
Selama jam pelajaran Risa merasa tidak nyaman, karena biasanya Risa selalu berkomentar tentang hal apapun seperti waktu ia duduk denga Amel dibangku SMP tapi kini ia malah duduk dengan seorang laki-laki pendiam seperti Farel.
Risa berkali-kali membuang nafas dengan kasar pertanda ia sedang bosan. Di liriknya Farel yang hanya duduk pura-pura memerhatikan guru yang sedang menerangkan mata pelajaran matematika wajib itu. Risa yang memang tidak suka matematika dan segala perhitungan memilih kelas bahasa agar tidak bertemu dengan matematika ternyata masih harus belajar matematika wajib.
"huhhh dasaar otak udang, mau dijelasin berapakali juga gue pasti ga bakal ngerti" gerutu Risa dalam hati sambil memonyongkan bibirnya tanpa sadar. Farel yang sedari tadi sadar Risa bosan tertawa kecil melihat tingkah teman duduknya itu.
Farel lalu menarik bukunya dan membuka halaman terakhir.
"bosan yaa?"tulis Farel lalu disodorkannya ke depan Risa.
"Iyanihh, otak gue lemah banget sama perhitungan" balas Risa kembali menyodorkan buku Farel. Farel tertawa kecil sambil melirik Risa sekali-kali.
"pura-pura ngerti aja" farel menyodorkan kembali bukunya ke arah Risa.
"akting gue udah ngelebihin artis papanatas tauu" balas Risa sembari tertawa kecil. Risa merasa senang akhirnya dia ada teman mengobrol. Farel lalu tersenyum.
"Ris nanti ke kantin bareng gue ya!" Farel menyodorkan bukunya lagi.
"serah lu, tapi ada temen-temen gue gapapa kan?"tanya Risa kembali mendorong buku Farel ke arah pemiliknya. Farel tersenyum lalu menaikkan jempol pertanda setuju ke Risa. Risa juga kembali tersenyum kepada Farel.
bel jam istirahat berbunyi, Risa segera merapikan buku-bukunya lalu berdiri merapikan seragamnya, tiba-tiba Bagas muncul tepat disamping meja milik Risa dan Farel.
__ADS_1
"Risa ayo ke kantin bareng?"aja Bagas.
"ehh kak Bagas, mmm aku dah janjian sama farel kak. Kakak duluan aja" jawab Risa sedikit gagu karena merasa tidak enak menolak laki-laki yang telah menjadi pacarnya.
"Farel siapa?" tanya Bagas yang suaranya mulai meninggi. Farel yang tadi masih duduk menonton langsung berdiri.
"gue!" timpal Farel sembari menarik tangan Risa keluar kelas. Baru sampai di pintu kelas tangan Risa sudah di sambar oleh Bagas.
"gue pacarnya! lo ga berhak ajak-ajak Risa tanpa izin gue!" hardik Bagas lalu menarik Risa meninggalkan Farel. Farel hanya diam melihat Risa ditarik pacarnya itu.
"kak apa-apaan sihhh" Risa melepas genggaman tangan Bagas. Langkah Bagas terhenti lalu menoleh dengan tatapan mencekam ke arah Risa.
"jadi kamu lebih milih dia daripada aku pacarmu?"tanya Bagas, sorot matanya jelas menahan amarah.
"kamu kenapa bela dia? kamu suka sama diaa?" bentak Bagas sudah sedikit meninggikan suara. Siswa yang berlalu-lalang seakan mendapat tontonan gratis. Risa yang merasa jadi bahan tontonan menahan malu, mukanya memerah.
"Aku mau putus kak" jawab Risa lirih, sambil menahan tangisnya. Ia bergegas meninggalkan Bagas dan kerumunan orang. Bagas terdiam terpaku menatap kepergian Risa.
Risa berjalan ke arah kelas Tasya dengan cepat matanya mencari.
"Risaaaaa" sapa tasya mengembangkan senyum.
__ADS_1
"lohh mukamu kenapaa? kamu sakit Ris?" tambah Tasya mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Aku kessel sama Kak Bagas" jawab Risa.
"katanya ga suka ehh di tangisin juga hahahah"
"aku dah putus syaa"
"Apaa?" Tasya kaget melototi Risa.
"Yuk ahh ke kantin yang lain dah pada kumpul" ajak Risa seraya berjalan meninggalkan Tasya yang masih kaget dengan apayang baru saja diucapkan Risa.
Tasya sepanjang jalan menuju kantin bertanya apa yang menyebabkan putusnya Risa itu, tapi Risa sama sekali tidak menggubris, Risa akan menjawabnya di kantin saja saat semua teman-temannya berkumpul. Sesampainya di Kantin Risa dan Tasya segera menyoroti segala sudut kantin mencari teman-temannya yang sudah lebih dulu ke kantin. Tasya dan Risa kaget ketika melihat ketiga sahabatnya itu telah asik bercerita dengan Bagas disamping mereka.
"ga tau malu bangetsih"ucap risa dalam hati menatap Bagas tajam.
Risa dan Tasya berjalan kearah tiga sahabatnya, mereka menyambut dengan gembira.
"Ehh ayo sinii, Ris kak Bagas udah nungguin lohh, cieeee"
Risa hanya tersenyum kecut sambil menarik kursi yang ada di depan Bagas. Tasya yang sudah mengetahui bahwa dua sejoli ini putus memberi kode ke teman-temannya agar tidak menggoda Risa yang terlihat sudah menahan marah sejak melihat Bagas.
__ADS_1
"Kakak ngapain disini? tanya Risa sambil melotot ke Bagas.
bersambung....