
Dimulai dari asal sekolahnya sampai pengalaman terbaiknya
"Kenapa anda resign dari tempat kerja anda yang lama" tanya devan kepada naura
"Lah ni orang pikun atau gimana sih, kan dia yang nyuruh gue resign make nanya lagi" batin naura
"Karena itu perintah suami saya" ucap naura, devan langsung menganggu angguk kan kepalanya
Tanpa sepengetahuan naura, devan tersenyum tipis saat mendengar jawaban naura
{Yap benar,,, tipis banget kayak pita(•‿•) }
Setelah interview naura tidak diizinkan pulang oleh devan, dia harus pulang bersama devan
Dan dan di sinilah dia saat ini di ruangan devan, bersama sang suami berwajah datar yang sibuk dengan kertas kertasnya
"Kak, masih lama ya? aku bosan tau" ucap naura
Devan hanya menoleh sekilas selalu melanjutkan pekerjaannya dan itu membuat naura semakin geram
"Aku tunggu di kantin aja ya" ucap naura sambil berjalan keluar dari ruang devan
Saat dia keluar dari ruangan devan ternyata devan mengikutinya dari belakang
"Kak kak devan mau ke mana?" tanya naura saat menyadari devan berjalan di belakangnya
__ADS_1
Devan hanya mengangkat kedua barunya menandakan bahwa dia tidak tahu
Naura kembali berjalan menyusuri kantor, dia sempat bertanya dimana kantin yang ada di kantor ini
Saat sampai di kantin Naura langsung memilih kursi di pojok dan memasang bakso
Ternyata diva juga ikut duduk satu meja dengannya dan itu membuat naura kaget
"Kakak kakak ngapain di sini juga?" tanya naura
"Makan" balas devan
Devan memanggil pelayan untuk memesan makanan, pelayan pun menghampiri Devan dengan rasa takut takut
Dia sudah memasukkan tiga sendok sambel di dalam mangkuk baksonya dan saat dia akan menambahkan sendok ke-empat tangannya langsung ditahan Devan
"Kamu kamu mau sakit perut?"tanya Devan dengan tatapan tajamnya
Devan langsung menukar bakso nya dengan bakso Naura, Naura hendak protes tetapi terhenti saat defan memberikan tatapan tajamnya
Naura pun memakan baksonya dengan raut wajah kesal sedangkan Devan makan dengan santai tanpa peduli dengan gerutuan Naura
Setelah setelah selesai makan Naura hendak beranjak dari tempatnya tetapi tangannya ditahan oleh Devan
"Kemana?"
__ADS_1
"Pulang lah"jawab Naura acuh
Devan mengeratkan genggamannya di tangan Naura saat mendengar jawaban Naura
"Sama saya"ucap defan lalu menarik Naura ke ruangannya
Untunglah saat ini bukan jam istirahat kantor jadi tidak terlalu banyak yang melihat mereka
Saat sudah sampai di ruangan nya Devan langsung menghampiri mejanya lalu mengemaskan barang-barangnya tanpa melepaskan kan an sebelah tangannya dari genggaman Naura
Setelah itu dia langsung menarik Naura keluar ruangannya menuju lift khusus untuknya dan berjalan menuju parkiran
"Kita mau ke mana"Tanya Naura saat mereka sudah memasuki mobil
Devan hanya melihat sekilas setelah itu dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
Naura mulai berkerut itu tidak jelas akibat diabaikan oleh suami datarnya itu
Saat setelah beberapa menit di perjalanan Naura mulai mengetahui jalannya, ini jalan ke arah rumahnya dan Devan
Setelah sampai di rumah Devan langsung menaiki tangga dan memasuki kamar dan mengganti bajunya setelah itu dia pergi ke ruang kerjanya
Naura melihat jam ternyata baru menunjukkan pukul 2, dia jadi merasa bersalah ke Devan, karena dia Devan harus pulang lebih awal
Bersambung...
__ADS_1