Cewek Pemarah

Cewek Pemarah
Berbincang-bincang di Rumah Dino


__ADS_3

Chika begitu gelisah sejak tadi berada di tengah-tengah keluarga Dino merasa sangat tidak nyaman. Berulang kali Chika mengumpat kasar Dino dalam hati karena tidak kunjung datang, mengambil minum sama cemilan aja seabad begitu fikir Chika yang sangat merasa kesal.


Dino pun sudah datang sambil membawakan beberapa minuman dan cemilan ringan untuk sore hari ini. Dino membuatkan jus jeruk dingin untuk semua anggota keluarganya karena mereka sangat suka dengan jus jeruk. Sedangkan Dino membuatkan jus alpukat jus mangga dan jus stowberry untuk Chika, karena Dino tidak tau apa minuman kesukaan seorang Chika. Akhirnya Dino membuatkan beberapa jus agar Chika bisa memilih jus apa yang akan dia minum.


Dino juga membawakan beberapa cemilan snack balado ayam panggang dan beberapa cemilan ringan lainnya.


Dino pun meletakan semua barang bawahannya yang di ambil dari dapur tadi di atas meja ruang tamu. Meskipun di rumah Dino ada asisten rumah tangga Dino memilih untuk turun tangan kedapur. Membuatkan minuman jus spesial untuk Chika teman barunya itu.


''Chika sini duduk di sebelah ku..''ucap Dino dengan malu-malu karena ada seluruh anggota keluarganya. Yang menyuruh Chika untuk pindah posisi duduk yang sejak tadi berada di dekat mama Dino


''Ciee..kak Dino ehem...''sambung Thalia dengan berpura-pura batuk


Chika yang melihat Thalia menggoda Dino pun merasa sangat geram, Chika melotot ke arah Dino dengan tatapan tidak suka. Pasalnya Chika paling anti yang namanya ejekan atau godaan dari siapapun, Chika menahan amarahnya sejak tadi sebisa mungkin agar Chika tidak salah bertindak dan hanya akan mempermalukan dirinya saja di hadapan keluarga besar Dino.


''Kenapa sayang kok Chika disuruh pindah tempat duduk... biarin Chika berada di samping mama....''ucap mama Dino


''Betul tuh maa...kenapa harus pindah, dasar lu Dino modus..''ucap Wahyu selaku kakak Dino


Sedangkan kan Papa Dino hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Dino yang sangat lucu menurutnya. Pasalnya baru pertama kali ia melihat putra kesayangannya itu membawa seorang cewek ke rumah. Apa jangan-jangan dia pacarnya, atau cewek yang dia sukai saat ini begitu fikir papa Dino.


Chika pun angkat bicara.


''Tante permisi saya mau duduk di sebelah Dino..''ucap Chika dengan tersenyum paksa


''Oh baiklah silahkan nak Chika...''ucap mama Dino dengan tersenyum merasa sangat bahagia bisa melihat putranya itu bisa dekat dengan seorang cewek. Terlebih lagi dengan seorang Chika yang sangat imuet cantik dan sopan begitu penilaian dari mama Dino.


Chika pun pindah tempat duduk di samping Dino yang tengah asyik memakan cemilan snack. Chika langsung mengambil salah satu jus di meja. Jus alpukat yah itu jus favoritenya, Chika langsung menyeruput Jus itu karena sangat haus sejak tadi.


Setelah minum jus Chika diam-diam mencubit pinggang Dino merasa sangat kesal sejak pertama datang ke rumah mewah Dino begitu membuat Chika sangat tidak nyaman. Apalagi karena selalu di godain oleh keluarga besarnya itu.


Dino yang tengah asik memakan cemilan merasa terkejud akibat cubitan kecil dari Chika.


''Awww.....''rintih Dino cukup keras

__ADS_1


Semua anggota keluarga Dino pun beralih menatapnya dengan sedikit heran karena dia berteriak. Chika yang mendengar rintihan Dino pun diam-diam menatap nya dengan sangat tajam, Dino mengerti akan tatapan Chika yang mematikan bagi dirinya. Dengan susah payah Dino menelan makanannya yang sejak tadi dia kunyah lalu menyenggir membalas tatapan Chika.


Batin Dino..


''Oh ya ampun mati aku, Chika pasti sangat marah nie..tapi apa salah ku??''Dino bertanya-tanya dalam hatinya


Merasa sangat binggung kali ini apa salahnya, Dino benar-benar tidak habis fikir akan perubahan mood seorang Chika.


Papa Dino yang merasa sangat penasaran. Kenapa putranya itu berteriak tiba-tiba mulai mengajukan pertanyaan.


''Dino kamu kenapa??''ucap papa Dino singkat


''Iya kenapa sih teriak-teriak kek orang gila kak..berisik tau..''sambung Thalia dengan memanyunkan bibirnya


''Iya sayang ada apa...''sambung Mama Dino ikut mengajukan pertanyaan


Dino yang mendengar pertanyaan dari keluarga tercintanya itu mulai salah tingkah.


''Ehhh....bukan apa-apa kok hehehe.. ma pa aku mau ajak Chika jalan-jalan di taman belakang, boleh kan??'' ucap Dino


''Tentu saja boleh, ajak Chika cantik ini berkeliling di rumah kita agar lebih mengenal keluarga ini lebih jauh...''ucap Mama Dino lembut dengan menatap Chika yang sejak tadi diam dan sesekali tersenyum.


''Cieee...kak Dino mau berduaan yah sama kak Chika, Huh?? dasar modus ..''sambung Thalia


''Sudah-sudah berhenti godain kakak kamu..''ucap Mama Dino menegur Thalia


"Ah mama ngak seruu..''sambung Thalia cemberut


"Baiklah ma pa Dino pergi dulu, ayo Chika...''pamit Dino


''Om tante saya permisi...''sambung Chika dengan tersenyum paksa pasalnya bukan kepribadian Chika yang selalu tersenyum seperti ini. Membuat Chika sangat tidak nyaman dan ingin segera pulang kerumahnya.


Chika dan Dino pun berkeliling-keliling di dalam rumah keluarga Areka. Sangat luas dan juga banyak barang-barang mewah di dalamnya, juga terdapat banyak ruangan. Seperti beberapa kamar pribadi ruang tamu ruang keluarga ruang makan kantor pribadi milik papa Dino ruang latihan musik ruang ngegym dapur yang sangat luas. Dan masih banyak lagi ruangan di dalam rumah Dino itu.

__ADS_1


Chika pun berjalan mengikuti Dino dan sesekali melihat sekeliling rumah mewah Dino itu. Tak jauh beda dari kediaman rumahnya sendiri sangat mewah dan megah. Disela-sela perjalanan menuju taman belakang rumah Dino, Chika pun mulai angkat bicara.


"Woyy cowok cupu... lo tadi lama banget ambil minum sama snack di dapur, lo ninggalin gw sendiri di tengah-tengah keluarga lo...Cihh ga ada otak yah lo...''ngegas Chika karena sangat kesal sejak tadi akhirnya bisa meluapkan segala amarahnya saat ini


''Maafkan aku Chika, aku binggung minuman apa yang kamu sukai jadi aku lama tadi di dapur...emang kenapa kalau kamu sendirian di sana. Kan mama papa ku ngak gigit kamu..''jawab Dino polos sambil tetap berjalan dengan santai


Bughhh....


Lagi-lagi Chika memukul lengan Dino. Karena merasa jengah akan sikap Dino yang polos itu, atau lebih tepat nya sangat lemot begitu fikir Chika.


''Cihhh lo bod0h atau gimana sih, lo ninggalin gue di tengah-tengah mereka. Gue ngak nyaman woyy...bisa mikir ngak sih. Lo bikin gw emosi lama-lama...''marah Chika dengan berteriak beruntung tak ada orang di sekitar mereka


Dino yang melihat Chika marah pun merasa binggung dan juga takut, pasalnya jika Chika sudah berbicara ngegas seperti itu artinya Chika sudah lama menahan amarahnya. Sebisa mungkin Dino menetralkan detak jantungnya agar tidak berisik di dalam sana karena merasa sangat cemas. Dino mulai berbicara hati-hati agar tidak semakin membuat Chika marah. Sebisa mungkin Dino berusaha meredam amarah Chika.


''Maafkan aku Chika. Bukan maksud aku ninggalin kamu di antara keluarga ku..Jangan marah yah aku mohon.....''ucap Dino memelas


''Lo bisa nya minta maaf doang, makanya kalau punya otak tuh digunakan buat mikir..jan di simpan terus kek barang antik di rumah besar lo ini, faham ngak lo!!!''geram Chika


"Iya aku salah, udah yah jangan marah lagi Chika...''sambung Dino masih memohon terhadap teman barunya itu yang tengah emosi sejak tadi


''Hah?? sudah lah males gue....''final Chika dengan menghembuskan nafas karena merasa sangat capek dan juga kesal melihat Dino yang selalu saja minta maaf kepada dirinya


Chika dan Dino pun terus melangkah menuju taman belakang rumah mewah Dino. Tidak ada obrolan lagi diantara mereka. Chika yang masih menahan kekesalannya, sedangkan Dino masih berfikir bagaimana cara agar bisa meredam kemarahan Chika.





Mau tau kelanjutannya, ikuti terus novel " Cewek Pemarah ''


Jangan lupa like coment vote dan tambah ke favorite yah...

__ADS_1


Thankyou semua.


See you next chapter😆


__ADS_2