Catatan Harian Buat Tuhan

Catatan Harian Buat Tuhan
Awal mula mencatat Buku Harian Untuk Tuhan


__ADS_3

setelah sekolah selesai aku bukan nya langsung pulang, aku sedih karna teman teman ku tau tentang keadaan orang tua ku. Aku berpikir mungkin gak akan ada yang mau lagi berteman dengan ku. Aku hanya terdiam sambil menyusuri jalan namun tak tau arah.


Di sepanjang aku berjalan , aku hanya terdiam sambil melihat orang di sekelilingku. Tiba tiba , aku menghampiri seorang nenek tua yang berjualan buku, namun bentuk buku nya unik sehingga aku tertarik ingin melihat nya.


"Nek , buku nya unik ya", saya suka". ( sambil tersenyum melihat buku yang di jual si nenek)


"iya, nak"... kamu mau belik dari tadi belum ada yang belik buku nenek ini... buku ini bisa kamu pakai untuk belajar atau bisa buat buku catatan Harian seperti itu. ( saut sang nenek)


"Buku catatan harian nek" ( sambil berfikir, kenapa aku gak pernah kepikiran buat buku harian ya).


" iya nak, kamu bisa mencurahkan semua isi hati kamu ke buku ini"


"Emang satu buku ini berapa nek?"


"Murah kok nak , cuman 25 RB aja "

__ADS_1


"emmm....saya hanya punya 20Rb nek, kurang 5 RB lagi nek".


" Ya udah khusus kamu pembeli nenek yang pertama hari ini nenek kasi diskon sama kamu"..


" makasih ya nek"( sambil senyum bahagia)


Aku pun bergegas jalan pulang ke rumah, Karna sudah hampir malam. Sesampainya aku di rumah mamah udah pulang dan sudah menyiapkan makan malam untuk kita berdua


"ma, maaf ya Nikita pulang malam, karna tadi Nikita belik buku"


" iya tidak apa apa", iya cepat kamu mandi biar kita makan malam"


Selesai mandi aku dan mama pun makan malam bersama dengan lauk seadanya aja.


"Nik, mama tadi udah dapat kerja di perusahaan maju jaya, tapi mama hanya sebagai staf biasa aja. tapi enggak masalah yang penting mama bisa kerja, dan bisa bersama kamu ( sambil tersenyum manis kepada ku)

__ADS_1


"enggak masalah mah, apapun kerja mama dan bagaimana pun keadaan kita, aku tetap terima kok ma"


"makasih ya Nik, ngomong - ngomong bagaimana sekolah kamu hari ini".


"aaaaa baik baik aja kok mah, seperti biasa, semua pelajaran Niki bagus bagus aja, sama juga dengan teman teman ( sambil di dalam hati berkata aku enggak berani bilang ke mama tentang yang sebenarnya terjadi)


setelah makan, aku pun bergegas untuk ke kamar. Aku membuka tas , dan mengambil buku yang aku belik dari nenek itu.


aku ingat dengan kata kata nenek itu, bahwa jika kita mencatat buku harian maka sedikit perasaan kita lega. Aku binggung mau buat catatan apa.


sekitar 15 menit berlalu aku hanya memandangi buku itu, dan tiba tiba entah dari mana asal nya aku ingin membuat buku harian untuk Tuhan.


"*Tuhan ... hari ini aku ingin bercerita kepada mu, Tuhan aku sedih , kenapa ya tuhan ini harus terjadi kepada ku, kenapa harus keluarga ku yang mengalami nya Tuhan.


aku tidak menyalakan engkau , tapi aku hanya bertanya.

__ADS_1


Aku ingin keluarga ku utuh seperti dulu , kemana mana aku jalan bersama mereka berdua. Aku gak ingin lihat mama sedih karna kelakuan papa*."


walau pun singkat aku mencatat keluh hati ku , aku merasa sedikit lega karna aku bisa menuangkan kan nya. Tak terasa sudah larut malam, aku pun segera tidur.


__ADS_2