CERITA DI SMA

CERITA DI SMA
BAB 2


__ADS_3

Bagas kemudian berjalan ke arah parkiran diikuti Risa di belakangnya, Bagas kemudian membukakan pintu Risa, Risa hanya tersenyum malu.


"Gimana Ris?" tanya Bagas membuka topik pembicaraan.


"apanya yg gimana kak? hehe" jawab Risa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"hari ini? kamu seneng ga diantar sama kakak?"


"hmm seneng kak, aku dianter pulang sama siapa aja seneng, biasanyakan Risa balik bareng Amel"


"maksud aku yaa diantar akuu, kamu seneng gaa?"


"iya kak seneng, terimakasih kak" senyum Risa.


sebenarnya Risa merasa biasa saja, diantar Bagas maupun Amel iya merasa okeoke sajaa. beberapa saat kemudian.


"kak itu rumah Risa yg pager coklat" sembari menunjuk rumahnya. Bagas menghentikan mobilnya tepat di rumah berpagar coklat itu.


"terimakasih kak dan hati-hati di jalan ya" ucap risa sembari memberi senyuman.


"iya Ris, semoga besok kamu ga nolak aku buat nganter kamu lagi yaa" senyum berkibar di wajah Bagas, seperti memohon untuk bisa selalu mengantar Risa pulang.

__ADS_1


"ohiya, minta nomor mu boleh?"tambah Bagas.


"Hmmm boleh kak" jawab Risa, kemudian Bagas memberi telepon genggam miliknya agar Risa bisa mengetik nomornya.


"ini kak" sembari memberikan kembali hp bagas.


"makasih ya Ris, selamat istirahat" pamit Bagas.


[Hari Terakhir MOS]


Di jam istirahat Risa kembali berkumpul dengan teman-temannya. Dinda dan Tasya sudah terlebih dahulu menunggu ketiga sahabatnya yang baru berjalan ke arah kantin.


"Mel kamu kok keliatannya lemes bangetsih?" tanya tasya membuka obrolan.


"ohiyaa ris, kak Bagas nitip salam tuhh" sambung Tika mengalihkan topik pembicaraan selanjutnya.


"ciee cieee" goda yang lainnya hebohh. Risa hanya tertawa, Risa menganggap santai, iapun sama sekali belum ada rasa ke Bagas, hingga sekarang ia hanya menganggap Bagas sebagai kakak panitia yang baik kepadanya tidak lebih.


"kalau kak bagas nembak kamu gimana Ris?"tanya Tasya, yang lain sudah pada pasang kuping, ikut kepo.


"yaa matidong"jawab Risa sambil tertawa. Ia tau betul arah pertanyaan Tasya tapi ia benar-benar menganggap bagas hanya sebagai kakak saja tidak lebih.

__ADS_1


setelah menghabiskan makanannya, mereka berlima memutuskan untuk duduk di kursi panjang di koridor kelas XI ips sembari mencari angin terlebih dahulu sebelum berpencar memasuki ruang kelas masing-masing. ternyaa koridor XI ips ini juga ruang osis berada. Bagas yang sudah melihat Risa di kejauhan mendekat ke arah mereka berlima untuk menyapa.


"hai ris, haiii semuaa" sapa Bagas.


"Hai Kakakkkkkk"yang lain pada heboh melihat Bagas, tentunya mereka tau maksud Bagas menyapa.


"hai kak, belum waktunya masuk kelas kan?" tanyaa Risa mencairkan suasana. Baru saja Bagas ingin melanjutkan pembicaraan, dari arah belakang Bagas sudah dipanggil untuk rapat osis.


"hmm sudahyaa, aku rapat duluu. kalian cepat pergi ke kelas kalian, terlambat dapat hukuman lohh" bagas berlalu.


"Ris kamu sebenarnya ada rasa ga sih sama kak bagas?"tanya Amel.


"ga tau mel, akusih nganggap dia sebagai kakak ajaa, tp aku ga enak mau bilang ke kak Bagas gimanaa"


"ya kamu tinggal bilang aja, kasiantuh Kak Bagas kalau lu gantungin"timpal Tasya.


"yaa kan dia belum bilang juga kalau dia suka sama aku, udahlahhh"mengakhiri obrolan.


"eh ehhh, aku kok malah penasaran ya sama si Farel yaa"tambah Risa.


Amel dan Tika yang memang segugus dengan Risa paham dengan siapa yang dimaksudkan Tika, mereka teriak histeris karena mengganggap Farel tampan. lagi heboh-hebohnya mereka bercerita bel berbunyi tanda mereka harus memasuki ruang kelas mereka masing-masing.

__ADS_1


mereka berpencar mengarah ke ruang kelas mereka. Di kelas Farel duduk paling pojok sambil menyenderkan bahunya ke sandaran kursi, beberapakali menghela nafas berat yang mendandakan kebosanannya. Risa, Amel dan Tika yang melihat Farel tertawa bersama sambil senyum-senyum penuh arti, entah mengapa Risa merasa bakal bisa berteman akrab dengan Farel.


__ADS_2