CERPEN : 5 KUNGFU TANPA TANDING

CERPEN : 5 KUNGFU TANPA TANDING
KEKACAUAN DALAM PERTEMUAN


__ADS_3

Semua yang hadir di sana sudah kehilangan tenaga , tersisa Bunta yang berdiri tegak , dan disusul dengan isyarat agar para pengikutnya keluar , maka seketika puluhan shinobi berbaju serba hitam dan pedang katana terhunus , bersiap menyambut perintah pemimpin mereka .


Bunta lalu berlutut memberi hormat kepada seseorang yang berdiri di depan , Hwa Er , sehingga semua yang hadir begitu terkejut , termasuk Wei Liu , yang merasa beberapa hari ini persiapannya telah banyak terbantu oleh kerja keras Hwa Er yang sudah seperti adiknya sendiri .


" Adik , apa maksudnya ini ? .... "


Wei Liu berusia 22 tahun , sementara Hwa Er terlihat berusia 18 tahun , tetapi reaksi Hwa Er justru terasa sangat ganjil .


" HaHaHaHa , ahhh adik , sangat menyenangkan aku mendengar panggilan ini dari gadis semuda dirimu , mungkin seharusnya aku memanggilmu sebagai cucu atau cicit , atau mengingat jauhnya perbedaan usia kita .... "


Tubuh Hwa Er berangsur berubah , wajahnya terlihat menjadi lebih dewasa dengan porsi tubuh lebih berisi dari sebelumnya , bibirnya terlihat memerah seperti darah dan rambutnya memutih .


Nyonya pemilik rumah hiburan juga menyusul memberi hormat kepada Hwa Er .


" Manda , bereskan sisanya .... ! ! ! aku ada urusan lain yang lebih penting harus kukerjakan "

__ADS_1


" Baik bibi suci , hamba menjalankan perintah .... "


Manda lalu menghirup nafas dalam dalam , lalu menyemburkan ke arah para tamu yang hadir , seketika keluar dari semburan itu ribuan ular ular kecil , yang menyerang para tamu yang sudah tidak mampu melawan .


Ular kecil kecil itu ada yang masuk melalui hidung , mulut , telinga , bahkan ada yang menggigit melalui kulit kaki dan menerobos lewat jalur nadi .


Mereka yang terkena serangan itu seketika meronta seolah merasakan rasa sakit paling hebat sepanjang yang pernah mereka tahu .


Bahkan tetua Shaolin dan pendeta Tao dengan tingkat kultivasi cukup tinggi , tidak kuasa menahan rasa sakit sampai meronta .


Mereka yang tidak mampu bertahan memilih menyerahkan kesadaran pada mekanisme alami tubuh mereka , pingsan , tetapi begitu itu terjadi , kesadaran diambil alih oleh ular ular itu , dan mereka berubah menjadi mayat hidup berjalan menuruti Manda .


Begitu Manda memberi perintah , mereka baik yang meronta kesakitan maupun yang berubah menjadi mayat hidup , berjalan menuju kereta tahanan , dan mereka membawa para tahanan itu ke markas mereka .


* * *

__ADS_1


Dalam kereta menuju perjalanan , Lin Hai tercampur bersama para budak dan 2 pendekar besar lainnya , seorang sesepuh tetua Shaolin dan tetua dari perguruan Tao .


Menurut Manda , sangat menyenangkan melihat harga diri seorang pendekar besar tercampur bersama para budak , yang menurutnya itu akan lebih menyiksa daripada kematian langsung .


Lin Hai segera mengambil nafas , lalu keluar uap panas berwarna hitam dari mulutnya sebagai tanda upaya tubuhnya membersihkan racun .


Ujung kepalanya juga mengeluarkan asap putih .


Bhiksu dan pendeta Tao itu terlihat cukup kagum .


Begitu selesai , Lin Hai segera menyemburkan bangkai ular yang hancur oleh paksaan panas tenaga dalam .


Lin Hai juga melepaskan tangannya sendiri dengan mudah dari ikatan , lalu memberi beberapa totokan untuk mengeluarkan ular dari tubuh bhiksu tua dan pendeta Tao itu .


Segera mereka juga mulai mengatur nafas dan berusaha membuang racun pelemah otot dari tubuh mereka .

__ADS_1


Beberapa pembawa kereta itu tak menyadari bahwa tahanan mereka sudah membebaskan diri dari jeratan racun dan tali mereka .


Sedangkan para tahanan ini bersepakat bahwa pertunjukan sebenarnya akan diperlihatkan di markas sekte Bulan Darah nantinya .


__ADS_2