
pagi hari pun mulai bersinar anita pun terbangun dari tidur nya ia memituskan untuk bersiap siap sebelum ia membangunkan teman2 nya.
setelah selesai memakai seragam nya anita pun membangunkan para sahabat nya dan ngak lupa ia juga memesan makanan.
setelah mereka semua selesai bersiap siap mereka pun langsung memakan semua sarapan yang sudah di siapkan anita.
anita dan yang lainnya pun memilih satu mobil dengan gilang kecuali dave karna mereka ngak satu sekolah.
setelah sampai di sekolah seperti biasaanya anita dan sahabatnya semua akan menjadi pusat perhatian siswa dan siswi sma xxx tersebut termasuk para guru2 yang belum menika.
anita dan sahabatnya selalu di kejar2 oleh siswa dan siswi tersebut termasuk para guru yang masi belum menika. walaupun anita dan geng nya sering membuat masalah mereka juga memiliki kelebihan yang bisa mereka banggakan.
anita pun berjalan dengan pelan menuju kelasnya yang di ikuti oleh sahabatnya.
sesampai di kelas ia pun langsung duduk dan ngobrol2 bersama sahabatnya.
saat anita ngobrol2 dengan sahabatnya anita pun di datangi siska teman sekelasnya dan ia ngajak ke taman ia mau ngomong serius sama anita karna anita yang penasaran ia pun mau di ajak ke taman sesampai di taman siska langsung mengeluarkan hp nya untuk menunjukkan vidio saat dirinya tidur di uks dan yang membuat nya terkejut dan ngak habis pikir di situ dia melihat pak rangga yang sedang memfotonya dan pak rangga.
anita pun langsung meminta kopian vidio tersebut setelah itu anita pun kembali menemui temannya ia pun terlihat sangat marah oleh sahabatnya.
"lo kenapa nit..kok lo kayak marah gitu
emang apa yang di omongin siska tadi sampai lo kayak gini" tanya rehan
"gue ngak pa2 ko..oh iya nanti pas pulang sekolah kalian tunggu gue di parkiran aja ya soal nya gue ada perlu bentar ke ruang guru" ujar anita sambil duduk kembali ke mejanya.
nando pun memutuskan menghampiri siska ia ingin tau apa yang di bicarakan siska kepada anita sampai membuat anita terlihat marah.
"sis lo ngomongin apa tadi sama nita.. kok ekspresi anita marah gitu pas siap ngobrol berdua sama lo" tanya nya
"bukan urusan lo nan mensing lo balik ke kursi lo emang lo ngak dengar kalau bel udah bunyi" usir siska
nando pun akhirnya meninggalkan meja siska ia pun menuju mejannya. pelajaran pun berjalan dengan lancar walau di selangi oleh obrolan2 sahabat anita.anita hanya diam sambil memperhatikan hp nya.
__ADS_1
"awas aja tu guru bakalan gue kerjai pas pulang sekolah nanti"
nita pun mengajak rehan dan sahabatnya semua untuk mengobrol saja di lokal ia ngak berniat untuk ke kantin.
"gue bisa mintak tolong ngak sama kalian" tanya anita
" lo mintak tolong apa kalau kami bisa pasti kami bantu" tutur gilang
" gini gue mau kalian ngerjai pak rangga dia uda kurang ajar sama gue" tutur anita sambil memperlihatkan vidio yang di kirim siska tadi.
teman2 anita yang melihat itu pun sangat marah karna tindakan guru mereka yang kurang ajar terhadap sahabatnya.
" ok kami semua bakalan bantu lo..jadi lo mau kami kerjai kayak gimana pak rangga" tanya rahul
" gimana kalau kalian kempesin aja ban mobil nya untuk saat ini kalau besok nya kalian copot ban mobil nya" tutur anita sambil tersenyum licik
" ok kami bakalan ngasi pelajaran sama tu guru"ujar mereka kompak
setelah pulang sekolah seperti rencana mereka anita akan menemui rangga dan mereka akan mengempeskan ban mobil rangga.
" apa maksud bapak kayak gitu" ucap anita
"kamu dapat dari mana vidio ini" tanya rangga yang sedikit terkejut
"bapak ngak perlu tau dari mana saya dapat vidio ini..saya bisa aja laporin bapak sama kepala sekolah atau pun kantor polisi kalau saya mau tapi itu ngak bakalan saya lakuin karna itu impas sama taruhan kita" ucap anita sambil berlalu meninggalkan ruanggan rangga
rangga pun nampak sangat frustasi
" sial gimana bisa dia dapat vidio itu..hm
siapa kira2 yang ngasi tu vidio" kesal rangga.
setelah dari ruanggan rangga anita langsung menuju parkiran ia dan sahabatnya langsung pergi meninggalkan sekolah menuju tempat tongkrongan mereka.
__ADS_1
disisi lain rangga yang abis di datangi anita ia pun langsung menuju parkiran tapi setelah sampai di parkiran ia pun langsung marah dan kesal melihat ban mobil nya yang kempes semua.
"Bxxxxxt..siapa yang berani2 nya kempesin ban mobil gue belum lagi gue harus cepat2 ke kantor..gue masi ada rapat penting lagi" dumel rangga
rangga pun langsung menuju ke luar sekolah untuk mencasi Taxsi.
sedangkan rangga yang menuju kantor nya anita malah lagi asik asikan ngobrol dan makan2 di tempat tongkrongan nya bersama sahabatnya.
sampai hari yang menunjukkan malam anita dan yang lainnya pun memutuskan untuk pulang untuk mengganti pakaian mereka.
setelah gilang mengantarkan para sahabatnya untuk pulang ia pun akhirnya pulang menuju rumahnya.
sesampainnya di hotel anita langsung mandi dan makan malam setelah itu ia langsung istirahat karna baginya tadi adalah hari yang melelahkan dan menyebalkan baginnya.
sedangkan di satu sisi rangga masi fokus mengerjakan tugas2 kantornya dan dia masi sesikit kesal karna rapat nya tadi di kensel dan itu membuat perusahannya rugi.
belum lagi rangga memikirkan ucapan anita yang mengganggap taruhannya sudah impas karna ia mengetahui perbuatan nya.
anita pun terbangun dari tidurnya karna hp nya yang terus berbunyi. anita langsung mengangkat nya tanpa melihat nama nya ia berbicara dengan malas nya.
"siapa si..ngak tau apa gue lagi tidur" ucapnya
"sayang akhirnya kamu mau angkat tlp dari mama" ucap mama anita dengan senang nya
setelah mendengar suara mama nya aniya langsung mematikan pangilan telpon tersebut dan mematikan hp nya ia pun merutuki kebodohannya yang main angkat telpon.
anita memutuskan untuk tidak tidur ia pun hanya duduk di pinggir sofa tempat tidurnya sambil memainkan ujung baju nya.
sedangakan mama anita ia sedang sedi karna anak nya yang belum bisa memaafkan nya.
ia sedi melihat anak nya yang tidak mengganggap nya menjadi mama nya lagi dan tidak mau di ajak ngobrol ketemuan bahkan tlp nya pun tidak perna di angkat anita.
mama rara selalu berusaha untuk membuat anita memaafkannya tapi yang ia dapat malah sebaliknya anita malah semakin membencinnya.
__ADS_1
ia sedih melihat sikap anita tapi ia juga memahami sikap anak nya tersebut.