
Rey mengantarkan Ria ke kafe, mereka langsung melajukan motornya menuju cafe tempat dari Ria bekerja. Dan mereka meminta izin agar Ria diperbolehkan tidak bekerja hari ini dengan alasan akan bekerja kelompok. Kemudian Rey mengantarkan Ria sampai ke Rumahnya
" Nanti gue jemput ke sini jam 2 " ujar Rey datar.
" Okey " jawab Ria ceria.
Kemudian Rey pamit pulang, Ria bergegas masuk ke rumahnya.
" Assalamu'alaikum, Ria Pulang " teriak Ria.
" Wa'alaikumsallam sayang " jawab ibu dari arah dapur.
Kemudian Ria menuju ke arah dapur, menghampiri sang ibu.
" Bu, nanti aku mau pergi sama Nissa dan Sinta " ucap Ria memberi tahu.
" Kemana sayang, memang ibu Risma mengizinkan " tanya ibu, karenaibu tahu ibu risma adalah orang yang keras kepala.
" Iya Bu, tadi aku sama temen temen yang lain dah izin kok, ya meskipun dengan sedikit alasan " jawab Ria santai.
" Ya sudah kalau begitu, tapi kamu harus makan dulu " sahut ibu yang hanya diangguki oleh Ria.
Ria kemudian ganti baju lalu makan bersama ibunya. Mereka makan dengan tenang sesekali Ria bercerita tentang hari hari disekolah.
Pukul 2 Rey dan yang lainnya telah menjemput Ria.
" Riaaaa " Teriak Sinta.
" Ria kami datang " Timpal Nissa, sedangkan para lelaki hanya menggeleng kan kepala melihat mereka berdua yang teriak teriak.
Tak lama Ria datang, Ria tampil sederhana tapi tak mengurangi kecantikan dan keimutannya. Ria menggunakan celena Jeans panjang dipadukan dengan sweater pink menambah keimutannya, ditambah tas selempang warna putih serta rambut yang diurai dan jepit rambut.
" Gila cantik bener Lo " Ucap Nissa
__ADS_1
" Iya berasa ada bidadari keluar rumah " kekeh Alex, sedangkan Rey hanya memandang Ria dengan takjub dan memuji dalam hatinya.
" Rey cantik bener ya Rey, sampe iler nya mau ngetes gitu " kekeh Sinta. Rey yang menyadari itu langsung mengubah ekspresi nya kembali datar.
" Biasa aja " jawab Rey datar, semua yang mendengar hanya senyum senyum. " Udah buruan keburu sore " lanjutnya.
" Emm... aku sama siapa? " tanya Ria bingung.
" Ya sama babang Rey lah hahaha " jawab Alex tertawa.
" Berisik " Sentak Rey, Alex yang tertawa langsung kicep. " Udah buruan, dan lo sama gue buruan naik " tambah Rey dengan datarnya.
Kemudian Ria naik ke motor Rey, dan mereka langsung melesat menuju pantai.
Sesampainya di pantai mereka menuju ke tempat parkiran dan memarkir kan motornya setelahelah itu menuju ke arah pantai.
" Asik banget suasananya sejuk pemandangannya indah tempatnya ramai yaa " celoteh Nissa, kemudian mereka langsung bermain air dengan Riang gembira
Sedangkan Ria lebih memilih duduk di bawah pohon sambil menikmati sejuknya angin spoi spoi.
" Emm.. nggak, enak disini. Kau sendiri kenapa nggak ikut main " tanya Ria balik.
" Gak papa, sama kaya Lo, enak disini menikmati sejuknya angin spoi spoi " Jawab nya santai.
Hening, mereka sama sama tenggelam dalam pikiran masing masing.
" Ria... " Panggil Rey,
" Hmm " Jawab Ria yang masih memejamkan matanya, " kenapa? " tanya Ria kemudian menengok ke Arah Rey.
" Lo tau, semenjak gue pindah kesini gue ngerasa punya tujuan hidup " cerita Rey sambil memandang pantai " Selama ini gue hidup dibawah kekangan orang tua gue, gue harus mengikuti semua yang mereka mau, harus inilah harus itulah dilarang ini dilarang itu, dan gue harus patuh ini itu semua, hanya untuk menjaga nama baik keluarga gue. Gue nggak bisa nentuin pilihan gue sendiri, Lo tau, gue sempet frustasi, gue pernah coba kabur dari rumah, tetapi bodyguard keluarga gue pasti nemuin gue, dan kue sempet berfikiran mau bunuh diri, tetapi gue inget sahabat-sahabatku gue, itulah sebabnya gue enggak memiliki banyak teman, cuma mereka yang gue punya. " lanjutnya
" Ria " sambil memandang ke arah Ria. Mereka saling bertatap mata " Semenjak gue ketemu sama lo, gue ngerasa punya tujuan hidup, yaitu memiliki Lo seutuhnya dan bahagia in Lo " lanjutnya. Ria yang mendengar itu tercengang, kemudian menatap mata Rey untuk mencari kebohongan, tetapi tidak ada yang ada hanya ketulusan yang terpancar dari matanya.
__ADS_1
" Gue mau, lo bisa ngerubah sifat gue ini, menjadi lebih baik lagi, dan kue juga mau lo nemenin gue dari nol sampai nanti gue sukses dengan tanganku sendiri " Ucap Rey sambil tersenyum " Lo mau kan? " tanya Rey dengan menatap dalam mata Ria.
Ria yang diperlakukan begitu jadi berdebar
" Aduh ibukkk, ini gimana ini jantung ku mana jantung ku, ya Tuhan kau ini membuatku berdebar saja , tapi apa mungkin aku sama Rey bisa bersama, apa dia mau menerima kekurangan ku" batinnya yang semula girang menjadi lesu. Rey yang melihat ekspresi Ria bingung,
" Rey " panggilan Ria lembut
" Hmm " jawab Rey santai.
" Kau tau kan, aku hanya wanita sederhana, yang memiliki banyak sekali kekurangan, aku tak pantas untukmu Rey, kau orang yang sempurna, sedangkan aku, aku hanya butiran debu untukmu " Lanjut Ria sambil manatap Rey.
' Gue nggak peduli Ya, gue gak butuh harta kedudukan atau apalah itu yang gue butuhin cuman lo, cuma Lo Ya " Jawab Rey tulus.
" Apa kau yakin bisa nerima semua kekurangan aku " Tanya Ria. Yang dijawab dengan anggukan mantap oleh Rey. " Kalo kau bersedia menerima semua kekurangan aku, maka aku juga tersedia untuk menemanimu dari nol sampai sukses nanti " Lanjutnya Sambil tersenyum.
Rey yang mendengar itu langsung tersenyum lebar dan memeluk Ria, Ria juga membalas pelukan Rey dengan senyum yang tak kalah bahagianya. Rey mengucapkan terimakasih kepada Ria karena telah menerimanya.
" Wah wah roman roman nya ada udang dibalik batu nih " celetuk Alex, ternyata yang lainnya telah mendekat ke arah mereka berdua, Ria yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya dari Rey wajahnya langsung merah seperti kepiting rebus, Yang lain hanya tertawa melihat Ria. Sedangkan wajah Rey terlihat kesal karena diganggu " Pengganggu " batinnya.
" Udah ayo main ke sana jangan berduaan Mulu, keburu sore " ajak Sinta sambil menarik Ria, kemudian mereka bermain air bersama sampai pukul empat sore, setelah berganti pakaian mereka menuju parkiran kemudian naik ke motor masing masing, tak lupa Rey mengantarkan Ria. Rey menyuruh Ria untuk berpegangan tetapi Ria menolak, Rey tak kehilangan akal, Rey menyalahkan motornya kemudian tancap gas, tetapi langsung mengeremnya spontan Ria langsung memeluk Rey, Rey tersenyum penuh kemenangan, sedangkan yang lain hanya menyoraki dan menggoda mereka
" Wahh kayaknya kita melewatkan sesuatu nihh " Ucap Devan sambil tertawa. Yang diikuti yang lainnya, Ria hanya dapat menyembunyikan wajahnya dipunggung Rey dan menyuruh Rey segera jalan, Rey yang melihat Ria malu hanya tertawa kemudian menjalankan motornya tak lupa pamit kepada teman temannya, yang hanya diangguki oleh mereka.
.
.
.
.
Halo teman teman, dukung terus ya, maaf kalo ada salah kata, atau cerita nya tidak sesuai keinginan karena akunya masih pemula
__ADS_1
Salam Sayang:)💙