
Sedangkan di dalam kelas. Nissa, Sinta, Alex, seta Devan telah kembali duduk di bangku masing masing.
" Eh kemana sih Si Ria sama Rey " gerutu Sinta.
" Iya nih, tapi ngomong-ngomong nih ya ngomong-ngomong, mereka berdua cocok yak, kayak ada aura aura cinta gituh " ucap Alex.
" Iya tuh, bener banget, gimana kalo kita comblangin aja " usul Sinta sambil tertawa.
" Nah bener tu, siapa tau abis Ria sama Rey jadian gue sama Nissa nyusul " Ucap Devan dengan percaya diri.
" Apaan sih " Nisa tersipu malu mendengar ucapan Devan. Sinta dan Alex langsung menyoraki mereka berdua. Tak lama berselang Ria dan Rey datang bersama dan ikut bergabung. Kedatangan mereka berdua menimbulkan pertanyaan besar bagi keempat sahabatnya.
" Roman roman nya nih ya ada aura aura cinta gitu ya " Goda Alex. Ria yang mendengar mukanya langsung mereah kayak kepiting rebus.
" Nyung Nyung napa mukanya kok merah gitu " ucap Sinta ikut menggoda, sontak keempat sahabatnya menoleh ke Ria.
" Apaan sih, nggak ya ini tuh anu itu emm_ " ucapan Ria terpotong.
" Iya itu malu, gegara deket deket babang Rey " potong Nissa. Ria yang mendengar langsung melotot ke arahnya, dan yang lain langsung tertawa kecuali Rey, yang asih setia dengan muka datarnya.
" Udah udah, ribut Mulu " tungkas Rey melerai. " Kita nggak sengaja kok, ketemu dan kalian nggak usah mikir macem macem " lanjutnya ketus dan berbohong. Kemudian Ria langsung duduk di tempat duduknya di sebelah Sinta, dan Rey duduk di sebelah Alex tepat dibelakang Ria. Dan Devan serta Nissa duduk di sebelah bangku Rey dan Alex.
" Eh Rey, tukeran tempat donk sama si Sinta, biar gue bisa PDKT sama Sinta " celetuk Alex.
" Lha iya gue mau donk, pingin pindah suasana " tambah Sinta.
" Nggak boleh " sentak Ria. membuat semua menoleh kearah Ria sesaat, kemudian kembali pada kesibukan masing-masing.
" Kenapa? " tanya Sinta heran
" Pokoknya nggak boleh " ucap Ria kekeh dengan ucapan nya.
" Gue kan pingin pindah suasana Marni, sapa tau gue sama Alex cocok " celetuk Sinta asal. Sedangkan yang lain hanya melongo mendengar nya.
" Eh Bambank, kamu nggak inget abis ini pelajaran bahasa Inggris " sungut nya.
" Iya gue inget lah, lu kira gue pikun apa " sungut Sinta.
" Lah udah tau nanti bahasa Inggris, ngapa kekeh mau pindah Marniii " Geram Ria dengan kesalnya
" Apa hubungannya pindah sama bahasa Inggris Tukiyem " ucap Sinta tak kalah kesalnya.
" Kalo kamu pindah nanti kita nggak bisa kerja sama dodol " Sungut Ria. " Kamu kan tau aku lemah Bahasa Inggris " lanjutnya masih dengan nada kesal.
" Lha nggak papa donk, kan ada Alex dia kan dari London, jadi gue bisa minta tolong ke dia " Sahut Sinta dengan santainya.
" Lha kamu bisa minta tolong ke Alex lha aku gimana " Sengit Ria.
__ADS_1
" Udah minta tolong ke Rey kan bisa " Celetuk
Devan. Rey yang mendengar itu langsung mendelik ke arah Devan.
" Nah bener tu gue seneng gaya lu " sambung Sinta.
" Iya kamu yang seneng aku yang senep " Sungut Ria kesal, sedangkan yang lain hanya terkekeh.
" Boleh yaa plisss " pinta Sinta.
" Auk ah serah " tungas Ria.
" Lo Rey, mau yaaa " Pinta Alex memelas.
" Nggak " jawabnya ketus, tau apa yang dipikirkan sahabatnya
" Ayo lah yayayaya " Devan, Nissa, dan Sinta ikut merengek
" Aisss terserah " katanya Ketus.
" Yeyyy" mereka berempat bersorak kegirangan.
Akhirnya Rey dan Sinta tukeran tempat duduknya, Ria jadi deg degan Deket Rey. Tak berselang lama guru bahasa Inggris datang.
" Assalamu'alaikum anak anak " Ucap Pak Iwan.
" Wa'alaikumsallam Pakkk " jawab para siswa serentak.
" Baik pak " jawab para siswa.
" Uhhhh..... " Keluh Ria ketika mendengar perintah dari sang guru.
" Udah nggak usah ngeluh, kerjain aja belum " ketus Rey ketika mendengar Ria melenguh.
" Ck apaaan sih, orang nggak bisa dibantu kek, diajarin kek lah ini malah diomelin " gerutu Ria. Rey yang mendengar gerutuan Ria hanya tersenyum dalam hati.
" Udah kerjain dulu, nanti gue cek kalo ada yang salah gue bantu benerin " ketus Rey.
" Beneran yaa, awas kalo kamu boong, tendang ke Pluto " Ucap Ria girang.
" Hmm... Jawab Rey singkat.
" Hookey.... " ucap Ria, kemudian mengerjakan sebisanya. dan setelah 15 menit Ria selesai Rey yang melihat itu langsung mengecek hasil pekerjaan Ria, dan ternyata hanya salah sedikit jadi Rey hanya perlu menjelaskan sedikit pula.
Jam pelajaran telah usai, Pak Iwan telah keluar kelas, para siswa siswi berhamburan keluar kelas, sedangkan keenam sahabat itu masih membereskan buku buku nya.
" Kita nanti jadi jalan jalan nggak " Tanya Devan.
__ADS_1
" Iya nih, jadi ya " Pinta Alex
" Kita kan udah bilang kalo kita ngikut Ria " ketus Sinta.
Mereka mengalihkan pandangannya ke Ria.
" Em, nanti coba aku izin sama ibu Darmi dulu ya " ucap Ria tak enak menolak teman teman nya,
" Ya udah kita kesananya bareng bareng aja, kita bilang kalo mau kerja kelompok " ucap Rey.
" Bener tuh, tapi ganti baju dulu, kita ketemuan depan gerbang sekolah ya " usul Alex yang disetujui oleh semuanya.
Kemudian mereka berjalan menuju gerbang, Ria, Sinta, dan Nissa masih menunggu angkot. Meski Sinta dan Nissa termasuk anak orang kaya, tapi mereka tidak suka menggunakan kendaraan pribadi, mereka juga tidak membeda bedakan teman, mereka tulus berteman dengan Ria. Orang tua mereka juga sudah menganggap Ria sebagai Putri mereka sendiri, jadi mereka tau betul kehidupan Ria dan seluk beluk masalahnya. Lagi asik asik nya menunggu angkot sambil ngobrol, tiba tiba ada tiga motor gede berhenti disamping mereka, setelah membuka helm nya ternyata mereka adalah Rey, Devan, dan Alex.
" Kalian kok nggak pulang " tanya Alex. menatap mereka bertiga
" Nunggu angkot " jawab Ria singkat sambil tersenyum.
" Bareng kita aja gimana " tawar Devan.
" Nggak deh, rumah kita kan nggak searah " tolaknya halus,
" Nggak papa, biar kita tau rumah kalian kan nanti mau ketemuan daripada nunggu nunggu, mending nanti kita jemput aja biar waktunya nggak kebuang. " Usul Rey.
" Emm... Ya udah deh " Jawab Ria, " Aku ngikut aja, gimana Sinta sama Nissa " lanjutnya.
" Udahlah nggak papa ngirit ongkos hehe " jawab Sinta cengengesan.
" Ya udah ayok, Sinta sama gue ya " ucap Alex, kemudian Sinta naik ke motor Alex.
" Lo ikut sama gue " ucap Rey datar sambil menarik tangan Ria. Mereka berempat melongo melihat itu. Ria langsung naik ke motor Rey. Motor Rey yang tinggi berbanding terbalik dengan tubuh Ria yang mungil, jadi dia kesusahan untuk naik Alex langsung mengulurkan tangannya hntuk membantu Ria. Setelah Ria ternyata Nissa sudah naik ke motor Devan, jadi mereka bertiga langsung tanval gas untuk mengantar para ciwi ciwi pulang, Ria yang takut refleks langsung memeluk Rey dan kepalanya dibenamkan ke punggung Rey. Jantung nya berdebar tak karuan begitu pula dengan Rey.
.
.
.
.
.
.
.
Hai, bantu dukung aku donk, jangan lupa like dan komen ya, maaf bila ada salah katanya, maaf bila tidak sesuai dengan keinginan kalian soalnya ini pertama kalinya aku bikin novel, hehehe
__ADS_1
Semoga sehat selalu :)
Salam Sayang:)