Cinlok Dengan Boss

Cinlok Dengan Boss
Bab. 26 Ganggu tidak nih?


__ADS_3

Selama pelajaran berlangsung, Raka bisa merasakan bila Arga terus memperhatikannya terlebih lagi ia saat ini duduk disebelah Zaskia.


Meski ia merasakan diperhatikan oleh Dirga, tapi pria itu sama sekali tidak mengherani Arga yang terus menatapnya dengan tajam. Raka memilih fokus pada dosen yang menjelaskan materi didepan.


Hingga jam kuliah berakhir, Raka bisa melihat Arga yang masih menatapnya tajam, tapi lagi-lagi Raka memilih mengabaikannya.


Pria itu segera membereskan buku yang ada di hadapannya. Buku milik Zaskia yang ia pinjam tadi pagi sudah ia kembalikan pada pemiliknya sehingga Raka hanya membereskan bukunya saja lalu memasukannya kedalam tas.


"Aku pulang sama kamu kan, Ka?" tanya Zaskia pada Raka.


"Apa tidak sebaiknya kamu naik taksi online saja?" tanya Raka.


Zaskia menggelengkan kepalanya.


"Tadi kan aku berangkat sama kamu, jadi pulang juga sama kamu," ucap Zaskia.


Huufftt.


Raka menghela nafasnya. Bukan Raka tidak mau mengantar Zaskia pulang tapi ia tidak mau berurusan dengan Arga, terlebih lagi pria itu sedari tadi menatap tajam kearahnya.


Raka sudah menduga bila ia mengantar Zaskia pulang pasti Arga akan lebih marah lagi padanya.


"Ya sudah aku antar kamu pulang," ucap Raka mengalah membuat Arga yang duduk tak jauh dari Raka dan Zaskia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


Zaskia tersenyum lebar, ia senang sekali karena Raka mau mengantarnya pulang ke rumah, ia akan sekalian mengenalkan Raka pada orang tuanya.


Raka dan Zaskia kemudian bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu bersamaan.


Kedua orang itu segera mendatangi tempat dimana motor Raka diparkirkan. Setelah tiba di sana, Raka dan Zaskia segera naik ke atas motor lalu Raka kendarai motor tersebut menuju rumah Zaskia.


Beruntung, rumah Zaskia masih satu arah dengan rumah kontrakannya sehingga Raka tidak harus mondar-mandir mengantarkan Zaskia lalu pulang ke rumah.


"Raka, aku lapar nih kita makan dulu ya. Aku belum makan malam soalnya," ucap Zaskia.


Saat ini mereka sudah berada dijalanan.


Raka tidak langsung menjawab ucapan Zaskia, pria itu masih memikirkan ajakan itu. Ia juga belum makan malam dan sekarang juga perutnya lapar, tapi bila mereka mampir untuk makan malam dulu maka pulangnya akan kemalaman.


"Ayo Ka, makan dulu. Aku beneran lapar nih," ucap Zaskia.


"Ya sudah, kita makan di pinggir jalan arah pulang aja ya," ucap Raka.


"Iya tidak apa-apa, Raka, perutku sudah lapar banget," ucap Zaskia


Sebetulnya wanita itu sengaja tidak makan malam dari rumah karena ia ingin makan malam bersama dengan Raka.


Dan rencana itu ternyata berhasil. Raka mau makan malam bersamanya walaupun itu di pinggir jalan.

__ADS_1


Raka yang sedang mengendarai motor tersebut menganggukkan kepala.


Pria itu kemudian memelankan motor yang ia kendarai sembari pandangannya melihat ke arah pinggir jalan di mana banyak pedagang kaki lima masih berjualan disana.


"Kita makan pecel lele saja, Raka," ucap Zaskia yang melihat ada tenda penjual pecel lele.


"Kamu mau makan itu?" tanya Raka.


"Iya Raka, kayaknya enak deh, makan pecel lele malam-malam kayak gini," ucap Zaskia.


"Ya sudah kita makan di sana," ucap Raka kemudian menepikan sepeda motornya dipinggir jalan.


Setibanya di sana, Zaskia langsung memesan dua porsi pecel lele untuknya dan juga Raka makan.


Zaskia duduk lebih dulu disaa sedangkan Raka masih memarkirkan sepeda motornya ditempat yang sudah disediakan.


Tidak lama kemudian ada mobil yang berhenti tak jauh dari tempat Raka memarkirkan motornya.


Raka mengerutkan kening saat melihat mobil tersebut begitu mirip dengan mobil milik Akira. Pria itu jadi berpikir jangan-jangan itu benar mobil Akira.


Pintu bagian kemudi mobil tersebut terbuka lalu keluarlah wanita cantik dari dalam mobil tersebut.


Benar dugaan Raka bila mobil tersebut miliki Akira, karena yang keluar dari mobil tersebut ialah wanita itu.


"Ketemu kamu lagi nih," ucap Akira pada Raka.


"Iya, saya mau makan disini. Kamu mau makan di sini juga?" tanya Akira balik.


"Iya Bu, saya juga mau makan di sini," jawab Raka.


Akira menganggukkan kepalanya kemudian mengajak Raka masuk ke dalam tenda tersebut.


Raka mengedarkan pandangannya untuk mencari Zaskia yang lebih dulu masuk ketenda itu.


Saat melihat seorang wanita melambaikan tangan padanya, Raka segera menghampiri wanita itu yang tak lain ialah Zaskia.


Raka mengajak juga bossnya untuk duduk bersama dengan mereka membuat Zaskia di sana keheranan.


"Siapa dia, Ka?" tanya Zaskia yang tidak mengenal Akira.


"Ini Bu Akira, bos di tempatku bekerja," jawab Raka.


"Hai, kenalin saya Akira," ucap Akira sembari mengulurkan tangannya pada Zaskia.


Dengan ragu-ragu Zaskia menyambut uluran tangan Akira.


"Zaskia," ucap Zaskia saat menjabat tangan Akira.

__ADS_1


"Kamu pacarnya Raka?" tanya Akira.


Zaskia hendak menjawab iya tapi Raka lebih dulu berbicara.


"Bukan, Bu. Zaskia ini teman kuliah saya," ucap Raka membuat Zaskia tersenyum masam.


"Kamu kuliah juga?" tanya Akira yang baru tahu bila Raka kuliah.


"Iya, Bu. Baru masuk semester 2," jawab Raka.


"Hebat kamu Raka, bisa mengatur waktu bekerja dan kuliah," ucap Akira.


Rencana Zaskia untuk makan malam berdua dengan Raka, pada akhirnya gagal karena mereka justru makan malam bertiga dengan kehadiran Akira di antara mereka.


Belum lagi Raka dan Akira justru asik mengobrol sendiri tanpa mengherani kehadiran Zaskia disana.


Wanita itu merasa terabaikan oleh Raka yang justru asik bicara dengan wanita lain. Meski Akira itu bossnya Raka dan wajar bila pria itu mengajak Akira berbicara, tapi Zaskia yang ada disana bisa merasa bila ada sesuatu di antara mereka.


Zaskia bisa melihat mata Raka yang berbinar saat berbicara dengan Akira.


"Ibu dari mana malam-malam masih pakai setelan kantor?" tanya Raka memperhatikan penampilan Akira yang masih mengenakan setelan kantor tadi siang.


Akira menengok pakaian yang ia kenakan.


"Oh ini. Saya tadi habis dari gudang," ucap Akira kemudian.


"Sampai malam seperti ini, Bu? Sendirian lagi. Ibu berani?" tanya Raka.


"Tentu saja saya berani, kalau saya penakut tidak mungkin malam-malam saya ada disini," ucap Akira membuat Raka tersenyum.


"Ehemm," Zaskia berdehem untuk menyadarkan Raka dan Akira bila ada dirinya di sana.


Raka mengalihkan pandangannya ke arah Zaskia.


"Kenapa kamu batuk, Zas?" tanya Raka.


Zaskia menggelengkan kepalanya. Raka Ini benar-benar tidak peka batin Zaskia.


"Maaf, saya jadi mengganggu kalian ya," ucap Akira.


"Tidak," "Iya," jawab Raka dan Zaskia bersamaan.


"Saya ganggu kalian atau tidak nih? kalau ganggu, lebih baik makanan saya dibungkus saja," ucap Akira.


"Tidak ganggu, Bu. Ibu bisa makan di sini juga," ucap Raka.


"Kalau begitu aku yang tidak jadi makan disini," ucap Zaskia.

__ADS_1


__ADS_2