
situasi perusahaan keluarga jastin mulai bermasalah, semenjak ke dua orang tua jastin meninggal. paman jastin memanggil jastin, karena aduan di sekolah.
tok tok tok
"masuk"!
"jastin, apa yang kamu lakukan di sekolah"?
"aku menghajar mereka paman".
"kenapa kamu menghajar mereka"?
"mereka menertawakan aku ".
"jastin masalah perusahaan sudah membuat pamanmu ini gila, sekarang kamu menambah masalah lagi, apa kamu mau pamanmu ini semakin gila karna ulahmu lagi?".
"tidak paman".
"kamu akan paman pindahkan keluar negeri".
"tapi paman".
"kali ini jangan membantah, kamu harus belajar banyak di sana dan membantu paman mengelola perusahan ayahmu".
"baik paman"!
jastin tidak bisa menolak perintah pamannya. karena pamannya seperti ayah jastin, yang juga dia hormati.
jastin memikirkan pacarnya, Maya yang sama sekali mungkin tidak pernah menganggap jastin pacarnya dan hanyalah menganggap jastin cinta monyetnya.
"paman akan mengurus semua, untuk sementara tidak usah pergi kesekolah".
"ya paman".
"kamu boleh pergi".
jastin meninggalkan ruang kerja pamannya.
sudah seminggu jastin tidak pergi ke sekolah.
Maya mulai cemas. sepulang sekolah dia memikirkan jastin.
"sudah seminggu jastin tidak sekolah, apakah benar dia di keluarkan dari sekolah ya?, areeehhhh kenapa aku mikirin dia sih", sambil mengumpat dan geleng geleng kepala!
tiba tiba jastin ada disampingnya
__ADS_1
"hai payungku, kamu lagi mikirin aku ya"?.
"haaaaaaa" sambil melotot. Maya kaget sekali melihat jastin tiba tiba ada di sampingnya.
"jastin, kamu kayak jalangkung aja, tiba tiba nongol".
"siapa jalangkung itu? apakah lebih keren dari pada aku?"
Maya tertawa karna jastin tidak tau jalangkung.
hahahaha... "jalangkung saja kamu tidak tau, kemana aja sih".
"aku di rumah terus".
"maksudnya hari gini gak tau jalangkung, gak pernah nonton tv ya?"
"katakan jalangkung itu siapa"???
jastin sudah mulai marah
"jalangkung itu setan tau, mirib sama kamu, yang sering ada di film hantu,kamu jalangkung aja gak tau jaman sekarang hahahahahaha ".
jastin tersenyum lega mendengar kalo jalangkung itu hanya ada di tv.
"kemana?, aku harus pulang nanti di omeli ibuk".
"bentar aja, sini cepet".
jastin menyeret tangan maya dan membawanya ke mobilnya. disana pak supir membukakan pintu.
"kemana tuan muda"?
antar ke moll, lalu mereka berangkat. Maya kebingungan soalnya dia belum pamitan sama ibunya. dimoll mereka main game seharian, dan bersenang senang, sambil bercanda ria. jastin sangat bahagia karna maya ada di sampingnya, jantungnya berdebar saat melihat senyum ceria Maya. karena capek mereka istirahat, lalu hp Maya berdering, ibu Maya menelpon maya.
"hallo, Maya".
"hallo bu"
"Maya kamu dimana nak?, kok jam segini belum pulang"?
"maaf Bu, Maya lupa minta ijin sama ibu, Maya sekarang lagi nyari buku di moll untuk tugas Bu". Maya terpaksa harus bohong sama ibunya.
"oh ya, kamu sudah makan?, sama siapa kesana?"
"ini Maya lagi nyari makan Bu, Maya sama teman sekelas".
__ADS_1
"hallo Tante". tiba tiba jastin menyambar telpun maya.
"iya ini siapa", ibu dan Maya kaget.
"ini jastin Tante, teman sekelas maya, tenang aja Tante Maya aku jagain kok".
"iya jastin nanti jangan lama lama ya, pulangnya sebelum jam 5 ya".
"ok Tante nanti aku anter Maya pulang".
"ok jastin".
Tut Tut Tut...telpunya terputus.
Maya sangat kesal. dia tadi berusaha merampas telpunya namun ditahan oleh jastin.
"jastin apa yang kamu lakukan!!!, ibu aku pasti curiga"!
"biarin aja, resiko pacaran, lagian kenapa kamu bohong,pakek bilang nyari buku buat tugas segala".
"ih nyebelin banget sih, kan ini gara gara kamu maksa jalan"!!
hahahaha jastin tertawa melihat Maya kesal!
"Maya kamu belum makan?"
"iya laper banget nih, kan aku pulang sekolah belum isi bensin".
"memangnya kamu motor harus isi bensin".
"maksudnya bensinku makanan tau".
"kalo gitu yuk kita nyari makan!"
"kamu mau pesan apa"?
Maya tersenyum melihat daftar menu.
melihat senyum Maya jastin gak sadar kata kata keluar dari bibirnya.
"Maya kamu cantik kalo senyum".
wajah Maya merah, Maya mencoba menyembunyikan rasa malunya karna dipuji jastin.
"aku cantik sudah dari lahir kalik".
__ADS_1