
besok paginya Reno kembali ke hotelnya, dia menyuruh manajer hotel datang ke kamarnya.
tok tok tok
"ya masuk"
"ada yang bisa saya bantu tuan"?
"ya, Carikan aku petugas kebersihan kemarin".
"siapa tuan"?
"aku tidak tau namanya, pokonya suruh petugas kebersihan yang mengurus toiletku kemarin datang kesini".
"siap tuan muda".
lalu manager hotel meninggalkan kamar pangeran kedua dan menuju ke ruangan petugas kebersihan. sampainya manager ke ruang pegawai kebersihan dia menanyakan siapa yang membersihkan toilet kemarin di kamar VIP 203.
"selamat pagi semuanya, siapa kemarin yang membersihkan toilet kamar VIP 203?"
"saya pak" Maya menunjuk tangan.
sekarang kamu harus pergi ke kamar VIP 203 lagi".
"emangnya kenapa pak saya harus membersihkan toilet nya lagi"?
"ya kamu ke sana saja".
"baik pak".
__ADS_1
dengan membawa peralatan kebersihan Maya menuju ke kamar VIP 203. di sana pangeran kedua si Reno sudah menunggu Maya.
tok tok tok
"permisi petugas kebersihan ada di sini".
Maya langsung masuk ke kamar tersebut.
"ada yang bisa saya bantu Tuan? apa yang harus saya bersihkan sekarang?".
pangeran kedua Reno sudah duduk di sofa, dia meminta agar Maya mendekat.
"aku tidak ingin menyuruhmu untuk membersihkan kamar ataupun toilet ku.
"tapi mengapa Tuan memanggil saya?"
"aku mau kamu jadi pacar aku".
"maaf tuan bercanda tuan tidak lucu".
"aku tidak bercanda aku hanya ingin kamu jadi pacarku".
"maaf tuan saya tidak bisa menjadi pacar anda". dengan tegas Maya berkata seperti itu dan sedikit marah.
"kenapa kamu tidak mau jadi pacarku aku bisa ngasih kamu apa yang kamu mau".
"maaf Tuan kalau tidak ada yang lain saya permisi dulu". dalam hati Maya sangat kesal dan ingin rasanya menampar laki-laki yang ada di hadapannya.
"eh aku belum selesai bicara kemana kamu?".
__ADS_1
Maya tidak menghiraukan apa kata-kata pangeran kedua dia langsung pergi meninggalkan kamar hotel itu. "dasar laki-laki buaya".
pangeran kedua reno sangatlah kesal. "dasar wanita aneh masa dia menolak aku sih!! apa matanya buta karna tidak melihat ketampananku".
lalu Reno menelpon manager hotel dia marah besar dan komplain terhadap layanan kamarnya.
"datang ke kamarku!". manager hotel segera menuju ke kamar Reno.
"ada apa Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?"
"kamu mempekerjakan pegawai saja tidak becus, aku belum selesai bicara petugas kebersihan itu sudah pergi bagaimana pelayanan di hotel ini?, aku menggaji karyawan hanya seperti ini bisa kalian?".
"maaf tuan saya saya saya saya,
manager hotel sangat gugup. dia takut akan dipecat dari pekerjaannya. "saya akan memanggil petugas kebersihan itu lagi Tuan. namanya Maya dia hanyalah pegawai paruh waktu di sini". "oh jadi wanita itu namanya Maya, mulai sekarang dia akan menjadi pelayan pribadi aku, suruh dia bekerja 24 jam di kamar aku, kalau tidak, kamu akan saya pecat. mendengar hal itu manager hotel sangat kuatir tentang pekerjaannya. dia hampir menangis namun dia tahan. manajer hotel langsung meninggalkan kamar dan mencari Maya.
"Maya Maya Maya, Maya tolong selamatkan nyawa aku, aku mohon Maya".
"apa maksudnya pak". Maya bingung dengan manager hotel, karena dia bersujud sambil menangis memohon.
Maya kamu harus menjadi pelayan pangeran kedua 2"
"tapi aku kan hanya petugas kebersihan biasa pak"
Maya kalau kamu tidak mau aku akan dipecat dari pekerjaan ku. Maya aku sangat sedih kalau sampai aku dipecat bagaimana dengan keluargaku aku tidak bisa menafkahi mereka anak-anakku banyak aku harus menyekolahkan mereka". manager hotel menangis keras sekeras-kerasnya. "Maya apa yang harus aku lakukan jika kamu tidak mau menjadi pelayan pangeran kedua. mungkin aku dan keluargaku akan menjadi gelandangan".
Maya memang sangat baik hati, dia tidak bisa melihat orang lain terluka. "baiklah pakmaya bersedia untuk menjadi pelayan pangeran kedua Maya akan datang ke kamarnya".
mendengar hal tersebut manager hotel merasa tenang.
__ADS_1
"terima kasih Maya ya kamu adalah wanita baik, terima kasih sudah menolong saya, saya berhutang Budi kepada kamu".
dihati Maya dia sangat kesal dia heran kenapa ada pangeran yang begitu kejam dan tidak punya perasaan seperti itu. itu baru pangeran kedua maya belum bertemu dengan pangeran pertama pangeran pertama lebih arogan lebih tidak punya perasaan dia psikopat yang sangat kasar.