
Tak selang beberapa menit Chika dan Dino pun sudah sampai di taman belakang kediaman Areka. Taman yang sangat luas banyak bunga-bunga yang sangat indah dan cantik itu memenuhi setiap sudut. Chika begitu antusias mengelilingi taman kediaman keluarga besar Areka yaitu milik Dino seorang cowok cupu tinggi dan pasti nya juga sangat tampan. Chika melihat dan mendekati beberapa bunga yang menarik perhatiannya, bunga mawar warna merah dan nampak sangat indah ketika di pandang oleh siapapun yang menatapnya secara dekat atau pun dari kejauhan.
Begitu banyak bunga yang sudah di petik oleh Chika karena merasa sangat indah, Chika begitu suka tanaman bunga di rumah mewahnya Chika mengoleksi begitu banyak bunga-bunga cantik dan tentunya harga bunga itu sangat mahal. Dari berbagai negara Chika mempunyai tiap koleksi bunga yang sangat indah dan terkenal di tempat asalnya masing-masing.
Chika masih asyik dengan kesibukannya melihat-lihat bunga yang ada di taman itu. Sedangkan Dino masih setia di belakang mengikuti Chika yang nampak sangat senang melihat bunga di setiap jalanan taman.
Dino sesekali tersenyum kecil melihat ke arah Chika yang begitu antusias layaknya anak kecil yang tengah bermain-main, begitu polos dalam pandangan seorang Dino. Meskipun Chika terkenal sebagai cewek pemarah tapi, Chika juga mempunyai sisi yang sangat manis begitu pemikiran Dino saat ini.
Diam-diam Dino memotret Chika dengan ponsel mahalnya itu yang tengah membawa beberapa bunga di tangannya, sangat terlihat jelas wajah cantik Chika dengan senyuman terukir di sudut bibir ranumnya. Beberapa helai rambut Chika terkena angin sangat menambah cantiknya seorang cewek pemarah di hadapannya saat ini.
Batin Dino..
"Subhanallah.. cantik banget kamu Chika, beruntung aku bisa kenal sama kamu. walaupun kamu pemarah tapi aku yakin kamu baik orang nya, juga sangat ceria. Meskipun kamu jarang tersenyum tapi kamu manis banget hehehe...''gumam Dino
Setelah puas memotret beberapa foto Chika, Dino pun memasukan ponsel mahalnya itu kedalam saku celana nya. Dan mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Chika yang sudah lebih dulu mendahuluinya.
''Chikaa....''panggil Dino berada tepat di samping Chika yang tengah melihat-lihat bunga di taman itu
Chika pun menghentikan aktivitasnya melihat dan memetik beberapa bunga. Lalu melihat ke arah Dino dengan tatapan cueknya, yah Chika emang seperti itu orangnya bermuka datar tanpa ekspresi selalu tampak sinis dan bersikap bodoh amat tentang semua hal.
''apa..''cuek Chika berjalan ke arah bangku taman yang tidak jauh dari posisinya berdiri saat ini
Lalu Chika duduk di bangku taman itu. Sedangkan Dino juga ikut duduk di samping Chika yang tengah memainkan ponsel mahalnya itu. Dino memberanikan diri untuk berbicara kepada Chika, karena takut jika Chika akan marah lagi. Sebisa mungkin Dino herhati-hati dalam mengucapkan kalimat agar tidak membuat Chika tersinggung atau tidak nyaman.
__ADS_1
Dino pun memulai pembicaraan.
"Chika maafin aku yah soal yang tadi. Aku beneran ga berniat buat ninggalin kamu di antara keluarga ku, pasti kamu sangat ngak nyaman...''ucap Dino lirih
Tangan Dino sudah bertautan di bawah sana menahan gugup dan takut, karena merasa sangat bersalah sudah ninggalin Chika di antara keluarga besarnya itu.
Chika pun menaruh ponselnya lagi di saku seragam sekolahnya itu. Lalu mendonggakan wajah ke atas langit menikmati suasana taman yang sangat indah dan udara yang segar sejuk menusuk dalam rongga hidung mancung milik Chika. Hari sudah semakin sore bentar lagi langit berubah menjadi petang, Chika masih ada di kediaman Areka.
''Ok gpp lah santuy aja...''cuek Chika menjawab ucapan Dino. Dengan menurunkan pandangannya yang tadi melihat ke arah langit.
''Chika lu suka sama bunga di taman ku, bagus kan hehehe...''sambung Dino malu-malu
''Iya gw suka semua bunga yang ada di taman lo ini, Selera gw banget..''jawab Chika masih melihat-lihat sekeliling taman
Dino sebenarnya ingin berbicara banyak hal akan tetapi, dirinya binggung mau membicarakan apa kepada Chika. Karena belum tau apa kesukaan seorang cewek pemarah itu, juga sedikit takut salah bicara dan membuat Chika tidak nyaman.
Sedangkan Chika melihat jam yang melingkar di tanggan nya. Jam menunjukkan pukul 17.45 waktu sholat magrib telah tiba. Chika pun berbicara kepada Dino yang tengah melamun sejak tadi.
''Woy cupu, udah tiba sholat magrib nie..gue mau pulang..''ucap Chika lalu berdiri
''Kenapa pulang, sholat di rumah ku aja yah lalu makan malam bersama keluarga ku juga...''ucap Dino
''Ngak usah ahh entar ngerepotin lagi..."tolak Chika
__ADS_1
"Nga papa kok ayo lah, mau kan pliss...''sambung Dino memohon
"Huh! Oke lah yuk sholat dulu...''final Chika karena merasa segan untuk menolak tawaran si cowok cupu di sampingnya saat ini
''Terima kasih Chika, ayoo...''girang Dino
Dino dan Chika pun kembali masuk kedalam Rumah mewah kediaman keluarga besar Areka. Untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Tak butuh waktu lama Chika dan Dino pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah dengan keluarga Dino.
Papa Dino menjadi imam untuk memimpin sholat magrib hari ini, sedangkan yang lain menjadi makmumnya. Meskipun Chika terkenal bar-bar cewek arogan selalu bikin ulah dan mengikuti balap liar bersama geng motor Black Comunity lainnya, Chika juga sangat rajin beribadah sholat lima waktu juga selalu membaca Al-qur'an setiap selesai sholat.
Tak butuh waktu lama Chika dan seluruh anggota keluarga Dino sudah menyelesaikan sholat magrib. Lalu mereka semua menuju ruang makan untuk makan malam bersama.
😆
😆
😆
Jangan lupa like coment vote dan tambah ke favorite yah..
Thankyou semua☺
__ADS_1
Salam sayang dari Author🌹
See you next chapter😍