Chan Shan

Chan Shan
epsd: 04 keinginan yang besar


__ADS_3

Hari berganti, tidak terasa sudah enam bulan chan shan hidup seorang diri dalam hutan rimba gunung wutan, tanpa ia sadari tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Latihan alami yang di berikan oleh alam seperti memanjat pohon, berburu dan melarikan diri dari binatang binatang buas telah membuat tubuhnya menjadi kuat.


Badannya menjadi lebih kekar, tangan, kaki, serta persendiannya menjadi lebih kuat.


Chan shan sekarang sekarang menjadi orang yang tangkas, hutan tempat tinggalnya juga sudah di kuasai, jadi dia tidak akan kesulitan untuk mencari hewan buruan atau Tempat untuk tidur,meskipun harus berpindah pindah setiap harinya. Tapi masih ada satu hal yang mengganggu pikiran nya...


"Bagaimana mewujudkan permintaan terakhir ibunya untuk membalaskan dendam mereka".


Pagi itu...chan shan mencoba memberanikan diri untuk kembali kedesanya


namun pada saat pertengahan jalan antara hutan dengan desa ia di kejutkan oleh seseorang yang terlihat gagah, chan shan sontak kaget dengan orng itu yang tidak terlihat kapan datangnya.


keinginan chan shan untuk menjadi lebih kuat agar bisa membalaskan dendam ibunya tersebut, memberanikan diri untuk bertanya kepada seorang pria tegap itu.


"maaf, paman boleh perkenalan", ujar chan shan


"tentu saja nak, paman juga ingin bertanya padamu", jawab paman

__ADS_1


"perkenalkan namaku chan shan kalau boleh tau paman namanya siapa, dan darimana", ujar chan shan sambil melontarkan beberapa pertanyaan


"sudah-sudah jika kita terus berada di sini, maka hewan buas akan semakin banyak berdatangan, karena hari sudah mulai gelap, lebih baik kamu ikut paman"jawab paman


chan shan tidak memiliki sedikitpun rasa curiga kepada paman tersebut.


"kelihatannya paman ini bukan orang jahat", batin chan shan


lalu chan shan melanjutkan percakapan barusan


"eh tunggu paman kau belum menjawab pertanyaanku!, memangnya kita mau pergi kemana paman," ujar chan shan


tidak bertele-tele chan shan pun menuruti paman itu dan mendekatinya.


setelah chan berhadap hadapan dengan paman tersebut, kedua tangan paman itu memegang bagian tubuh chan shan, lalu menghentakan kakinya dan terbang.


chan shan yang baru pertama kali terbang, sangat terkagum kagum dengan kekuatan dahsyat yang paman itu miliki, manusia yang dapat terbang itu adalah hal yang sangat mustahil baginya, apalagi chan shan terlahir bukan dari keluarga pendekar melainkan, hanya dari keluarga petani biasa.


setelah beberapa menit terbang paman itu mulai menurunkan ketinggiannya dan mulai mendarat, tepat diatas sebuah batu besar.

__ADS_1


chan shan yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, masih mematung di atas batu besar, ia berusaha mencerna apa yang barusan terjadi.


Tiba-tiba paman itu berbicara pada chan shan yang membuyarkan pikirannya


hey anak muda, mau sampai kapan kau berada disitu, ujar paman membuyarkan pikiran chan shan yng tengah mematung


eh, maaf paman aku baru saja mencerna kejadian barusan, karena selama hidupku baru pertama kali melihat bahkan merasakan kejadian barusan


"hahaha, kamu bukan dari keluarga pendekar yah",ujar paman


"ou iya paman, mana tempat tinggal paman",ujar chan shan


"Hahaha aku hampir lupa mengajakmu masuk kedalam, ayo masuk", jawab paman


"I, ini tempat yang paman tinggali", ujar chan shan


"benar, ayo masuk", jawab paman singkat


tempat tinggal paman tersebut berada di gua, di tengah hutan gunung wutan, yang mana gunung itu di juluki hutan kematian oleh sekelompok pendekar, karena setiap mereka masuk ke dalam hutan tersebut tidak pernah ada yang dapat kembali, hutan gunung wutan atau biasa di sebut hutan kematian ini, di kisahkan bahwa dahulu kala ada dua pendekar titisan dewa yang bertarung sampai satu bulan penuh dan pertarungan mereka nampak berjalan seimbang, saat saat terakhir pertarungannya kedua pendekar tersebut meninggalkan sebuah benda pusaka yang selalu ia gunakan dan memberinya segel pada benda pusaka tersebut, kedua pendekar tersebut berkata jika ada seseorang yang dapat mencabut benda pusaka ini, maka orang itu adalah orang yang dipilih oleh dewa, dan ilmu kependekarannya pun akan jauh berada di atas kami, ujar kedua pendekar itu.

__ADS_1


__ADS_2