
"Τίποτα δεν είναι σπουδαίο εκτός από τη δύναμή σου, και ελπίζω σε όλους εμάς από το Ayland να προστατευόμαστε" setelah mengucapkan mantra tersebut Alys langsung bangkit dan mengambil pedang kesaktiannya (Xan).
Ia mengayunkan pedangnya pada salah satu zombie.
Srekhhhhh...,terbelah kepala zombie kini amarah Alys membabi buta hingga ia menyerang zombie dengan pedang hingga cepatnya melewati batas. sementara dayang dayang berjaga jaga mengelilingi Alys.
30 menit pertempuran, membuat Alys lelah dengan gaun biru nya yang bercampur warna darah.
"Yang mulia Ratu mari kita ganti gaun nya biar tidak merusak citra kerajaan nantinya"ajak dayang Kai dengan tubuh menunduk.
"Baiklah, mari"ucap Alys sambil melangkah duluan diikuti dayang lainnya.
10 menit kemudian Alys kembali dengan tampilan barunya memakai gaun merah nya.
Mereka kembali ke ke kerajaan Ayland, hingga besoknya mereka sudah sampai dan disambut oleh Cavier sang mantan raja dengan permaisuri ke 3 Dralyn Astarinsa.
Kini mereka ber 3 berjalan menuju singgasana dengan Cavier duduk di sebelah kanan singgasana, dan Dralyn duduk di sebelah kiri singgasana, di singgasana tempat Alys duduk.
Skip kembali ke kerajaan Lovar...
Setelah kepulangan Ratu Ayland, Lovar memerintahkan seseorang untuk mencari biodata Ratu Ayland yang baru...
Name: Alyssa Astuviza Aylandia
Age: 17 year
Title: Queen Ayland
Spouse name: -
Descendant name: -
Name of sibling: Pangeran, Haraka Asavano Aylandia , Pangeran, Wolfa Asvarixo Aylandia.
Cousins : Pangeran, William Havro Aylandia.
Parents' name : King, Cavier Older Aylandia & Queen, Dralyn Astarinsa Aylandia.
Kini Zar (Kasim Fireland) menghadap kembali di hadapan Raja Lovar dengan membawa sebuah 1 berkas.
__ADS_1
"Yang mulia Raja ini berkas sesuai perintah yang mulia"ucap Zar sambil menunduk.
"APA!!, umurnya sangat muda sekali dulu saat aku jadi Raja minimal umur 20 tahun ini... 17 astaga aku tidak habis pikir sama tua bangka itu tunggu Dralyn Astarinsa? Bukan kah dia orang yang ku sukai. sekarang bersama Cavier!! Penghianat kau bangsat!!"batin Lovar.
"Baiklah nanti semua orang kumpulkan di ruang meeting ada yang ingin ku bahas nanti" titahnya.
"Baik yang mulia Raja" ucap Zar sambil berdiri di sebelah Kiri Lovar.
Note:
Posisi ini sangat berpengaruh pada kerajaan, biasanya yang berada di sebelah kanan adalah pewaris tahta kerajaan dengan mantan raja/ratu dan disebelah kiri terdapat pasangan serta anak mereka yang gelar nya dibawah Putra/Putri Mahkota. dan posisi tengah terdapat Raja/Ratu yang sedang bertakhta.
Kembali ke cerita..
Kerajaan Ayland...
Dikamar Alys terdapat seorang ibu dan anak sedang berdiskusi..
"Sayang, tadi malam mommy bermimpi kamu di kejar sama paman Firdo. Sayang kamu bawa bubuk ini jangan sampai tumpah dan satu lagi kamu bawa tongkat ini jangan sampai diberikan orang lain tongkat ini jika di teteskan darahmu maka kamu akan terikat kontrak dengan nya jika kamu kenapa-napa tongkat ini akan senantiasa membantu serta menjagamu. untuk bubuk ini mencegah kamu terkena ramuan bubuk, racun serta sihir" ucap Dralyn sambil menggenggam tanganku.
"Baik mom, aku akan selalu mengingat nasihat mommy"ucapku yang membuat kekhawatiran nya sedikit lega.
Aku memegang kepala sembari meringis "Hufftt, astaga aku demam".
Hingga demam ini membuat ku hampir tidak disadarkan diri. munculah seorang laki-laki yang sedang menatap sembari tersenyum, kulihat ia mengompres kan air dingin di dahiku hingga menbuatku tertidur.
Vole Flashback On.
Ketika aku sedang bersantai di kamarku sedang membaca buku aku mendengar kabar dari pengawal Ayland (yang ditugaskan oleh ku untuk mengawasi kegiatan Alys) bahwa Alys sakit sontak membuatku berpakaian biasa dan menutupi sebagian wajah seperti layaknya ninja dan berlari melompat jendela hingga aku lolos dari penjagaan istana. 30 menit kemudian aku sudah sampai di istana Ayland tepat dibawah jendela dengan segera aku menanjak dan melompat sehingga aku berhasil di kamar Alys, aku melihat Alys seperti masih terbangun atau tidak segera aku memeriksa dahinya "panas banget" gumamku. dengan segera aku mengambil kompres air dingin dan ku taruh di dahi nya yang panas.
Setelah melihat mata indah Alys tertutup sempurna aku mulai curhat ungkapan isi hatiku.
"Your mine, tidak ada yang boleh memilikimu tidak masalah jika nyawaku jadi taruhannya yang penting kamu nanti berada di sisiku serta aku harus bisa mendapatkan hati mu" gumamku sambil mencolek pipinya yang gemoy itu.
"Sebaiknya aku harus segera pergi dari sini bisa gawat kalau Ayah tahu aku disini"batinku sambil berlari menuju jendela dan melompat ke bawah hingga motor yang ku bawa melaju dengan cepat sampai di Kerajaan Aisland.
Flashback Off..
Alyssa Flashback On..
__ADS_1
Aku terbangun dengan kepala berkunang-kunang aku melihat Pangeran William sedang menatapku dengan berkaca-kaca, Pangeran Haraka serta Pangeran Olfa yang sedang menangis begitu juga dengan sang Mommy yang sangat menyesal karena selalu mengingat keselamatan ku saja bukan kesehatan ku dan aku juga melihat sang mantan Raja sedang melamun dengan kepala menunduk.
"Air"ucapku sontak membuat orang yang berada di kamarku segera menoleh ke asal suara.
"Alyss"ucap mereka serempak yang membuatku terkekeh.
"Sayang, maafkan mommy ya mommy sangat menyesal maafkan mommy hikss hikss karna selalu memikirkan keselamatan mu dibanding kesehatan mu"ucap Dralyn.
"Mom, sudah aku tidak apa apa cuman demam saja bukan patah tulang"hiburku.
"Raka,Olfa,Willi aku boleh minta sesuatu"pintaku.
"Apa!!, katakan saja apa maumu"ucap mereka serempak.
"Aku-.......... mau pergi ke gerbang tingkat 2"
"APAA!!, yang benar saja tidak aku tidak mengizinkan mu paham" ucap Olfa sambil berkacak pinggang seperti ibu yang sedang memarahi anak perempuan nya pulang tengah malam.
"Aku setuju dengan Olfa"ucap Raka yang di setujui anggukan kepala William
Cavier tiba-tiba berbicara "Gerbang tingkat 2 tidak bisa dimasuk oleh orang biasa hanya orang yang memiliki sihir kemampuan 30 keatas yang bisa memasukinya".
"Mengapa demikian?"tanya Raka.
"Karena gerbang tingkat 2 tempat seorang penyihir yang memiliki sihir kemampuan 50 keatas jadi jika manusia ke sana tanpa adanya perlindungan bisa mati dalam sekejap"ucapnya lagi.
"Baiklah ku usahakan dalam 2 bulan ini aku bisa mengalahkan Lovar serta iblis lainya hahahaha"batin Alys.
"Aku tahu apa yang kau rencanakan Alys, aku akan mendukung di belakang mu"batin Cavier.
Tok tok tok... "Permisi yang mulia ini bubur untuk yang mulia Ratu"ucap dayang dari luar pintu depan segera pangeran Wili membuka pintu, mengambil bubur tersebut seraya mengucapkan terimakasih dan menutup pintu sambil berjalan menuju arah ranjang Alys.
Dralyn yang melihat bubur tersebut segera mengambil alih dan menyuapi Alys dengan lembut.
"Baiklah, aku harus pergi ada hal yang masih ku urus" pamit Cavier yang di anggukkan oleh semua orang di dalam kamar ku.
"Nanti aku ke perpustakaan cari buku mengenai sihir dan kelemahan iblis"batin Alys.
Visual dan Instagram tokoh bisa kunjungi Instagram: @lilyanfrn
__ADS_1