
Ria, Sinta, dan Nissa berceloteh ria tanpa menghiraukan ketiga cowok yang berada tepat dibelakang nya itu.
" Eh Nyung Nyung kantin kagak " Tanya Sinta.
" Nyung Nyung pala kau, ganti nama orang seenak jidat, nama aku tuh Ria R.I.A Marniii " Sungut Ria Kesal.
" Eh Tukiyem intro dulu Napa baru ngomong set dahhh " sahut Sinta. Sedangkan aku hanya cengar cengir.
" Udah lah, kalian ini, ke kantin nggak nihh?? laper tauk " Tanya Nissa melerai.
" Aku nggak deh, males jalan, nitip aja yak hehehe... " jawabku sambil terkekeh.
" Lahhh lu mah tuman, kagak mau jalan, kaki itu difungsikan Bambang " sungut Nissa.
" Iya iya nanti jalan, udah kalian ke kantin yak, aku nitip coklat, okey? " pinta Ria.
" Iya deh iya, buat emak apa sih yang enggak " goda Sinta.
Sedangkan Ria hanya merenggut, mereka dua kemudian berjalan ke arah kantin. Kemudian Ria mengambil novelnya, dan membacanya.
" Eh Rey ke kentin nggak " Tanya Alex.
" Nggak " singkat Rey datar
" Asli muka lo datar banget dah, kaya jalan tol " sungut Alex.
" Terus... " tanya Rey.
" Auk lah, gelapppp " kesal Alex. " Kalo Lo Van kantin nggak " lanjutnya.
" Kalo gue mah ayok aja " jawab Devan.
Kemudian Alex dan Devan pergi meninggalkan kelas. Dan Rey asik dengan hpnya. Tak berselang lama, datang Dera, Caca, dan Tiara.
__ADS_1
Mereka adalah orang yang selalu iri kepada Ria, Sinta, dan Nissa. Mereka bertiga merupakan anak orang kaya, yaa meskipun lebih kaya Rey, Alex, dan Devan. Rey Putra Abaskara merupakan anak dari Dion Abaskara dan Ananda Puti Syafari pengusaha terbesar di Asia, yahh bisa dibilang sultan, dan Alex Feranda Abraham dan Devan Adiguna Araksa mereka anak dari sahabat orang tua Rey yang memiliki perusahaan yang tak kalah besar dari perusahaan ayah Rey.
" Hayyy Reyyy, kenalin aku Dera, salam kenal yaa "ucap Dera dengan nada centilnya. Namun Rey mengacungkannya, sehingga menyulut kekesalan Dera. " Rey_ " ucap Dera.
" Berisik " sentak Rey membuat ketiga gadis tersebut kaget. " Bisa diam nggak, gue lagi males ngerti??!!! " lanjutnya.
Dera dan teman temannya langsung diam. Sedangkan Ria manahan tawanya agar tidak meledak. Dera yang tau Ria ketawa bertambah kesal.
" Hey Lo, ngapain ketawa?? haa??? ada yang lucu " sengit Dera.
" Oh, nggak kok, ini ceritanya lucu " jawabku asal.
" Halah, boong Lo ya " sahutnya sambil mengambil novel ku.
" Kamu_ " geramku
" Woiiiiii ada apa ni, kok Mak lampir kesini " celetuk Sinta yang baru datang dari kantin diikuti Nissa, dan tak lama Alex dan Devan muncul ikut menyaksikan kejadian ini, sedangkan Rey, hanya diam mengamati.
" Lo yaa_ " ucap Tiara terpotong
Plakkkkk...
Ria yang melihat itu langsung emosi.
" Ehem... " dehemnya sambil menatap tajam Tiara.
" Apa " Tantang Tiara.
" Urusan kalian sama aku, kenapa libatin sahabat aku? " tanya Ria geram " Pakek main tangan lagi, kamu pikir mentang mentang bapak kamu kepala sekolah aku takut gitu?? nggak, terus kamu pikir aku dari tadi diem gegara takut nggak, aku cuma nggak mau bikin masalah sama orang bodoh kaya kalian " ucap Ria.
Dera yang melihat sahabatnya diam tak berkutik langsung tanggap hendak menampar Ria, tapi kalah cepat dengan Ria.
Plakkk....
__ADS_1
Tangan Ria mendarat di pipi mulus Tiara. Pipi Tiara langsung merah dan matanya berkaca-kaca.
" Loo.. " Geram Dera melihat temannya.
" Apa?? mau ngadu? haa?? aduin sana nggak takut, tenang disetiap kelas punya CCTV nggak perlu takut ' ledeknya. Dera, Tiara, dan Caca hanya diam menatap tajam Ria. " Kalian boleh kasar sama aku, boleh hina aku, tapi jangan pernah sentuh sahabat dan orang tua ku " lanjutnya menatap balik Mereka bertiga dengan tajam. Dera dan temannya langsung pergi karena malu.
" Wihhh gila tu cewek tejem bener " celetuk Alex. Sedangkan Ria hanya tersenyum menatapnya.
" Iya nggak nyangka gue " Tambah Devan dengan mulut mengangga.
" Iya Ya, Lo keren bener, belajar dari mana tuh " Sinta heboh sendiri.
" Kamu tuh ya, ada ada aja, aku tu nggak masalah yaa mereka mau jelek jelekin aku, hina aku, pukul aku nggak masalah aku tuh, tapi yang bikin masalah itu mereka udah lukain sahabat aku " Jawab Ria.
" Aaaa makasih yaa, Lo mah sahabat gue paling keren dah " Ucap Nissa sambil cengengesan. Devan diam diam memperhatikan Nissa yang sedang tersenyum.
" Eh boleh kenalan nggak nih " tanya Alex kepada Ria.
" Boleh kok, nama aku Ria, terus ini Sinta, dan yang ini Nissa " jawab Ria sambil menunjuk sahabat sahabatnya.
" Sekalian nomor WA nya deh, hehehe " Tambah Alex cengengesan.
" Eh gue juga mau donk " sahut Devan tak mau kalah.
" Oke oke " kemudian Ria menuliskan nomor dan memberikan ke Devan dan Alex " Nih " katanya sambil tersenyum.
" Wahh makasih, boleh temenan yakk, sekalian gituh " ucap Devan
" Boleh kok, santai aja, eh ngomong-ngomong Nis kamu nggak papa tuh pipi?? " tanya Ria khawatir membuat semua ya g ada di situ mengalihkan pandangannya ke Nissa.
" Eh, nggak papa kok hehehe..." jawabnya kikuk.
" Ohh, ya udah " ucap Ria
__ADS_1
Tak berselang lama, bel masuk berbunyi, menandakan pembelajaran akan segera dimulai. Selang 5 menit guru pengampun mata pelajaran bahasa indonesia masuk kelas dan memulai pembelajaran.