CERITA DI SMA

CERITA DI SMA
Bab 4


__ADS_3

Di sepanjang Jalan Risa merasa tidak nyaman, Risa merasa harus mengatakan yang sebenarnya ke Bagas, tapi ia juga merasa kasian kalau harus mengatakan yang sebenarnya.


"Risss, risaa, Beatarisaaaa..." panggil Bagas membuyarkan lamunan Risa


"eh.. eh iya kak, kenapa?"


"kamu kenapa? kamu sakit?" mencoba meraih dahi Risa tapi dengan cepat Risa menepisnya.


"ga kok kak, Risa baik-baik ajaa hehehe" dengan tawa yang dipaksa. Bagas hanya tersenyum senang melihat Risa yang sudah membagi senyumnya kepadanya.


"Ris kamu kalau kenapa-kenapa bilang yaa" Bagas membelai lembut rambut Risa.


"apa-apansihh pake sentuh-sentuh rambut segala" dalam hati Risa menggerutu.


"Ehh kok malah kesel gitusih mukanya, imutnya nambahh" Bagas mencubit pipi Risa gemas. Risa langsung memasang senyum di wajahnya.


"apaansih bikin gue tambah ennek aja" gerutu Risa dalam hati sambil masih memasang senyum terbaiknya.


---di rumah---


"Mahhhhh" teriak Risa di Ruang tamu sembari melepas sepatu dan kaos kakinya.


"Kalau baru tiba itu salam bukan teriak-teriak!" Ucap Ayah Risa yang sedang duduk di ruang tamu menikmati gorengan.


"heheh maaf yah, udah laper banget soalnya"


Risa segera memasuki dapur menemui Ibunya yang sedang membuat teh hijau untuk Ayahnya Risa.

__ADS_1


"ehh sudah pulang anak cantiknya mama, gimana sayaang?" sambut Ibu Meta.


"Baik kok buu, tp Risa belum sempat kenalan tadi sama teman sekelas Risa, lupa soalnya tadi aku masih main sama Amel dan lain-lain" timpal Risa.


"Besok kamu harus kenalan sama yang lain, kedepannya kan kamu bakal sekelas terus"


"iyaa bu. Bu lapeeer" rengek Risa.


"sana ganti baju dulu, ibu sudah masak tuhh di meja" sambil menunjuk meja menggunakan alisnya. "Ibu mau ke ruanh tamu duluyaa" tambah Ibu Meta.


Risa segera berjalan memasuki kamarnya untuk berganti pakaian, baru saja sejenak merebahkan tubuh ibu Meta sudah teriak lagi menyuruh Risa untuk segera makan.


"Iya buuu, sebentar" balas Risa.


setelah berganti pakaian, Risa mengecek ponsel miliknya, tertera 16 notifikasi pesan bertuliskan Kak Bagas.


"Risa makasih ya sudah nerima aku, semoga kita langgeng" Bagas


"Risa kamu ngapain? kok ga balessihh" Bagas.


Risa hanya menghela nafas kasar. sembari mengetik "iya kak hehe" lalu meletakkan kembali ponselnya, ia belum membaca keseluruhan 16 notifikasi dari Bagas. Risa masih memutar otak bagaimana cara memberitahu Bagas yang sebenarnya tanpa melukai perasaan Bagas.


Bagas yang menerima pesan dari Risa mengembangkan senyumnya.


"ga papa kalau belum mencintaiku, nanti juga bakal cinta" Ungkap Bagas dalam hati menghibur diri.


Bagas tahu Risa belum sepenuhnya menyimpan rasa kepadanya, tapi dia benar-benar jatuh cinta pada Risa sejak pertama kali melihatnya. Bagi Bagas, Risa adalah perempuan yang baik apalagi Risa cantik dan imut.

__ADS_1


Risa tingginya hanya 156cm dengan rambut sebahu dan poni pagar yang tentusaja menambah keimutannya. Meskipun tidak tinggi Risa memiliki selera fashion yang baik, modis seperti ibunya.


Risa adalah anak satu-satunya tapi ia memiliki saudara angkat laki-laki yang sudah tidak tinggal dengannya setelah memutuskan merantau di luar kota.


---di sekolah---


Risa melewari koridor per koridor untuk sampai ke ruang kelasnya, terlihat sudah ada beberapa bangku yang sudah terisi tas yang berartikan pemilik bangku sudah ada. Risa duduk di bangkunya seperti kemarin segera ia mengambil ponsel dan earphone miliknya dari dalam tas lalu Risa mendegarkan musik sambil bernyanyi kecil lagu milik Sheila On7 yang sedang terputar, tiba-tiba seseorang menaruh tas tepat di samping Risa, Risa mengabaikan.


"Heiii. heiii" suaranya semakin meninggi.


"heiii" kini sambil menepuk pundak Risa. Risa yang kaget segera melepas earphone miliknya dan menoleh. Risa kaget setelah dilihatnya Farel yang duduk tepat disampingnya.


"mulai sekarang aku duduk bersama mu ya" ucap farel tegas.


"ohiya siapa nama mu?" sambung Farel bertanya.


"Risa, Beatarisa" masih melongo.


"aku farel" mengulurkan tangannya


"nama mu unik" tambah Farel sambil tersenyum kepada Risa.


Risa seolah tidak percaya dengan apa yang di depannya. Hanya tersenyum lalu kembali memasang earphonenya dan mendengarkan lagu kembali. Tiba-tiba Farel mengambil sebelah earphone milik Risa dan memasangkan di telinganya tanpa permisi. Risa kaget mau marah rasanya tapi Farel memberi senyum terbaiknya, Risa menoleh memandangi Farel yang tersenyum kearahnya kemudian Risa juga tersenyum.


"apa-apaansihh, kenapa aku malah senyum balikkk, uhh harusnya aku marahhh. dasar" umpat Risa dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2