
Pagi hari Chika sudah selesai memakai seragam dengan lengkap pintu kamar Chika juga tidak di kunci lagi oleh Arman. Chika pun menuruni tangga dengan wajah datarnya.
***Tap...tap...tap...
Chika*** menghampiri daddy mommy dan Kelvin kakak nya, Chika duduk di sebelah Kelvin dan mulai mengambil beberapa makanan di meja makan itu. Chika mengambil nasi goreng dan langsung memakan-makanan nya tanpa berbicara apa-apa. mommy Chika pun memecah keheningan di antara mereka dan memulai pembicaraan.
"Chika mau nambah lagi nasi gorengnya??'' tanya mommy Chika dengan lembut
"Ngak mommy...'' singkat Chika tetap fokus pada nasi goreng nya itu
"Chika kalau lagi di ajak bicara mommy kamu jangan nunduk lihat lawan bicara kamu, apa kamu ngak punya tata krama hagh??'' sambung Arman dengan nada sedikit keras
".....'' Chika diam saja tanpa menjawab
Chika jarang sekali makan berkumpul dengan keluarganya karena merasa bosan selalu apa yang Chika lakukan tidak pernah ada yang benar di mata keluarganya terutama Arman selaku daddy kandungnya itu . Chika merasa sesak berada di tengah-tengah keluarga nya sendiri karena tidak bebas berubat apapun yang di sukai Chika.
Chika lebih nyaman berada di luar rumah dan berada di tengah-tengah anggota geng motor Black Comunity.
Chika pun sudah menyelesaikan Sarapan pagi nya itu. Chika hendak pergi ke sekolah dengan mobilnya.
"Mommy....Chika berangat sekolah dulu yah'' Pamit Chika melangkahkan kakinya hendak pergi
"Iya sayang hati-hati, nanti jangan terlambat yah pulangnya mommy masakin makanan kesukaan kamu'' Jawab mommy Chika dengan tersenyum menatap kepergiannya Chika
Sebenarnya Alisya selaku mommy kandung Chika sangat sedih karena tidak begitu dekat dengan anak gadis nya itu entah apa yang membuat Chika begitu menjaga jarak dengan nya sejak Chika berumur 7 tahun Chika sudah bersikap acuh tak acuh pada mommy nya.
Alisya masih bertanya-tanya dalam hati kecil nya akan sikap Chika yang seperti itu. Mommy Chika tetap berusaha mendekati anak gadis satu-satunya itu agar bisa lebih dekat seperti ibu dan anak pada umumnya.
"Chika tunggu...!!!'' sambung Arman daddy Chika
Chika pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara yang memanggilnya.
"Apa..??'' singkat Chika
"Mulai hari ini kamu ngak boleh bawah mobil, dan juga kamu harus di anterin Kelvin'' ucap Arman menatap Chika dengan serius
__ADS_1
"Gue ngak mau'' ketus Chika
''Ngak ada bantahan lagi kamu harus di antar dan juga ada bodiguard daddy yang akan mengawasi kamu di luar rumah'' sambung Arman dengan meminum kopi buatan Alisya
"Aghhhtt.. TERSERAH..!!!!!!'' kesal Chika dan berlalu pergi
Chika pun memasuki mobil milik Kelvin, mobil Jazz berwarna hitam yang sudah terparkir di depan rumah mewahnya itu.
Chika masih menahan amarahnya di dalam mobil sedangkan Kelvin masih di dalam rumah.
"Daddy mommy Kelvin berangkat dulu yah'' pamit Kelvin mencium punggung tangan daddy dan mommy nya bergantian
''Iya hati-hati Kelvin jaga in adek kamu, jangan sampai pergi kemana-mana mommy ngak mau Chika ngak balik ke rumah lagi'' sambung Alisya dengan Menatap Kelvin penuh harap
"Betul apa kata mommy kamu, Daddy akan lebih memerhatikan Chika dan tentunya mengawasi anak bandel satu itu yang sering bikin daddy naik darah'' ucap Arman
"Iya daddy mommy jangan khawatir Kelvin akan jagain adek, yah sudah Kelvin berangat dulu yah assalamualaikum'' pamit Kelvin dan berlalu pergi
"Waalaikumsalam'' serempak daddy dan mommy
"Dek kenapa diem aja dari tadi'' tanya kelvin masih fokus mengemudi mobil jazz nya itu
''Gue sebel sama daddy emang gue anak kecil yang harus di anter kalau pergi kemana-mana??" ketus Chika
"Hehehehehe 😂 jangan masang wajah cemberut gitu kamu lucu dek" tawa Kelvin
"Ngapain lo ketawa, dasar kakak Durhaka?? melotot Chika😳
" Oke-oke maaf dek, udah lah kamu nurut aja sama daddy jangan ngebantah lagi biar kamu bisa bebas dan tidak di awasin terus oleh daddy" sambung Kelvin
"Halah.. bodoh amat lah pusing gue'' nyerah Chika
Kelvin pun hanya geleng-geleng kepala melihat Chika yang selalu saja begitu, ngak suka di atur-atur oleh daddy dan mommy nya padahal semua itu untuk kebaikan Chika sendiri.
Beberapa menit kemudian ....
__ADS_1
Mobil Kelvin memasuk i sekolah elit itu Kelvin pun menuju ke parkiran untuk menghentikan mobil nya.
Chika dan Kelvin turun dari mobil dan melangkah menuju kelas. seperti biasa Chika dan Kelvin setiap masuk ke area sekolah itu menjadi pusat perhatian bagi para siswa lain nya.
''Itu kan Kelvin uwaaahhh ganteng banget'' bisik salah satu siswa cewek dengan histeris
''Betul tuh...emang cowok idaman banget, gue mau jadi pacarnya'' sambung siswa lain dengan lebaynya
''Chika juga cantik banget, gue mau ah deketin dia'' ucap siswa cowok dengan Pd-nya
''Chika mana mau sama lo, wajah burik gitu'' ejek temannya
"Eh kamvret lo'' sambung siswa cowok itu kesal
''Hahahahahaha ...'' tawa teman2 lainnya
Sudah terbiasa Kelvin dan Chika mendengar bisik-bisikan para siswa lain di sekolah nya. ada yang suka, benci ,juga ada yang iri terhadap kecantikan Chika dan kegantengan Kelvin. namun semua bisikan itu hanya di anggap angin lalu oleh Chika dan Kelvin.
Chika sama Kelvin pun terpisah, mereka pergi ke kelas masing-masing. Kelvin memasuki kelas 3 Ips dan Chika ke kelas 2 ipa.
Sampai di kelas seperti biasa Chika membuka pintu dengan kasar.
Brakk...
Semua murid di dalam kelas pun tersentak kaget...
🌿
🌿
🌿
Jangan lupa like coment vote dan tambah favorite yah..
***SEMANGAT...!!!❤
__ADS_1
See you next Chapter😉***