanya biasa aja,mereka tidak mau membebani orang tua."jawab mama menjelaskan.


"ya nggak bisa dong ma,papa ini orang terpandang,papa harus undang teman teman tenis papa,teman kantor dan banyak,mana alin,biar pp tlp suruh kekamar"balas papa kesal.


lama kemudian.


"kamu itu mau nikah,tapi sampai sekarang,kamu aja belum setor uang sepeserpun sama papa,"tatap pp padaku."uang apa pa,alin juga masih nunggu uangnya kekumpul,mama sudah jelasin kan ke papa."jelasku menegaskan.

__ADS_1


"kamu itu mikir pakai otak,nikahan biasa biasa aja itu yang gimana,malu sama teman teman papa".


aku pun tersenyum menanggapinya.


"alin kurang ngerti apa si pa,alin uda sabar,bahkan alin sama mama berusaha untuk siapin sesederhana mungkin untuk adain acara ini.kenapa si,papa itu cuma mikir uang dan uang."kata alin kesal.


"Oh begitu kamu..!! sentak papa.


"alin uda diam pa,alin ngalah supaya dirumah ini tidak ada keributan,alin juga sudah berusaha apapun untuk bisa bikin papa senang,bikin mama senang,tapi tolong papa kali ini juga bisa dengerin mau alin,semua demi kebaikan bersama,alin bukan anak kecil lagi pa,alin mau nikah."kataku menjelaskan.


namun tiba tiba wajah papa berubah pucat,keringat dingin keluar dan duduk lemas di tempat tidurnya."papa?!!sudah alin berenti,ambil air minum buat papa kamu."panik mama disamping papa.aku berlari mengambilkan segelas air untuknya dan menatap papa yang terdiam lemah tak berdaya,sesegera mungkin aku mengambil kunci mobil dan berusaha sekuat tenaga menuntunya serta membawa nya kerumah sakit .


"papa tahan ya,apanya yang sakit pa?"aduh,kakak mu kemana si lin,sudah di tlp belum.?" tanya mama panik."sabar ma,nanti sampai rumah sakit alin hubungi.


waktu berlalu,aku dan mama masih berada di luar ICU,menunggu kebar selanjutnya tentang kondisi papa.


"papamu itu memang suka keras,tapi papa sayang sama kamu lin."ujar mama dengan sabar."Alin tau ma,maafin alin ya ma,karena alin,papa jadi seperti ini."tatapku menyesal.


"bukan juga nak,papa mu seminggu ini makan gak kontrol,menu berlemak,obat obatan di meja semua diminum sembarangan,belum lagi minum manis,kapan hari berapa kali minta beli.in kamu donat,1 kotak semua dihabiskan sama papamu sendiri."jelas mama padaku.


"ya sudahlah ma,kita berdoa aja semoga papa gak kenapa napa,alin hubungi kk dulu ya ma"kataku pergi meninggal kan mama.

__ADS_1


yah,ribut dalam keluarga itu biasa,aku selalu memaklumi tingkat kekerasan papa dalam berpendapat,itulah kenapa aku selalu banyak memilih diam.tak terasa waktu berlalu,3 hari sudah papa di ICU,papa dipindahkan keruang rawat inap dan aku dengan sabar menunggu di rumah sakit bersama mama,lantas kemana kedua kakak ku?.lebih tepatnya mereka hanya datang sesekali sebagai formalitas😑.


"lin...pernikahan kamu,"...ujar papa bicara lalu aku memotong pembicaraanya."ssst..kita bahas itu kalau papa sudah sehat ya.sekarang kita ngobrol yang ringan ringan aja,papa mau makan apa?,alin beli.in mau?"tatapku tersenyum lebar.


"papa mau roti yang manis,mulut papa pahit."ujar papa manja."jangan pa,kita nurut kata dokter,makanan dari rumah sakit aja gak disentuh sama sekali."balas mama mengingatkan.


"gak papa ma,dari pada perut papa belum keisi,alin beli.in ya,yang penting gak berlebihan."kataku dan papa mengangguk senang.


Begitulah keseharian kami ber 3 dirumah sakit,hingga tak terasa..sebulan sudah papa dirawat,saat mulai sembuh,akhir akhir ini kondisi papa jadi menghawatirkan,bolak balik kerumah sakit dan harus rawat inap lagi,tubuhnya semakin kurus dan nafsu makan berkurang,emosionalnya gak stabil,sering menangis dan sedih karena kondisinya yang tak kunjung seperti sedia kala,lebih suka marah,dan manja,hingga membuat mama,aku dan ke dua kakakku sering kewalahan.


"kenapa si papa dikasi ujian seperti ini,kenapa dirumah sakit kemarin papa ditinggal"tangis papa kesal sembari berbaring."kemarin kan papa di ICU,kita gak boleh masuk,dan semuanya diurusin oleh pihak rumah sakit."yang sabar ya pa saat sakit,ada banyak malaikat disekeliling papa menjaga papa,karena itu papa banyak berdoa supaya papa dikasih kesembuhan sama Allah ya."ujar alin membesarkan hati papanya.


siang itu dirumah,"halo om?"balasku menjawab telephone."bagaimana kondisi papa mu lin?"tanya om kris serius."ya seperti ini om,kondisinya baik,tapi pas tensi nya menurun,papa balik lagi dibawa kerumah sakit.


"papa mu itu ada hal yang menjadi beban pikiranya untuk disampaikan ke kalian anak anak."balas om tampak serius."maksud om beban apa?"tanyaku ingin tau.


"kalian harus dipertemukan ber3,ini sangat penting,soal status anak."mendengar itu aku terkejut,"maksud om anak apa?alin gak ngerti."balasku lagi.


"bicaralah sama mama atau kakakmu,dengar dengar,kamu mau menikahkan?." ujar om menjelaskan,lalu aku menutup tlp tersebut dan menarik nafas panjang,ada apakah ini,suasana hatiku begitu resah hingga akhirnya aku meninggalkan rumah menuju kantor andre.


setibanya disana,aku bicara serius diruanganya menceritakan maksud dari ucapan om kris.

__ADS_1


"kenapa ya om kris bicara seperti itu,lantas apa hubunganya dengan pernikahan kita yank..?"tatap andre heran."aku juga gak tau ndre."balasku masih tanda tanya.


"status anak...apa mungkin kamu bukan anak kandung mereka?"ujar andre tiba tiba dan aku terhenti sejenak sembari berfikir,tiba tiba saja,aku langsung pergi meninggalkanya menuju kediaman kak bima..kali ini aku ingin tau,aku benar benar ingin tau,Tuhan kenapa hati ini jadi tak menentu.


__ADS_2