
matahari sudah menampakan dirinya, aku baru bangun dari tidur ku.
"selamat pagi crys" sapa ku pada crystal.
"pagi ra.." dengan suara has bangun tidurnya.
"ra pagi ini kamu ada pertemuan kan?
ayo bergegas nanti kamu telat" ucap Crystal mengingatkan.
"ini udah jam berapa?" tanya ku pada Crystal.
"udah jam 7" jawabnya singkat.
"mau sarapan ap ra?" tanyanya lagi.
"terserah kamu aja deh" jawabku singkat sambil menuju kamar mandi.
"setelah mandi aku langsung bersiap. tapi kenapa perasaan ku kok ngak enak yah.
apa yang akan terjadi tuhan".
"aku mohon jangan sekarang, hati ku belum siap untuk bertemu dengannya lagi tuhan".
aku keluar dari dalam kamar sambil memegang tas dan proposal yang aku kerjakan semalam.
"udah siap aja nih" sapa Crystal pada ku.
"iya crys... soalnya takut telat" jawab ku.
"pertemuannya jam berapa?" tanya Crystal lagi.
"jam 9 crys" aku menjawab dengan singkat.
"semangat yah, kamu pasti bisa" ucap Crystal menyemangati ku.
"kamu ngak ke cafe crys?" tanya pada Crystal.
"mungkin agak siangan" tapi tenang cafe ada yang hendak.
"Oke..." aku menghabiskan sarapan yang dibuat oleh crystal.
"makasi atas sarapannya pagi ini, aku berangkat yah crys..bye bye" berpamitan pada Crystal.
"iya bye bye" jawab Crystal.
aku berjalan kaki, menuju keperusahan AA grup, kebetulan sekali daerah tempat tinggal Crystal berada satu distrik dengan perusahan itu makanya aku ngak perlu repot repot buat naik bus, hanya dengan berjalan kaki aku sudah sampai.
distrik ini sangat indah, apa lagi kalau malam pasti sangat cantik.
aku dulu sempat bermimpi untuk tinggal di distrik ini, sayang itu hanya mimpi, karena satu alasan.
kenangan itu.
sesampainya aku didepan gedung perusahan AA GRUP.
aku masuk kedalam dan bertanya pada resepsionis yang ada.
"permisi bisa bertemu dengan CEO perusahan ini?" tanyaku pada resepsionis.
"atas nama siapa bu, sudah buat janji?" tanyanya memastikan.
"atas nama Fara Agatha, iya saya sudah buat janji untuk bertemu hari ini" jawabku.
"iya bu silahkan isi identitas ibu disini, ini kartu pas nya, silahkan ibu naik keatas lantai 20, pakai life yang sebelah kanan" ucap resepsionis menjelaskan.
__ADS_1
"bukanya itu life khusus buat CEO" tanya ku.
"iya.. ibu disuruh naik pake life itu" menunjuk life yang akan aku naiki.
"ohhhh iya... sekali lagi terima kasih" berlalu masuk kedalam life.
aku naik keatas menuju lantai 20, sesampainya di lantai 20 aku keluar dari life, dan sudah di sambut dengan seorang wanita cantik dan laki laki yang tampak tidak asing buat ku.
"kamu Rbe kan... masi ingat sama aku?" tanya ku pada pria yang berdiri melihat ku.
"Iya.. aku mengingatnya, kamu fara teman dari crystal" jawabnya datar.
"kamu kerja disini juga?" tanya ku penasaran.
"iya..." jawabnya singkat.
"tunggu sebentar, saya akan sampaikan bahwa ibu Fara sudah datang" berlalu masuk kedalam ruangan yang bertuliskan CEO.
Rbe masuk ke ruang yang memiliki pintu yang sangat besar dan bertuliskan CEO. aku melirik wanita yang ada di depan ku.
"wahhhh... beruntung sekali dia bisa kerja di perusahan sebesar ini" ucapku dalam hati.
pintu itu terbuka.
"silahkan masuk bu Fara" mempersilahkan ku masuk.
"iya terima kasih" jabawku singkat.
aku masuk... sambil menunduk sedikit menghormati.
"permisi pak" ucapku menunduk.
"iya silah kan duduk" jawabnya singkat.
"silahkan duduk" dia mengucapkannya lagi.
aku hanya terdiam, sambil menatapnya dengan intens.
"iya... pak" aku memberanikan diri untuk berbicara.
"selamat datang" dia berbicara sambil menatap ku.
"aku harus profesional ini pekerjaan ngak ada sangkutannya sama kejadian dimasa lalu" ucapku dalam hati.
"iya.. pak terima kasih" menberanikan diri berbicara.
"perkenalkan saya Fara Agatha, utusan dari Blood Fahsion, ini proposal dari perusahan kami" sambil menyerahkan proposal.
"silahkan di baca pak jika ada yang kurang jelas bapak bisa menanyakannya langsung" memberikan proposal tersebut.
"kamu pasti sudah mengenal saya dan pastinya kamu sangat mengenal ku" sambil membuka tiap lembaran proposal itu.
"jadi kapan kita bisa menandatangani kontrak kerja samanya?" ucapnya memecahkan kesunyian yang terjadi.
"terserah dari pak alex" jawabku gugup.
"oke... tunggu sebentar" memanggil Rbe selaku asisten pribadinya.
"Rbe siapkan kontrak kerjanya sekarang" ucapnya.
"tapi saya mempunyai satu syarat" mengajukan persyaratan.
"maksud bapak?" tanya ku.
"saya akan bekerja sama dengan perusahan kalian, asalkan kamu sendiri yang menanganinya, bagaimana kamu setuju?" ucapnya dengan datar.
__ADS_1
"kasi kami waktu untuk berpikir, dan membicarakan persyaratan yang bapak ajukan keatasan saya" jawab ku dengan tenang.
"yah.. saya kasi kamu waktu berpikir, besok say tunggu kepastiannya kalau ibu Fara ngak setuju saya tidak memaksa, hanya saja kontrak kerja samanya saya batalkan" kamu akan masuk kedalam perangkap ku by bergumam dalam hati.
"saya permisi pak. selamat siang". berpamitan
dan bergegas keluar dari ruangan nya dengan hati yang tak menentu.
"bisa bisanya dia mengajukan persyaratan seperti itu. apa yang kamu rencanakan lex.
apa saya harus menerimanya, atau saya harus menolaknya. tapi nasib Blood Fashion bagaimana". ahhh membuang nafas dengan kasar.
....
setelah dari perusahan AA GRUP.
saya menuju ketempat acara pameran.
"bagaimana nis, semua oke kan?" tanyaku pada nisa.
"aman terkendali bu" jawab nisa bersemangat.
"bagus, yang lain kemana nis?" tanya ku pada nisa sambil melihat sekeliling.
"lagi pergi makan siang bu.. ibu mau makan siang, biar saya pesan kan?" jawab nisa.
"boleh deh nis.. samain aja sama makanan kalian, saya tunggu di dalam yah" berlalu masuk kedalam stan pameran.
"oke.. bu" jawab nisa lagi.
sambil menunggu makan datang.
kayanya aku harus segera menghubungi ka k Vita.
"😊 hallo kak Vita".
"😁 iya hallo ra, ada kendala sama kontrak kerja samanya?"
"😊 ko kak Vita bisa tau?" tanya ku penasaran.
"😁 aku udah kenal kamu lama ra, kamu itu ngak akan nelpon aku duluan kalau kamu ngak punya kendala. kendalanya apa ra?" bertanya.
"😊 pak Alex mengajukan persyaratan, syaratnya aku yang harus menagani kerja sama itu langsung" jawabku menceritakan masalahnya.
"😁 persyaratan seperti itu kamu bilang kendala, kamu tinggal bilang aja setuju, kok mikir lagi sih, aku udah percaya sama kamu, jadi ngak usah ragu ragu lagi" jawabnya antusias.
"😊 tapi masalahnya pak Alex itu orang yang pernah aku ceritain ke kak Vita dulu. orang yang buat aku ngak tenang tiap malam kak" menjelaskan ke kak Vita.
"😁 APA... Alexander kim, terserah dari kamu ra, aku ngak bisa maksa kamu, tapi kamu bisa bersikap profesional, pikirkan Blood Fashion ra, perusahan kita juga butuh investor besar. maaf kalau aku bicara seperti itu ra, tapi saya mohon pikirkan kembali. pikirkan tim kita ra. aku memang bosnya tapi perusahan ini yang bangun dari nol kita berdua" ucap kak Vita mengingatkan.
"😊 biar aku pikirkan dulu yah kak, maaf kalau aku buat kak Vita, kecewa" jawab ku sedikit tidak enak hati.
"😁 kamu ngak bikin aku kecewa ra, itu tergantung dari kamu" jawabnya.
terdengar suara nisa
"maaf bu fara, ini makan siangnya" meletakan makanan di depan ku.
"😊 kak vita aku makan siang dulu, aku akan memikirkannya bye kak Vita" aku mematikan sambungan teleponnya.
setelah menelpon kak Vita perasaan ku makin ngak tenang.
😊😊😊
happy reading
__ADS_1