Ceo Dingin Itu Suamiku

Ceo Dingin Itu Suamiku
Bab 5


__ADS_3

Saat di dalam kamar ternyata tidak ada siapa-siapa, dia pikir Devan ada di kamar karena ini sudah larut malam


Naura memutuskan untuk membuatkan coklat dingin untuk devan, setelah membuat coklat dingin dia berjalan ke ruang kerja devana


Saat saat memasuki ruangan itu hanya ada keheningan, Devan langsung menoleh saat menyadari ada orang lain di dalam ruangan itu selain dirinya


"Ini aku buatin coklat dingin buat kakak"ucap Naura sambil menaruh gelas yang di bawahnya kemeja Devan


Devan Devan mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya, Naura pun memutuskan untuk keluar


Saat tiba-tiba saja devan menahan tangannya


"Kenapa kak" tanya naura


"Temenin" ucap devan lalu menarik kursi yang ada di depan meja nya menjadi ke samping nya dan menduduki naura di kursi itu


Naura hanya menuruti ucapan devan, setelah beberapa saat dia sudah tidak tahan dengan keheningan ini


"Kak, masih lama ya" tanya naura, devan menoleh sekilas lalu mengangguk kan kepalanya, sebagai tanda jawaban


"Kenapa sih kerja mulu, dari tadi pagi sampai sore kerjaaaaaaaaaaaa mulu, nggak bosan apa" ucap naura

__ADS_1


Devan stefan tidak mengindahkan ucapan naura, dan itu membuat naura semakin geram


***************


Devan melirik ke arah naura, karena merasa aneh pasalnya sejak dari setengah jam yang lalu naura terus aja menggocek dan mengomeli nya, dan sekarang hanya ada keheningan


Saat dia menoleh ternyata naura sudah tertidur dengan menyadari di kursi yang diduduki nya


Devan mengangkat naura ke pangkuan nya dan menyandarkan kepalanya urat di dadanya lalu dia melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit


Setelah beberapa saat devan pun mengemasi meja nya lalu menggendong naura menuju kamar mereka


Devan meletakkan aura di atas kasur lalu menyelimuti nya setelah itu ia berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok gigi, mencuci muka dan mencuci kaki


Sebelum tiffany ku terlelap dia menyempat kan untuk mencium kening naura


************


Naura terbangun dari tidurnya saat cahaya matahari masuk ke dalam kamarnya lewat celah celah gorden


Saat dia menoleh ke samping terlihat lah suami datar plus tampang nya yang sedang tertidur masih memeluknya

__ADS_1


Awalnya naura sempat kaget saat melihat tangan dewan sedang bertengger di atas perutnya


Tapi dia berpikir mungkin devan tidak sengaja memeluknya saat tertidur


Naura melihat jam yang bertengger di atas maka sang menunjukkan pukul enam pagi


"Kak... kak bangun"Rara menempuk nepuk pelan wajah devan, tetapi tidak ada reaksi dari sang pemilik wajah


Dia meng goyang goyang kan tubuh devan tetapi tetap sama karena geram akhirnya naura mengganti tidung devan agar dia tidak bisa bernafas


Dan cara itu berhasil, devan langsung bangun sambil ngos-ngosan


Devan menatap marah tajam " kamu mau membunuh saya?" tanya devan dingin


"Ya enggak lah, aku masih belum siap jadi janda" sewot naura


"Terus ngapain kalau bukan mau ngebunuh?" devan mengangkat sebelah alisnya


"Aku aku itu mau bangunin kakak, aku udah coba segala cara tauk, tapi kakak nggak bangun-bangun.Maka nya kalau tidur jangan kayak kebo, susah banget dibangunin" ucap naura dengan omelan di akhir kalimatnya


Devan tidak menanggapi ucapan Naura, iya bangkit lalu berjalan ke arah kamar mandi

__ADS_1


Dan tiba-tiba....


...Bersambung......


__ADS_2