
Setelah rombongan tahanan sampai di pintu masuk desa , mereka disambut oleh petinggi desa bernama Katsuyu , dan sesuai rencana sebelumnya , mereka akan mendapatkan ruangan penjara mereka masing masing .
Yang pertama disambut adalah Wei Liu , dengan tangan terikat dan tubuh lemah karena racun , dia adalah sasaran empuk bagi pelecehan .
Katsuyu mungkin terlahir murni sebagai lelaki normal , tetapi pada perkembangannya , dia terlihat lebih memilih hidup dengan gaya feminin , dia selalu beralasan sebenarnya jiwanya adalah jiwa gadis yang terjebak dalam raga remaja pria pubertas lainnya .
Terlebih dia merasa mudah iri dan cemburu kepada tubuh gadis sempurna seperti Wei Liu .
Dia melampiaskan dengan memegang dagunya , menghujani dengan kata kata penindasan , bahkan berencana mengambil alih tubuh Wei Liu dengan teknik khusus miliknya sebagai shinobi .
Dengan perantara siluman lintah , dia bisa mentransfer kesadarannya sendiri ke dalam tubuh Wei Liu , atau setidaknya begitulah rencananya .
" Bagaimana rasanya menjadikan tubuh indah ini jika menikah dengan tuan kami , Eehhhmmm , sedap sekali .... "
Begitulah bisikan Katsuyu saat mulutnya di dekat telinga Wei Liu .
Wajah Wei Liu merah padam menahan amarahnya .
" Hei Katsuyu , berhenti main main , kemana yang lain ? mengapa rasanya sepi sekali ? "
Bunta bertanya kepada Katsuyu .
" Oh kami mendapat kabar dari bibi suci bahwa rencana kita dipercepat , jadi yang lain mendapat tugas dari bibi suci , sesuai rencana sebelumnya ... "
Katsuyu menjawab dengan agak genit .
Setidaknya beberapa shinobi tingkat gennin dan chunin masih disisakan untuk membantu tugas ketiga petinggi itu .
Satu demi satu tahanan dikeluarkan .
Dan mereka giring ke penjara bawah tanah .
Tapi setelah seluruh tahanan turun dari kereta tahanan , seorang pendeta Tao muda pengawal tetua Tao , melepaskan kembang api ke langit , makan terciptalah sebuah pesan penanda pergerakan dimulai .
__ADS_1
Semua anggota aliansi yang mengikuti rencana , turun dari tebing bukit dan keluar dari persembunyian .
Ternyata dalam perjalanan telah dipersiapkan rencana menghubungi anggota sekte yang lain , yang tidak ikut masuk dalam pertemuan , mereka berencana berpura pura tertangkap , sampai di desa markas sekte Bulan Darah , dan menumpas sampai ke markas mereka .
* * *
Pertarungan berjalan sengit , Katsuyu yang lemah dalam pertarungan fisik , langsung menderita pertama kali , beberapa anggota bhiksu Shaolin langsung menghujaninya dengan gelombang jurus pembunuh kombinasi dari formasi 72 perubahan .
Katsuyu langsung tewas , tak peduli siluman lintah peliharaannya memiliki kemampuan membantu memulihkan diri , tapi luka yang datang lebih cepat dari kemampuannya memulihkan diri .
Bunta juga menghadapi situasi sulit , dia terpojok dikepung oleh murid murid perguruan Tao .
" Hei Bunta , apa kau pernah mendengar cerita tentang kodok yang tersambar petir ? "
Seorang murid perguruan Tao berbicara lantang .
" Aku belum pernah mendengarnya .... "
Beberapa murid Tao di belakangnya langsung mengatur formasi , dan rapalan mantera memanggil awan gelap , dan beberapa sambaran petir kuat membuat Bunta hangus , persis gambaran kodok yang tersambar petir , mengangkang , hangus , dan tewas .
Seluruh shinobi yang tersisa di desa malam itu dibantai , berharap agar tidak ada lagi kekacauan dunia persilatan ke depannya .
* * *
Manda agak tersudut , dia bersembunyi di semak semak saat berhasil menggunakan jurus boneka pengganti .
Beberapa murid perguruan pedang hanya mendapati pedang mereka menancap di batang pisang berselimut kulit ular , mereka kecewa karena merasa seharusnya pertarungan mereka yakini berhasil membunuh Manda .
Manda sangat kaget saat tiba tiba mulutnya dibekap dari belakang .
" Sssst , jangan berisik , kau tidak mau khan kalau tiba tiba keberadaanmu diketahui lalu kau dikepung lagi ? "
" Lin Hai ? kau ? mau apa kau disini ? "
__ADS_1
" Bos , gajiku belum kau bayar beberapa bulan ini , ayolah bos bayar dulu sebelum mati ..... "
" Aku sudah tidak punya uang , aku sudah miskin sekarang , hanya tersisa tubuhku ini , apa kau mau aku membayar gajimu dengan tubuhku ?"
" Hmmm ide bagus sih , aku benar benar tidak keberatan .... "
Lin Hai memandangi atau tepatnya menelanjangi dengan pandangan matanya , tubuh seorang kunoichi ini sangat bagus , terlebih kemudaannya akan sangat menyenangkan untuk keseharianku nanti sebagai suami istri kelak .
Mulus , mungil , bibirnya menggoda untuk dicium .
" Tunggu , mau apa kau jangan .... "
" Sudah diam ... "
Lin Hai menotoknya hingga pingsan , dan membawanya jauh dari hiruk pikuk dunia persilatan .
Lin Hai serius menjadikannya sebagai istri , setidaknya bayaran atas sikap kasar nyonya majikannya yang gendut , atau dia salah , setelah diperhatikan , dia cukup manis , dan di balik sikap kasarnya sehari hari dulu , Manda bisa dibilang menyelamatkan Lin Hai dari keganasan Bunta , dan dari pengawasan Hwa Er , atau setelah jelas diketahui bahwa Hwa Er adalah bibi suci siluman darah berambut perak .
* * *
Di lain tempat , bhiksu muda dan pendeta Tao muda menghadap ke istana , melaporkan hasil penyergapan mereka ke desa Bulan Darah kepada kaisar .
Singgasana kaisar berada di panggung yang lebih tinggi , dan tertutup tirai merah sedikit menerawang .
Membuat firasat mereka berbisik tentang sesuatu yang buruk .
Hanya saja di balik tirai itu hanya ada kaisar dan seorang permaisuri .
Semua pencapaian dan keberhasilan dalam laporan yang dibacakan langsung sirna begitu tirai itu terbuka .
Kaisar sudah berganti , sekarang pangeran ketiga Han Rong Ling telah menjadi kaisar begitu kudeta terhadap ayahnya berhasil semalam .
Yang membuat wajah bhiksu dan pendeta Tao muda itu memburuk adalah permaisuri kaisar adalah Hwa Er , yang mana bhiksu dan pendeta Tao muda itu tahu bahwa Hwa Er di gedung Shen Xi kemarin adalah bibi suci sekte Bulan Darah , siluman darah berambut perak .
__ADS_1