Catatan Harian Buat Tuhan

Catatan Harian Buat Tuhan
Aku dan David semakin dekat


__ADS_3

Aku pun di antar oleh bang David pulang , di sepanjang perjalan aku hanya diam dan heran menatap dia .


“ Arah rumah kamu di mana , ini lurus atau belok? “


“ ahhhh ,,,, belok kanan bang trus lurus nanti di situ ada gang masuk aja “


“ oke “ ( menjawab dengan santai nya )


“ yang mana rumah kamu ? “


“ ini bang kontrakan yang warna hijau “


Aku turun dan abang itu juga ikut turun .


“ makasih ya bang “


Abang itu menatapkan dengan heran


“ aku masuk dulu ya bang “( sambil melihat muka abang itu heran )


Aku berjalan ke arah pintu rumah dan melihat abang itu kenapa tidak juga berangkat


“ kamu gak tau sopan santun ya , ada tamu bukan di perbolehkan masuk “( sambil membuka pintu rumah ku dan langsung duduk di meja makan )


Aku hanya bisa diam dan heran melihat abang itu, karna baru pertama kali ada cowok yang berani masuk ke rumah ini.


“ abang mau minum apa “( sambil berfikir kalau abang ini minta makan aku mana bisa masak )


“ terserah apa yang ada aja, kalau gak ada juga tidak masalah “ ( berbicara seolah olah merasa tidak ada masalah )


Aku menuju dapur , didapur cuman ada air putih dan roti kering , seminggu ini mama tidak ada belanja sama sekali


“ bang cuman ada roti kering sama air putih doang “


“ tidak masalah “


“ bentar ya bang aku ganti baju dulu “


“ ehh tunggu ,, kamu panggil aja aku David kita cuman beda setahun aja gak usah formal kali “


“ iya bang,,, eh iya David “ ( sambil heran melihat dia kadang yang baik kadang judes, sambil berkata dalam hati laki laki aja dia judes nya begini bagaimana kalau dia perempuan ampun dehhh )


(David melihat lihat foto foto keluarga kami)_


“ ini foto keluarga kamu ya, kok ini di rumah yang mewah , penampilan kamu sekarang dan dulu itu beda ya ? “( saut David )


“ pertanyaan kamu banyak juga ya, kamu kepo atau apa… “( jawab ku dengan judes )


“ ini foto keluarga aku waktu aku masih bareng mereka yang lengkap dengan tidak ada masalah sedikit pun ,, namun sekarang berubah 180 derajat, aku hanya hidup berdua dengan mama dan keberadaan papa yang sampai sekarang aku enggak tau dia dimana “ ( saut ku dengan sedih )


( dia melihat ku dengan begitu lama )


“ emang keluarga kamu bisa begini itu karna perkara apaan ?”

__ADS_1


“ entah la David,,, aku malas kalau menceritakan itu dan malas untuk mengingatnya, aku hanya heran kenapa papa pergi begitu aja tanpa kasih kejelasan sama aku dan mama ( saut dengan sedih hampir meneteskan air mata )


( spontan David langsung menarik ku dan memeluk ku dengan erat )


“ kamu anak kuat , kamu pasti bisa lalui itu “


“ iyahhh… ( sambil menangis di pelukan David )


( David pun balek ke rumah nya , selang lima menit mama pun pulang dari tempat kerja nya )


“ nikkk…, mama balik ni ..! “


“ iya ma…”


“ ini mama bawak in makanan buat kamu makan malam “


“ iya ma “


“ maafin mama ya ,, belakangan ini mama gak bisa siapin kamu makanan karna mama sibuk kerja “


“ iya ma… nikita enggak masalah kok ma ,, yang penting mama sehat itu udah buat aku senang ma “


“ ma,,, aku mau bilang ke mama kalau aku terpilih jadi wakil ketua osis ma, dan nikita akan dapat beasiswa ma “


“ syukurlah nak ,,,”( sambil memelukku dengan senang )


( keesokan harinya tanpa di sangka sangka David jemput aku ke sekolah buat berangkat bareng )


“ nikkkk,,,,nikkkk ( sambil mengetuk pintu )


“ pagi tan “ ( sambil menyalam mama )


“ iya pagi, kamu siapa ya ( bertanya dengan heran )


“ aku kakak kelas nya nikita tan, kebetulan kami juga bagian besar dari anggota osis , saya sebagai ketua osis dan nikita sebagai wakil ketua osis nya tan “


“ ooooo…. Jadi kamu ya ketua osis nya “


“ heheeh iya tan “ ( tertawa tipis )


( aku pun datang dan menatap david dengan heran , ini orang ngapain datang pagi pagi begini )


“ ehhh bang david,,, David maksud nya ,, kamu ngapain pagi pagi gini datang ? “


“ kesekolah,, ayokk kita berangkat bareng “


“ ahhhhh,,, kamu salah minum obat ya “( heran menatap dia )


“ anak tante lucu juga ya , ada yang jemput dia malah saya di bilang salah minum obat “


“ ya ampun nikkk..,, kamu ini , iya kamu siap siap biar berangkat kesekolah bareng dia ,, mama mau berangkat ini kerja nanti mama terlambat “ ( mama masuk ke dalam dan langsung mengambil tas nya untuk berangkat kerja )


“ mama berangkat kerja dulu ya “ ( sambil mencium dan memeluk ku )

__ADS_1


“ iya ma..”


“ tante titip nikita sama kamu ya David “


“ iya tan ,, aman kok kalau sama ku “ ( sambil menyalam mama dan tersenyum tipis )


" bentar ya aku ambil tas dulu ( berkata di dalam hati , dia kenapa ya )


( kami berangkat kesekolah sama dan semua siswa heran melihat kami berdua bisa bareng berangkat nya ke sekolah )


" ehhhh nik kamu kok bisa bareng bang Kevin ,, pake pelet apa kamu " ( saut Yura pada ku dengan sinis nya )


" ini lagi satu perempuan , pagi pagi udah bikin gerah , wajar la aku bareng dia , dia kan wakil ketua OSIS kalau aku bareng dia berarti ada tugas Osis ( saut David )


" kamu ini ya jadi perempuan lembek banget di gitu malah dia , sesekali itu harus di balas biar mereka enggak biasa begitu kek kamu "


" di lawan juga gak ada guna David "


" ahhh terserah kamu la, susah ngomong sama orang baik kek kamu " ( pergi dengan kesel ).


" nikkkk, tunggu aku " ( saut intan memanggil ku )


" ehhh intan , ada apa , kamu tergesa gesa memanggil aku "


" enggak , mau bilang bareng aja ke kelas " ( sambil tersenyum kepada ku )


" ya ampun kamu ini ya kebiasaan dehh "


kami pun semua masuk ke dalam kelas agar melaksanakan pembelajaran


" selamat pagi anak anak "


" pagi buuuu..... "


" nik,,,, nanti sepulang sekolah kamu jangan langsung pulang ya, kamu berhadapan sama kepala sekolah buat mengurus mengenai beasiswa kamu "


" baik ibu " ( tersenyum tipis dengan bahagia )


(tak terasa pembelajaran pun telah selesai, Yura datang menghampiri aku dan berkata)


" wajar sihh dia dapat bantuan , dia sekarang kan sudah miskin " ( menyindir ku dengan tertawa )


( aku hanya bisa diam dan diam )


" ehhhhh,,,, itu mulut punya etika gak sih, macam gak di sekolahin ( saut intan dengan kesal )


" Oalah intan intan kamu ini ya sok jadi pahlawan kesiangan"


" ehhhh,,, seharusnya kamu itu malu , kamu anak orang kaya tapi gak punya jabatan di OSIS , dan dia anak biasa biasa tapi kepilih jadi wakil ketua OSIS. ,"


( Yura langsung pergi keluar dengan kesal )


" sesekali kamu itu harus bisa tegas ke mereka nik, biar kamu itu gak di Injak injak mereka "

__ADS_1


( aku hanya bisa tersenyum dan di dalam hati ku berkata mereka itu udah lebih aku anggap dari sahabat, aku udah anggap mereka saudara namun aku tidak ada artinya di mata mereka)


__ADS_2