
Gedung Shen Xi dari distrik Lotus Putih terpilih menjadi tuan rumah pertemuan aliansi pendekar yang diselenggarakan putri Wei Liu , dikarenakan gedung itu memiliki aula dan halaman yang cukup luas untuk menampung para tamu undangan yang hadir .
Di dalam aula diatur kursi terdepan untuk tuan rumah , putri Wei Liu , ayahnya adalah almarhum perdana menteri yang menjadi korban keganasan sekte Bulan Darah , tapi ibunya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan kaisar terdahulu , sehingga Wei Liu masih berhak dengan gelar putri .
Di kursi terdepan sebelah kanan duduk seorang bhiksu tua berjubah keemasan dan memakai tongkat bergemerincing yang juga keemasan , diapit 2 bhiksu muda yang terlihat sebagai perwakilan murid terkuat dari sekte Shaolin .
Di kursi terdepan sebelah kiri duduk pendeta tao yang juga berusia tua , memakai alat seperti cambuk dari benar sutra yang halus dan pedang di punggungnya , yang diapit 2 pendeta muda muridnya .
Begitu seterusnya sampai perwakilan dari biro persatuan dagang dan partai pengemis pun diwakili satu tetua dan 2 murid andalan mereka , total ada belasan partai besar kecil yang turut berpartisipasi dalam rencana perlawanan terhadap sekte Bulan Darah .
* * *
" Para tetua sekalian yang saya hormati , para perwakilan partai partai besar dunia persilatan , saya Wei Liu memberanikan diri mengundang para tetua semuanya , dan sebelumnya saya mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan para tetua sekalian , jangan sungkan sungkan jika ada keluhan , saya pribadi akan berusaha memperbaikinya ..... "
Demikian sambutan dari putri Wei Liu sebagai tuan rumah .
__ADS_1
Sementara Lin Hai beserta beberapa pelayan yang ditunjuk hilir mudik menyajikan suguhan seperti teh buah , dan cemilan sekedarnya .
Sementara Hwa Er berada di sudut ruangan , memainkan kecapi sebagai hiburan selingan , andai Hwa Er sekaligus memainkan tarian , maka Wei Liu sebagai pembicara mungkin tidak diperhatikan sama sekali .
Bahkan hanya dengan di sudut ruangan saja , sebagian besar perhatian yang hadir tertuju pada Hwa Er .
" Tidak , tidak ada kekurangan tuan putri dalam menjamu kami ...."
Demikian beberapa yang hadir manggut manggut , sambil merasa cukup puas atas sajian penyambutan terhadap mereka .
" Kalau begitu , langsung saja saya tidak ingin berbasa basi sebelum hari semakin gelap , tujuan hamba mengumpulkan saudara pendekar semua adalah memohon keadilan atas apa yang menimpa keluarga Wei kami ..... "
Sesepuh dari Shaolin sebagai sekte pemimpin dunia persilatan memberikan tanggapannya .
" Terima kasih tetua .... "
__ADS_1
* * *
Percakapan dan pembahasan itu berlangsung beberapa lama , sampai tiba tiba suara gema orang tertawa .
" HaHaHaHa ..... "
Dari asal suaranya mereka bisa menebak asal suaranya , seseorang sedang merayap di atas langit langit .
Begitu ilmu penyamaran yang membuat sosoknya seperti transparan terlepas , semua orang di sana langsung mengenali orang itu .
Bunta .
Salah satu dari 3 petinggi dari sekte bulan darah yang berperawakan mirip kodok , dengan pose kodok hinggap di genteng ditambah pipi yang menggembung kempis seperti kodok pada umumnya .
Khusus bagi Lin Hai , dia mengenali orang yang di hadapannya sebagai sosok yang bertanggung jawab atas pembantaian desa dan keluarganya .
__ADS_1
Seharusnya para pendekar langsung bersiaga , tetapi mereka justru luruh jatuh seolah kehilangan tenaga mereka , lemas tak bertenaga .
Meskipun para pendekar dapat mengenali sumber racun pelemah otot mereka berasal dari hio pewangi yang dibakar di sekitar ruangan , menutup hidung saat itu sudah terlambat .