
Tepat pukul 05.00 sore, Raka mendatangi kantor tempat ia bekerja untuk mengambil motornya yang kemarin kehabisan BBM.
Pria itu datang dengan diantar ojek online yang sebelumnya sudah ia pesan. Ojek online itu mengantarnya hingga tiba di depan gedung kantor tersebut.
Raka tiba di kantor saat jam pulang kerja sudah berakhir. Jadi tak banyak orang yang Raka jumpai di kantor tersebut.
Begitu tiba di kantor pria itu segera menuju parkiran untuk mengambil motornya disana.
Pak Ari yang belum pulang bisa melihat Raka datang ke kantor dengan tubuh yang terlihat sehat.
"Katanya kamu sakit Raka?" tanya Pak Ari menatap penuh selidik pada Raka.
"Betul Pak, tadi pagi saya sakit. Tapi sekarang sudah baikan, ini mau ngambil motor saya yang kemarin kehabisan pertalite," jawab Raka.
"Besok kamu masuk kerja, kan?" tanya pak Ari memastikan.
"Iya Pak, besok saya masuk kerja," jawab Raka.
Pak Ari menepuk bahu Raka.
"Kamu besok memang harus masuk kerja, karena ada banyak pekerjaan yang sudah menantimu," ucap Pak Ari kemudian berlalu untuk menghampiri motornya yang terparkir tidak jauh dari motor Raka.
Raka menelan salivanya, ia tidak masuk kerja sehari saja pekerjaan sudah menantinya.
Pria itu menggelengkan kepalanya tak habis pikir pada Pak Ari yang selalu memberikan pekerjaan padanya lebih banyak dibandingkan para OB dan OG lainnya.
Pria itu memilih menghidupkan motornya lalu pergi dari parkiran tersebut. Saat melewati pos satpam tak lupa pria itu membunyikan klakson motornya untuk menyapa satpam yang berjaga di sana.
Tak lupa juga pria itu mengisi BBM terlebih dahulu, kemudian kembali melajukan motor tersebut menuju rumah kontrakannya.
Setibanya di sana bertepatan dengan suara azan maghrib berkumandang membuat Raka segera menunaikan ibadah shalat magrib.
Tok tok tok
Baru saja ia selesai dengan shalatnya, pintu rumah kontrakan diketuk oleh seseorang membuat Raka segera membuka pintu tersebut.
Setelah membuka pintu rumah, pria itu dikejutkan dengan kedatangan Zaskia malam-malam seperti ini.
Zaskia hari ini sudah dua kali datang ke rumah kontrakannya itu.
"Ada apa Zas, malam-malam datang ke rumah kontrakanku?" tanya Raka.
"Aku mau ngajak kamu berangkat kuliah bareng," jawab Zaskia.
Raka menengok kesana kemari, unuk mencari mobil yang biasa dibawa oleh Zaskia. Tapi mobil itu tidak Raka lihat disana.
__ADS_1
"Kemana mobilmu?" tanya Raka.
"Aku sengaja tidak bawa mobil, aku kan mau berangkat bareng kamu," jawab Zaskia.
"Yakin kamu mau naik motorku?" tanya Raka.
"Yakin dong. Aku bahkan sudah pakai celana panjang dan juga jaket. Aku juga sudah bawa helm," ucap Zaskia mengangkat helm yang ada di tangannya.
Bila sudah seperti itu maka Raka tidak bisa menolaknya. Dengan terpaksa pria itu menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku siap-siap dulu, ya. Kamu tunggu aku disini saja," ucap Raka.
"Oke," ucap Zaskia dengan semangat.
Raka kemudian masuk ke dalam rumah kontrakannya untuk bersiap berangkat kuliah.
Setelah selesai dengan bersiapnya Raka segera menghampiri Zaskia yang sejak tadi menunggunya di teras rumah.
"Ayo," ajak Raka kemudian mengunci pintu rumah itu.
Dengan bibir yang tersenyum, Zaskia segera bangkit dari duduknya. Inilah yang dinantikan wanita itu sejak lama.
Sejak pertama kali melihat Raka, Zaskia merasa tertarik pada Raka. Bila orang lain menganggap pria itu culun, tapi tidak dengan Zaskia. Wanita itu menganggap Raka sebagai pria berkarisma dibalik penampilannya yang culun.
Bukan tanpa sebab Zaskia menilai Raka demikian, pasalnya wanita itu seringkali memperhatikan wajah tampan Raka.
"Iya, sudah Raka," jawab Zaskia dengan semangat.
Raka segera menghidupkan motornya lalu ia kendarai motor tersebut menuju kampus di mana tempat mereka berkuliah.
Berbeda dengan Raka yang baru kuliah di usia 23 tahun karena terkendala biaya, Zaskia yang berusia sama dengan Raka justru menunda kuliahnya karena fokus mengelola bisnis.
Setibanya di kampus, rupanya mereka datang bersamaan dengan Arga yang juga datang kekampus.
Pria itu turun dari mobilnya dengan menatap tajam pada Raka yang datang bersama Zaskia.
Arga tentu saja melihat Zaskia yang tadi dibonceng oleh Raka datang kampus.
Raka yang ditatap tajam oleh Arga tentu saja bisa mengerti arti tatapan pria itu, tapi ia memilih untuk mengabaikannya.
Raka berjalan lebih dulu untuk masuk ke dalam kelas, baru setelahnya Zaskia membuntutinya dari belakang.
Arga yang tidak terima diabaikan oleh Raka segera menerjang tubuh Raka dari belakang.
Brukk!
__ADS_1
Terjangan Arga yang tiba-tiba membuat tubuh Raka tersungkur ke lantai.
"Apa-apaan kamu Arga?" tanya Zaskia menatap nyalang pada pria yang baru saja menerjang Raka.
Arga tidak memperdulikan pertanyaan Zaskia, pria itu justru meremas kerah baju yang dikenakan oleh Raka.
"Apa kamu tidak mengingat peringatan yang aku berikan padamu?" tanya Arga.
Raka memegang tangan Arga yang meremas kerah bajunya, lalu menarik tangan tersebut untuk terlepas dari kerah bajunya.
"Bicaralah baik-baik maka orang akan menghargai apa yang kamu katakan," ucap Raka.
Dada Arga naik turun, dia semakin marah karena Raka berani menjawab ucapannya seperti itu.
Pria itu mengepalkan tangannya kuat lalu melayangkan bogeman itu ke arah wajah Raka.
Tapi sayangnya pukulan itu berhasil Raka hindari.
"Kita datang ke kampus untuk belajar, Ga. Aku tidak mau terkena masalah gara-gara kita berkelahi dikampus," ucap Raka.
"Bila kamu terkena masalah gara-gara ini itulah yang aku inginkan," ucap Arga kemudian hendak memukul Raka lagi tapi buru-buru dicegah oleh Zaskia.
Wanita itu memegangi tangan Arga yang hendak memukul Raka.
"Hentikan Arga! Apa sih masalahmu dengan Raka?" tanya Zaskia.
Mendapati Zaskia bertanya seperti itu membuat Arga semakin muak dibuatnya karena Zaskia justru membela Raka.
Padahal Ia melakukan seperti itu pada Raka karena cemburu melihat Zaskia datang bersama dengan Raka.
Raka yang masih tersungkur di lantai segera bangkit dan kembali berdiri.
Pria itu mengibas-ngibas pakaiannya yang sedikit kotor sembari mendengarkan perdebatan Zaskia dan Arga disana.
"Aku cemburu melihatmu datang kekampus dengan Raka," ucap Arga jujur.
"Cemburu? Hanya karena cemburu kamu tega menyakiti teman sekelasmu?" tanya Zaskia.
"Tentu saja. Aku tidak terima kamu terlalu dekat dengan Raka," jawab Arga.
"Hello! Dengar ya, Arga! Kita ini tidak memiliki hubungan apapun jadi suka-suka aku ingin dekat dengan siapa saja termasuk dekat dengan Raka," ucap Zaskia kemudian mendekat pada Raka lalu menggandeng tangan pria itu menariknya masuk ke dalam kelas.
Arga mengepalkan kedua tangannya sembari menatap kepergian Zaskia dan juga Raka yang meninggalkannya.
Dalam hatinya, ia tidak akan membiarkan Zaskia dekat dengan Raka atau pria manapun.
__ADS_1
Yang boleh dekat dengan Zaskia, hanyalah dirinya.