
Saat itu dunia persilatan terbagi menjadi 2 kubu yang saling berseteru .
Golongan sesat dipimpin oleh sekte Bulan Darah , pemimpinnya bergelar siluman darah berambut perak , sosok wanita cantik berkulit putih sepucat mayat , dan berambut putih keperakan .
Dia terkenal selalu memakai baju jubah berwarna merah , meskipun dengan kecantikannya , tak ada yang tahu berapa persisnya usia siluman darah berambut perak .
Sebagian legenda menyebutkan dia berusia ratusan tahun , sebagian legenda lain menyebutkan tentang teori pergantian perorangan , dimana posisi siluman darah akan diwariskan turun temurun pada satu garis keturunan , bersama ilmu sesat warisan sekte itu , ilmu pemanggil dunia iblis .
Begitu siluman darah merapalkan mantra , maka siluman darah akan kerasukan iblis yang membuatnya lebih kuat , sekaligus kehilangan kesadaran , dia akan membantai siapapun yang melintas di depannya , atau terlalu dekat dengannya .
Sekte Bulan Darah hanya berukuran seluas desa kecil , tetapi penduduknya terkenal memiliki kegemaran mempelajari teknik teknik membunuh .
Rumor dari legenda itu menyebutkan , penduduk desa Bulan Darah berasal dari negeri timur , tempat matahari terbit .
Mereka adalah para shinobi dan kunoichi yang terusir dari kampung halamannya , setelah pergantian dai shogun yang baru begitu paranoid terhadap keberadaan para shinobi .
Di kekaisaran Han , mereka mendapatkan kembali reputasi mereka , sebagai komunitas pembunuh bayaran yang siap melakukan apa saja asalkan mendapatkan upah yang sesuai .
* * *
Lin Hai adalah remaja sebatang kara setelah kampungnya dihancurkan para penjahat , begitu tertangkap dia dijual sebagai budak pada rumah hiburan di distrik Lotus Putih .
Sebuah tempat khusus bagi para orang kaya dan pejabat menghabiskan kekayaannya dengan bersenang senang .
__ADS_1
Dia bertugas sebagai pembersih , tukang cuci , atau pekerjaan kasar apapun yang diperintahkan oleh nyonya besar mereka .
Sebuah tempat kesenangan , dengan begitu banyak gadis cantik , tetapi tidak memiliki waktu untuk menikmati semua itu .
Seperti pada pagi itu , Lin Hai yang bersiap memperhatikan Hwa Er , ternyata mendapatkan tugas mencuci pakaian para perempuan di sana , cukup jauh di sungai pinggiran kota .
" Ingat harus bersih , jika tidak , kau jangan pulang dan kau tidak mendapat jatah makan hari ini ! ! ! "
" Baik nyonya .... "
* * *
Saat sedang asyik mencuci , sungai besar itu tiba tiba penuh gejolak , ketika sebuah perahu berlayar , sekumpulan penyerang berbaju serba tertutup hitam menyerang .
Lin Hai hanya bisa bersembunyi di balik semak , sampai para penyerang itu pergi setelah mereka merasa tidak menemukan apa yang mereka cari .
Segera Lin Hai menghampiri perahu itu , berharap masih sempat menyelamatkan tabib tua itu .
Setidaknya dia merasa tabib tua itu setidaknya seusia dengan ayahnya , mungkin dengan berusaha menyelamatkan tabib tua itu , beban Lin Hai yang tidak mampu menyelamatkan orang tua dan warga desanya saat diserang , sedikit terangkat .
Sayang Lin Hai terlambat , begitu sampai , dia hanya mendapati paman itu sudah tertancap pedang di dadanya , dan beberapa senjata rahasia shuriken di sekujur tubuhnya .
" Setidaknya sebuah pemakaman yang layak akan cukup menenangkan arwah paman ..... "
__ADS_1
Begitu jalan pikiran Lin Hai yang sederhana , maka makam sederhana di tepi sungai itu berhasil dibuat .
* * *
Selain bungkusan kusam yang berisi beberapa pakaian kumal , tak ada benda lain bersama tubuh paman itu .
Selain sebuah kitab pengobatan , hasil pencatatan dari pengalaman bertahun tahun oleh paman tabib .
Tak ada yang spesial lainnya , tapi Lin Hai merasa , pengalaman paman tabib itu dalam menjalani profesinya sangat menarik untuk dibaca , jadi kitab itu Lin Hai bawa pulang , setelah dia menyelesaikan tugasnya mencuci baju baju para perempuan penghuni rumah hiburan .
* * *
Selain tulisan tentang daftar penyakit , racun , dan teknik pengobatan berdasarkan ilmu akupuntur dan obat obatan herbal , Lin Hai menemukan tulisan menarik dari kitab yang dia bawa , saat kitabnya basah terkena baju baju cuciannya .
Ajaib , kitab itu dapat memunculkan tulisan tulisan hanya dalam kondisi khusus , yaitu basah .
Mungkin itu sebabnya para penyerang itu luput mengambil kitab ini karena mengira isinya hanyalah ilmu pengobatan biasa .
Dari tulisan itu Lin Hai bisa menyimpulkan bahwa paman tabib ini , selain bergelut dengan dunia penyakit dan racun , juga sempat menemukan beberapa metode pelatihan tenaga dalam dan perwujudan aura .
Ilmu pertabiban yang paman itu pelajari juga diarahkan untuk penyempurnaan beberapa ilmu asli yang paman itu ciptakan sendiri .
Paman itu menamai ilmu ciptaannya dengan nama 5 kungfu tanpa tanding .
__ADS_1