Ceo Dingin Itu Suamiku

Ceo Dingin Itu Suamiku
Bab 1


__ADS_3

Seorang wanita tengah duduk termenung merenungi nasibnya , dia baru saja menjadi istri beberapa jam yang lalu


Ceklek....


Pinntu kamar mandi terbuka dan menampakan seorang pria tampan dengan wajah datar nya keluar dari sana


" Mandi " Ucapnya dingin terdengar seperti perintah


wanita yang masih menggunakan gaun pengantin itupun berjalan memasuki kamar mandi dengan muka masamnya


Tak lama setelah itu dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tidurnya yang bergambar panda


Dia menaiki kasur dan duduk di samping suaminya yang sedang membaca koran eh salah maksudnya buku


Dia mengambil handphonenya yang ada di atas nakas lalu memainkannya


Tok...


Tok...


Tok...


Pria itu menoleh kearah istrinya agar istrinya membukakan pintu


Tok ...


Tok...


Tok...


" Kak Devan,kak Naura " teriak seseorang yang mengetuk pintu tersebut


Wanita yang bernama Naura pun membukakan pintu dan terpampang lah wajah seorang pria yang menatapnya dengan tatapan kesal


" Lama banget sih bukain nya. Dipanggil kebawa untuk makan malam " Ucap Naufal adik kandung Naura sambil berlalu pergi


" Apa apa sih marah-marah mulu" gerutu Naura

__ADS_1


Dia kembali masuk kedalam kamarnya dan menghampiri suaminya


" Kak disuruh kebawah katanya, makan malam"ucap naura kepada devan suaminya


Devan menoleh ke arahnya sekilas lalu menutup bukunya dan keluar dari kamar dengan tangan menggandeng menara eh NAURA


Saat sudah di bawah semua mata tertuju kepada mereka berdua


" Gandengan terusss, kayak mau nyebrang jalan aja"Ucap davin Abang devan yang langsung mendapatkan cubit dan dari istrinya,Kayla


Saat ini mereka sedang berada di kediaman naura dan keluarga


Devan tidak menghiraukan ucapan abangnya dia tetap berjalan ke meja makan yang sudah diisi oleh keluarganya dan naura


Dia menarik kursi lalu duduk dan diikuti naura yang duduk di sampingnya


Setelah makan mereka semua berbincang-bincang kecuali devan dia hanya akan berbicara jika ditanya saja


Naura melihat jam dan ternyata sudah pukul 10 pantas saja dia sudah mengantuk


" Em... semuanya naura pamit ke kamar dulu ya, udah ngantuk soalnya" ucapan naura membuat semua orang menatapnya termasuk suaminya yang menatapnya datar


Devan terus melihat naura hingga tubuhnya hilang di balik pintu kamar, seolah-olah dia sedang mengawasi naura jika naura kenapa-napa


Tak tak lama setelah itu devan menyusul tanpa pamitan ke semua orang yang ada di sana yang membuat mereka menggelengkan kepala melihat tingkah devan


"Woi,adek biadab lo main pergi pergi aja" teriak davin saat devan sudah menaiki tangga


Devan devan tetap berjalan seolah-olah tidak mendengar teriakan davin dan itu membuat davin menggeram kesal


Saat memasuki kamar dia melihat naura sudah berbaring dengan mata terpejam


Dia menaiki kasur dan berbaring di sebelah naura,


Dia menghadap ke naura yang juga menghadap nya


Terdengar dengkuran halus dari naura yang menandakan bahwa naura telah tidur

__ADS_1


Devan ikut memejamkan matanya dan menarik naura kedalam pelukannya, tak lama setelah itu dengkuran halus juga keluar dari mulutnya


-------------------


Devan terbangun saat merasakan sinar matahari masuk ke kamar yang ditempati nya melalui celah telah gorden


Dia melihat wajah istrinya yang sedang tertidur, setelah mengecup kening istrinya dia melepaskan pelukannya dan berjalan ke kamar mandi


Saat ia keluar dari kamar mandi ternyata naura sudah bangun dan sedang merapikan tempat tidurnya


"Good morning kak" ucap naura sambil tersenyum menampakan deretan giginya


"Hm..." jawab devan


"Dasar manusia kutub" gumam naura sambil mendengus


Devan menoleh ke arahnya dengan tatapan dinginnya yang membuat naura ciut


Naura langsung lari terbirit-birit ke kamar mandi sedangkan devan dia berjalan keluar dari kamar


Saat naura keluar dari kamar mandi ternyata di kamarnya sudah tidak ada manusia kutunya


Dia berjalan keluar menuruni tangga dan menuju meja makan, ternyata di sana sudah ada keluarganya yang berkumpul bersiap-siap untuk sarapan termasuk suami dinginnya itu


Dia menarik kursi dan duduk di samping suaminya, devan menoleh ke arahnya sekilas lalu kembali menghadap depan dengan wajah datar nya


Setelah sarapan mereka semua membantu naura membereskan barang-barang nya untuk pindah ke rumah yang sudah dibeli devan


----------------


Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju rumah yang akan ditempati nya


"Kak masih jauh ya rumahnya" tanya naura


Devan tidak menjawab dianya menoleh sekilas lalu menatap jalanan lagi


Naura menghembuskan napasnya kasar, kalau seperti ini terus dia bisa darah tinggi

__ADS_1


Devan merasa heran saat tidak ada pergerakan di sebelahnya, saat dia menoleh ternyata istri cerewet nya sedang tertidur


Bersambung


__ADS_2