
Ria Ayunda, gadis remaja dari sebuah keluarga sederhana, gadis yang baik, rendah hati, dan mandiri. Saat ini ia kelas 3 SMA.
Ayah Keyla sudah meninggal ketika Keyla berusia 5 tahun.
" Selamat pagi Bu " sapa Ria.
" Selamat pagi juga sayang " Balas sang ibu.
" Ayo, kemari sarapan dulu " lanjutnya.
" Asiapp bos quee " jawab Ria terkekeh
"Kamu ini, ada ada saja " balas ibu tersenyum.
Ria hanya membalas nya dengan cengirannya. setelah sarapan, Ria pamit kepada ibunya dan bergegas pergi ke sekolah. sampai di sekolah Keyla telah disambut oleh teman-temannya
" Hey Yaa, semalat pagi good morning " sapa Sinta.
Yang tak lain dan tak bukan adalah sahabatnya.
Sedangkan Ria dan Nissa hanya melongo mendengar nya.
" Woy Mpok Iyem, selamat pagi sama good morning itu sama aja dodol " sahut Nisa. Sedangkan Ria hanya terkekeh geli melihat sahabatnya yang rada gesrek itu.
" Eh iya ya, kok begok ya gue " Sinta dengan cengar cengir sendiri.
" Dari dulu Marni " sahut Ria dan Nisa bersamaan.
Kemudian mereka berdua tertawa puas melihat wajah Sinta yang cemberut.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju kelas Dengan diselingi candaan. Mereka merupakan gadis tercantik di sekolah, tidak hanya itu mereka bertiga juga memiliki prestasi yang tinggi. Tetapi mereka tidak sombong dan memilih milih teman, mereka akan berteman dengan siapa saja yang yang memiliki hati yang baik.
__ADS_1
Sesampainyamereka di kelas mereka disambut dengan gelak tawa teman-teman sekelasnya.
" Woyyy liat siapa yang Dateng, calon calon masa depan gue cuyyy " teriak salah satu siswa.
" Ye itu mah lu doang yang mau, mereka kagak Bambang " sahut yang lainnya.
Ria, Nissa dan Sinta mengabaikan mereka, karena itu hal yang lumrah bagi mereka. Mereka menuju ke bangku mereka masing-masing.
" Eh kalian tau kagak " ucap Sinta heboh
" Kagak " jawab Nissa dan Ria barengan.
" Kok nggak, kalian gimana sih " sungut Sinta
" Eh Bong Bong, kamu belum ngasih tau, gimana kita mau tau dodol banget dah " sungut Ria dengan kesal.
" Eh emang belum yak??? " Sinta bingung.
" Lah belum dodol " Sengit Nissa
" Eh Sarinem buruan Napa kagak usah banyak lagak, keburu masukkk " sahut Nissa.
" Iya iya sabar Marni, ini ni nanti katanya nih ya katanya ada siswa baru pindahan dari London, gila nggak tuh, bule cuyyy buleee " Jawab Sinta heboh.
" Masa sih, tapi katanya sih iya, tiga orang lagi, gila banyak bener " sahut Nisa
" Ohh... " Jawab Ria sambil mendengarkan temannya berceloteh ria
Sinta dan Nissa mendelik melihat reaksi Ria.
" Eh ya, reaksi ku cuma " Ohh... " doang gitu " tanya Nissa heran.
__ADS_1
" Laa terus aku harus begimana Marni, harus jingkrak jingkrak girang??? kaya abis makan coklat dilan ?? " Tanya Ria.
" Auk ah gelap gelapppp " Sahut Sinta dan Nissa. Ria hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya itu.
Tak berselang lama bell masuk berbunyi. Mata pelajaran pertama adalah matematika, guru pembimbing pun masuk kelas.
" Assalamu'alaikum anak anak " ucap Bu Ika.
" Wa'alaikumsallam buuu " sahut para siswa.
" Hari ini kita kedatangan siswa baru dari London, wahhh kita dapat teman bule yahhh " kekeh Bu Ika.
" Wahhh mana Bu, nggak sabar deh " sahut salah satu siswi.
" Baiklah baiklah sabar semuanya " ucap Bu Ika. " Ayo kalian silahkan masuk " lanjutnya.
Tak berselang lama tiga siswa laki-laki, berkulit putih, hidung mancung tinggi masuk kelas, dengan gaya coolnga.
" Wahhhh keren banget " celoteh para siswi, siswi siswi asik mengagumi keindahan Tuhan yang ada di depan mata.
Sedangkan Ria, hanya mengagumi dalam diam
" Ya ampun, ganteng banget itu yang tengah, aduhhh abanggg mukanya dikondisikan, gak usah di ganteng ganteng ingin,tapi emang ganteng sih " batinnya.
" Ayo kalian perkenalkan diri kalian " pinta Bu Ika.
" Selamat pagi teman-teman, kenalkan nama saya Rey, dan sebelah kanan saya Alex dan sebelah kanan saya Devan" Jawab siswa baru bernama Rey dengan dingin serta muka datarnya, sambil memperkenalkan teman teman nya.
" Aaa selamat pagi juga Reyyy, kenalin juga deh, aku calon makmum kamu nanti " sahut salah satu siswi.
" Huuuu " sorak siswa yang lain.
__ADS_1
" Baiklah anak anak, tenang. Untuk Rey, Alex, dan Devan silahkan duduk di bangku yang kosong " ucap Bu Ika. " Baiklah kita mulai pembelajaran nya ...... " lanjutnya.
Dua jam berlalu, pembelajaran usai, Bu Ika bergegas kembali ke Ruang Guru. Para siswa dan siswi berhamburan keluar kelas. Hanya tinggal 6 siswa, yaitu Ria, Sinta, Nissa, Rey, Alex, serta Devan.