CERPEN : 5 KUNGFU TANPA TANDING

CERPEN : 5 KUNGFU TANPA TANDING
5 KUNGFU TANPA TANDING III


__ADS_3

Gedung Shen Xi dari distrik Lotus Putih terpilih menjadi tuan rumah pertemuan aliansi pendekar yang diselenggarakan putri Wei Liu , dikarenakan gedung itu memiliki aula dan halaman yang cukup luas untuk menampung para tamu undangan yang hadir .


Di dalam aula diatur kursi terdepan untuk tuan rumah , putri Wei Liu , ayahnya adalah almarhum perdana menteri yang menjadi korban keganasan sekte Bulan Darah , tapi ibunya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan kaisar terdahulu , sehingga Wei Liu masih berhak dengan gelar putri .


Di kursi terdepan sebelah kanan duduk seorang bhiksu tua berjubah keemasan dan memakai tongkat bergemerincing yang juga keemasan , diapit 2 bhiksu muda yang terlihat sebagai perwakilan murid terkuat dari sekte Shaolin .


Di kursi terdepan sebelah kiri duduk pendeta tao yang juga berusia tua , memakai alat seperti cambuk dari benar sutra yang halus dan pedang di punggungnya , yang diapit 2 pendeta muda muridnya .


Begitu seterusnya sampai perwakilan dari biro persatuan dagang dan partai pengemis pun diwakili satu tetua dan 2 murid andalan mereka , total ada belasan partai besar kecil yang turut berpartisipasi dalam rencana perlawanan terhadap sekte Bulan Darah .


* * *


" Para tetua sekalian yang saya hormati , para perwakilan partai partai besar dunia persilatan , saya Wei Liu memberanikan diri mengundang para tetua semuanya , dan sebelumnya saya mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan para tetua sekalian , jangan sungkan sungkan jika ada keluhan , saya pribadi akan berusaha memperbaikinya ..... "


Demikian sambutan dari putri Wei Liu sebagai tuan rumah .

__ADS_1


Sementara Lin Hai beserta beberapa pelayan yang ditunjuk hilir mudik menyajikan suguhan seperti teh buah , dan cemilan sekedarnya .


Sementara Hwa Er berada di sudut ruangan , memainkan kecapi sebagai hiburan selingan , andai Hwa Er sekaligus memainkan tarian , maka Wei Liu sebagai pembicara mungkin tidak diperhatikan sama sekali .


Bahkan hanya dengan di sudut ruangan saja , sebagian besar perhatian yang hadir tertuju pada Hwa Er .


" Tidak , tidak ada kekurangan tuan putri dalam menjamu kami ...."


Demikian beberapa yang hadir manggut manggut , sambil merasa cukup puas atas sajian penyambutan terhadap mereka .


" Kalau begitu , langsung saja saya tidak ingin berbasa basi sebelum hari semakin gelap , tujuan hamba mengumpulkan saudara pendekar semua adalah memohon keadilan atas apa yang menimpa keluarga Wei kami ..... "


Sesepuh dari Shaolin sebagai sekte pemimpin dunia persilatan memberikan tanggapannya .


" Terima kasih tetua .... "

__ADS_1


* * *


Percakapan dan pembahasan itu berlangsung beberapa lama , sampai tiba tiba suara gema orang tertawa .


" HaHaHaHa ..... "


Dari asal suaranya mereka bisa menebak asal suaranya , seseorang sedang merayap di atas langit langit .


Begitu ilmu penyamaran yang membuat sosoknya seperti transparan terlepas , semua orang di sana langsung mengenali orang itu .


Bunta .


Salah satu dari 3 petinggi dari sekte bulan darah yang berperawakan mirip kodok , dengan pose kodok hinggap di genteng ditambah pipi yang menggembung kempis seperti kodok pada umumnya .


Khusus bagi Lin Hai , dia mengenali orang yang di hadapannya sebagai sosok yang bertanggung jawab atas pembantaian desa dan keluarganya .

__ADS_1


Seharusnya para pendekar langsung bersiaga , tetapi mereka justru luruh jatuh seolah kehilangan tenaga mereka , lemas tak bertenaga .


Meskipun para pendekar dapat mengenali sumber racun pelemah otot mereka berasal dari hio pewangi yang dibakar di sekitar ruangan , menutup hidung saat itu sudah terlambat .


__ADS_2