
Di dalam mobil, Zhan menatap dengan mata berbinar pada setiap bagian dalam mobilnya. Jadi orang kaya memang menyenangkan.
“Ehem! Ehem!”
Dehaman itu mengakhiri obsesi Zhan mengenai mobil mewah.
“Jadi Tuan, mana uangnya?” Ia menyodorkan telapak tangannya, dan seketika Yibo memukul telapak tangan tersebut.
“Ah!” Zhan menarik tangannya secara refleks. “Kau, kan, belum membayarku. Bayar 100 yuan padaku! Padahal kaya tapi bayar 100 yuan saja tidak mau.”
“Siapa yang bilang aku ingin membayarmu?” Suara Yibo dalam dan serak.
“Kalau tidak mau bayar, untuk apa mengajakku masuk ke dalam mobil?”
“Aku menculikmu,” ujar Yibo. “Karena kau telah menyinggungku. Aku akan menjualmu ke sirkus di kota.”
Seketika Xiao Zhan panik. “Apa-apaan itu? Kau bisa dipenjara!"
Yibo mengangkat bahu dengan acuh. “Aku bisa keluar penjara dengan mudah.”
“Apakah ini layak hanya demi 100 yuan?”
“Aku membantu walikota menghilangkan preman kecil sepertimu,” Yibo menyeringai miring. “Agar semua warga desa Chengdu itu aman sentosa,” tambahnya.
Xiao Zhan menelan ludah. Oh, tidak! Aku belum jadi Cinderella. Dalam kepanikan, ia menurunkan kaca mobil lalu berteriak sekeras-kerasnya ke jalanan sebagai satu-satunya jalan keluar.
__ADS_1
“Toloooooong! Aku diculik! Aku akan dibunuh di dalam mobil ini. Toloooooooong! Siapa pun yang mendengarnya tol---”
Teriakan Xiao Zhan dipaksa berhenti oleh tangan Yibo yang membekap mulutnya lalu menarik tubuh pemuda itu. Tapi Xiao Zhan melawan. Ia berusaha melepaskan tangan Yibo dari mulutnya dan kembali berteriak ke luar jendela.
“Tolooooong! Aku diculik! Toloooong!”
“Diamlah!” bentak Yibo seraya membekap mulut Xiao Zhan lagi. Namun, Pemuda itu tak mau diam. Dia bahkan menggerakkan kakinya yang panjang ke depan sehingga menendang wajah Si Cheng, membuat lelaki itu mencium jendela di sampinnya.
“Si Cheng!”
Mobil oleng sedikit sehingga Yibo harus menahan kaki Xiao Zhan yang terus menendang kepala Si Cheng secara sengaja. Asisten yang malang.
Begitu tangan Yibo terlepas dari mulutnya, Xiao Zhan kembali berteriak. “Tolooong! Di sini ada pembunuh dan pemerkosa! Toloooong!”
“Siapa yang mau memperkosamu?!” geram Yibo.
“Tuan Wang, kita dikejar polisi. Bagaimana ini?”
Yibo menghela napas lelah setelah berhasil mengunci pergerakan tubuh Zhan dan menyumpal mulut pemuda itu. Sekarang ia benar-benar tampak seperti pelaku kejahatan.
“Kita berhenti,” desah Yibo seraya melepas jasnya karena gerah.
Akhirnya setelah meluruskan salah paham dengan polisi yang mengejarnya, Yibo menyerah pada Zhan. Ia memberikan apa yang diminta pemuda itu. Uang 100 yuan, demi mengurangi masalah. Saat ini Yibo tidak ingin terlibat masalah sekecil apa pun.
“Kurang ini!” tukas Xiao Zhan ketika menerima uang 100 yuan di tangannya. “Sekarang kau harus membayarku 1000 yuan.”
__ADS_1
Rasanya Yibo sungguh siap untuk melakukan pembunuhan terhadap pemuda yang banyak maunya itu.
“Kau harus membayarku 1000 yuan!” ulang Zhan, “karena kau sudah membawaku pergi jauh sehingga aku harus kembali ke rumah dengan menggunakan taksi.”
“100 yuan cukup untuk bayar taksi!” sergah Si Cheng dengan tidak sabaran.
“Taksi di Chengdu mahal. Kau tidak tahu, kan? jelaslah tak tahu karena setiap hari naik mobil mahal. Kalian mana peduli dengan orang kecil seperti kami.” Xiao Zhan membuat wajahnya menjadi sedemikian sedih dan sangat sengsara. “Lalu aku juga haus karena dipaksa kalian untuk terus berteriak dengan keras. Lelah, tahu! Jadi aku ingin beli minum. Bayar aku 1000 yuan!” tuntutnya.
“Sinting!” sembur Si Cheng. “Tidak ada yang menyuruhmu berteriak. Kau sendiri yang ingin berteriak tadi!”
“Sama saja. Pokoknya aku sudah teriak dan sekarang aku haus. Bayar!”
Si Cheng membuka mulut hendak menjawab, tapi segera dilarang oleh Yibo dengan gelengan kepala. Kali ini, Yibo sendiri yang mengeluarkan dompetnya dan memberikan 1000 yuan yang diminta oleh Zhan tanpa banyak bicara.
Bagi Yibo, Zhan seperti pembawa masalah untuknya. Pemuda itu akan terus menuntut sampai mendapatkan apa yang diinginkannya. Biarlah dia kehilangan 1000 yuan daripada berurusan dengan pemuda itu.
Zhan tertawa senang menerima uang 1000 yuan di tangannya. “Hehehe, terima kasih banyak.” Ia melambaikan uang itu.
Ketika sebuah taksi lewat, ia langsung menyetopnya. Mobil itu berhenti tak jauh di depannya. Xiao Zhan terlihat berbicara dengan si sopir lalu kembali menemui Yibo.
“Tuan,” katanya. “karena kau telah memberiku 1000 yuan maka aku akan berikan sesuatu sebagai kenang-kenangan yang tak terlupakan. Hadiah dari Chengdu untukmu.”
Selagi Yibo mencerna setiap perkataan pemuda itu yang terdengar mencurigakan, tahu-tahu tangan Xiao Zhan menamparnya "Itu karena kau telah melecehkanku di dalam mobil!" Disusul suara teriakan yang sangat kencang. “Di sini ada orang mesum! Lariiiiii!”
Sebelum Yibo maupun Si Cheng sempat mengejarnya, Xiao Zhan telah berlari menuju taksi dan menyuruh si sopir langsung kebut melarikan diri dari amukan Yibo dan asisten yang terlambat mengejarnya.
__ADS_1
Xiao Zhan tertawa senang di dalam taksi seraya menciumi uang 1000 yuan miliknya.
Bersambung