Ceo Dingin Itu Suamiku

Ceo Dingin Itu Suamiku
Bab 2


__ADS_3

Dia kembali melajukan mobilnya menuju rumah yang akan ditempati nya


Saat sudah sampai dia kembali menoleh ke samping dan ternyata istrinya masih tertidur


Devan mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Setelah menaruh istrinya di kasur devan langsung mengemas barang-barang istrinya yang di bawah oleh orang suruhan nya


Naura terbangun dari tidurnya, dia terlihat bingung karena tidak mengenal ruangannya di tempatnya


Ceklek...


Devan keluar dari ruangan yang diduga itu adalah kamar mandi


"Kak kita di mana?" Tanya naura


"Rumah" jawabnya tanpa menoleh ke arah naura


Naura hanya mengangguk dia menghampiri kopernya berniat untuk mengemasi barang-barangnya tetapi isinya kosong


Saat dia membuka lemari di sana bajunya sudah tersusun rapi dan barang-barangnya yang lain juga


Naura menghampiri devan yang sedang berada di balkon kamarnya


"Kak, siapa yang beresin barang-barang aku" tanya naura kepada Devan suaminya

__ADS_1


"Pelayan" bohong devan


Naura hanya mengangguk angguk kan kepalanya


"Emm,,, kak kapan aku bisa kerja" tanya naura ragu-ragu


Devan melihat sekilas ke arah naura lalu balik menghadap ke depan


Naura memang tidak langsung menerima perjodohan nya dengan devan


Ia menerima perjodohan ini dengan satu syarat, syaratnya yaitu dia diizinkan bekerja


Sedangkan devan dia akan menerima syarat dari naura dengan syarat naura harus bekerja di kantornya


Saat ini Naura sedang berada di kantor Devan, dia akan melakukan interview kerja


Naura sempat kaget saat mengetahui bahwa yang mewawancarainya adalah Devan suaminya sendiri


Ternyata perusahaan suaminya ini sedang mencari sekretaris untuk CEO perusahaan tersebut dan CEO di perusahaan ini adalah Devan sendiri


Setelah hampir setengah jam Naura menunggu giliran untuk di interview akhirnya namanya pun dipanggil juga


Naura masuk ke ruangan itu setelah mengetuk pintu tiga kali, dan saat dia masuk naura dapat melihat suaminya yang sedang menulis sesuatu mungkin menandatangani berkas


Naura jadi teringat dengan omongan devan tadi malam, jika dia tidak lolos interview maka dia kan menjadi OG ( office girl) di perusahaan devan

__ADS_1


"Masuk" ucap devan tanpa menoleh ke arah nya


Naura duduk di hadapan devan dengan meja yang menjadi penghalang antara mereka berdua


Devan merapikan kertas-kertas yang ada di mejanya, lalu dia melihat naura dengan intens


"Naura alisha WIJAYA" ucap devan dingin tanpa mengalihkan tatapannya dengan menekan kata wijaya


Naura terkejut mendengar ucapan devan, naura merasa dia tidak pernah menambahkan mereka desa andi ujung namanya


"Maaf pak, saya tidak bermaksud memakai marga bapak" ucap naura, dia takut devan akan marah padanya


"Kenapa kamu tidak memakai marga saya" tanya Devan kepada negara


"Maksudnya" naura benar-benar tidak mengerti maksud *devan


SETELAH BEBERAPA SAAT BERPIKIR DIA AKHIRNYA MENGERTI, TERNYATA BUKAN DIA YANG MENULISKAN MARGA DEVAN CIUJUNG NAMANYA TETAPI DEVAN LAH YANG YANG MENAMBAHKAN NYA*


"Kamu tidak menganggap saya sebagai suamimu? saya tahu kamu tidak suka dengan perjodohan ini,tetapi apa susahnya sih hargai saya sebagai suami kamu"ucap defan dingin tajam plus datar


"Maaf, saya nggak bermaksud seperti itu, saya kira bapak akan marah kalau saya pakai marga bapak"ucapan Naura membuat Devan menggelar nafas


"Kita mulai, ceritakan tentang diri kamu"ucap Devan menatap Naura intens Naura pun mulai menceritakan tentang dirinya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2