
SEBELUM LANJUT BACA JANGAN LUPA LIKE YAH 🤗🌹
Pagi hari yang cerah, seperti biasanya Mita melakukan aktivitasnya, bekerja di perusahaan Pradiktia Group.
"Mita"ucap Raffa memanggil Mita
"Iyah ada apa ?"
"Aku mau bicara sama kamu, ikut aku keruang sebentar !"
"Hmmm yaudah ayo"
Mita dan Raffa pun masuk ke dalam ruangan kerja Raffa.
"Jadi kamu mau ngomong apa?"tanyanya Mita pada Raffa, kini mereka duduk berhadapan
"Aku mau kita segera menikah"
Mita yang mendengar pernyataan Raffa pun kaget pasalnya dia tidak pernah berfikir sejauh itu, karena Mita pikir Raffa hanya ingin memacarinya saja bukan untuk dijadikan istri, tapi ternyata dia benar-benar dengan hubungannya.
"Hahh kamu serius Mas mau nikah sama aku, kamu gak lagi bercanda kan?" tanyanya Mita karena dia masih merasa ragu terhadap Raffa
"Ya aku serius lah sayang, saat pertama kali aku nyatain cinta buat kamu, disaat itu pula aku memutuskan bahwa kamu akan menjadi pendamping hidup aku, jadi bagaimana apa kamu mau jika aku melamar kamu? waktu itu juga aku pernah ngajak kamu nikah tapi kamu masih belum siap"
"Iyah tapi Mas, apa nggak terlalu cepat?"
"Enggak sayang, atau kamu belum siap yah untuk nikah sama aku?"
"Enggak kok Mas, aku udah siap kok nikah sama kamu" ucap Mita sambil tersenyum kepada Raffa
"Syukur lah, jadi nanti malem aku bakal dateng ke rumah kamu, buat lamar kamu"
"Hahhh nanti malem mas"ucap Mita yang terkejut, dia pikir Raffa akan melamarnya satu Minggu lagi atau satu bulan lagi, tapi ternyata benar-benar secepat itu.
"Iyah nanti malem aku sama kedua orang tuaku bakal dateng kerumah kamu, kamu mau kan"
"Iyah aku mau mas"ucap Mita sambil tersenyum malu pada Raffa kini pipinya sudah memerah seperti tomat
Raffa yang melihat Mita pun, sangat gemas, dan menurut Raffa saat Mita sedang salah tingkah atau malu-malu terhadapnya Mita terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
Setelah mereka berbicara tentang pernikahannya, Raffa menyuruh Mita untuk pulang lebih awal, untuk memberi tahu kedua orang tua Mita, bahwa nanti malam Raffa akan datang kerumahnya.
Saat sampai dirumah Mita langsung menghampiri Mama nya yang sedang memasak didapur.
__ADS_1
"Mamaaaaa" teriak Mita
"Iyah ada apa, Mama ada di dapur sayang"
"Ma"
"Hmmm, eh sebentar, kok kamu udah pulang sih, bukannya biasanya kamu pulang kerja itu sore yah?"
"Hehehehe Iyah mah, aku disuruh pulang sama Mas Raffa"
"Loh kok disuruh pulang, kamu dipecat?"
"Enggak Ma, aku gak dipecat kok"
"Terus kenapa kamu disuruh pulang?"
"Jadi gini Ma, hmmm, Mas Raffa nanti malem mau datang kerumah makannya aku disuruh pulang"
"ohh mau datang kerumah, tapi kok harus nyuruh pulang kamu dulu sih?" tanyanya Mama yang masih belum mengerti maksud dari perkataan Mita
"Ihhh Mama masa gak ngerti sih, maksud akau Mas Raffa mau datang kerumah buat ngelamar aku nanti malem"
"Hahhhh, apa kamu bilang dek, ngelamar?"ucap Mama yang masih mencerna ucapan dari anaknya itu
"Iyah Ma"
"Aku juga gak tau Ma, tiba-tiba waktu dikantor Mas Raffa bahas tentang pernikahan, terus dia bilang mau ngelamar aku malam ini, aku juga kaget waktu dia bilang mau ngelamar aku malam ini, karena itu bener-bener mendadak Ma"
"ohhh, yaudah sekarang kita siap-siap buat nanti malam, Mama mau hubungin Papa sama kakak kamu dulu, nanti kita langsung belanja buat nanti malam"
Mama Mita pun langsung menghubungi Papa dan juga kakaknya Mita, mereka juga akan pulang lebih awal untuk menghadiri lamaran nanti malam.
"Mita, ayo cepetan turun kita belanja sekarang"
"Iyah Ma"Mita pun bergegas turun untuk menghampiri Mama nya
Setelah selesai belanja Mita dan Mama pun langsung disibukkan didapur, dengan berbagai macam jenis sayuran dan daging yang akan mereka masak.
"Huhh Ma, capek juga yah"
"Iyah udah gak usah banyak ngeluh, ini itu lamaran kamu loh"
"Iyah Ma"
__ADS_1
Disaat Mita dan Mama nya sedang memasak didapur, tiba-tiba Papa dan Bryan pun datang, dan menghampiri Mama dan juga Mita.
"Wouy dek"ucap Bryan sambil menepuk bahu mita
"Apaan sih kak, ganggu orang lagi masak aja"
"Yah elah galak amat sih adek Abang yang cantik ini"
"Iyah lah aku memang cantik"
"Huhh dek"
"Ada apa sih bang"tanyanya Mita yang melihat raut muka Bryan yang terlihat sedih
"Kamu beneran mau dilamar sama Raffa?"
"Iyah beneran, kenapa emangnya?"
"Enggak sih, Abang cuma lagi kepikiran aja nanti kalo kamu nikah, rumah ini bakal sepi dek, terus Abang nanti berantem sama siapa kalo gak ada kamu, Abang rasa kamu baru aja gede tapi kok udah mau dilamar aja sih"
Mama dan Papa yang mendengar perkataan Bryan pun, jadi ikut bersedih pasalnya memang benar jika Mita menikah dan meninggalkan rumah ini, pasti suasana rumah bakal sepi, begitupun dengan mita, meskipun Mita dan Bryan sering sekali berdebat tapi pada dasarnya mereka juga saling menyayangi satu sama lain.
"Abang jangan ngomong gitu dong, aku jadi sedih nih, kan meskipun aku nikah nanti, terus aku tingga sama Mas Raffa, tapi aku kan masih bisa main kerumah ini"ucap Mita yang sedang berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir.
"Hahhhhhh iyah sih bener, yaudah sini peluk Abang dong, nanti kan setelah kamu menikah Abang pasti susah buat bisa peluk kamu"
Mita pun langsung memeluk abangnya itu, disaat itu pula Mita tidak bisa lagi menahan air matanya, air matanya lolos begitu saja. Mama dan papa yang melihat pun ikut menitikkan air mata, karena terharu melihat pemandangan saat ini.
_
_
_
_
_
_
_
_
__ADS_1
Terimakasih buat kalian yang masih setia buat mantengin karya aku 🤗
jangan lupa like yah yang pastinya tinggalkan jejak yah😊