
" Kemana lagi si Oli, gegara si Tia oli sampai terpaksa menyembunyikan diri nya, aku bukannya mau menyalahkan Tia atas kejadian ini. Tapi aku bersimpati aja di posisi oli, apa yang Tia perbuat memberikan dampak kerugian untuk oli sampai oli harus mengambil langkah seperti itu. Ya meski aslinya juga gegara aku ingin menyembunyikan oli kelewat keterlaluan sih hehe. Tapi yang keterlaluan itu Tia, dimana hanya gara gara dia ga senang liat aku mendapatkan oli, dia mencari cara untuk membuat aku kesal. Hanya karena rasa iri nya yang kelewat batas sampai seperti itu. Apalagi sudah kubilang jangan bawa mereka kemari, eh dia malah membawa mereka semua kemari, kan kurang ajar dia " gerutuku sembari terus mencari Oli di istanaku.
" Oli keluarlah, Tia sudah pergi dari sini " meski aku tahu sepertinya ini akan percuma, karena sepertinya pada dasarnya oli bisa mengetahui keadaan dengan sangat baik. Tapi setelah kupanggil panggil, si oli tidak keluar juga dan setelah tidak ku dapatkan sama sekali oli berada di dalam istana, aku memilih keluar dari istana untuk mencari si oli " kira kira kalau oli tidak menyembunyikan diri apa yang akan terjadi ya hehe "
__ADS_1
" Bener bener ga habis pikir aku sama si Tia, siapa yang ga sakit hati dengan perbuatan dia itu, jadi orang sungguh keterlaluan kelewat batas, dia bener bener ga mikir akibat perbuatan dia ke orang lain. Dia hanya mikir sebatas kesenangan pribadi dia sendiri. Yang keterlaluan lagi, orang yang terakibat dari perbuatan dia sudah ga tahu jadi apa, dia tetap saja tidak tahu akibat perbuatan dia. Kemarin oli sudah rugi akibat perbuatan dia saja, dia malah merasa dirinya yang di rugikan karena merasa nama baiknya tercemar, lucu sekali jadi orang "
" Tia, nama tersebut memiliki arti secantik Dewi. Tia memang tidak memiliki wajah yang cantik, tetapi ia memiliki senyum yang sangat bagus, apabila ia tersenyum, wajahnya Tia sangatlah cantik. Aku ingat sekali saat pertama kali bertemu dengan Tia, meski fisiknya yang pendek dan juga agak gemuk bahkan fisiknya Tia terkesan seperti pria, ia memiliki otot lengan yang kuat, namun ia memiliki mimpi yang sangat luar biasa saat pertama kali kutemui, yakni membuat semua orang di dunia ini bahagia. Tia hampir sama denganku, ia adalah kepala suster tetapi ia memikirkan kebahagiaan semua orang. Karena alasan alasan tersebutlah, karena Tia adalah kepala suster terbaik dan juga mimpinya tersebut makanya ia di angkat menjadi kepala pelayan untukku. Selama dia menjadi kepala pelayan, aku sungguh sengsara bukannya enak, hidupku jauh dari kata tuan putri raja, tapi itupun aku masih biasa biasa saja, seharusnya yg sengsara itu aku bukannya dia. Bahkan hampir semua pelayan di bawah pimpinan dia juga sengsara dan menderita, tetapi orang orang tahu nya dia adalah kepala pelayan yang sangat baik. Kalau bukan karena faktor di angkat oleh kakakku dan ayahku, dan juga aku tidak mau ambil pusing. Padahal bisa saja aku pecat dia dari pelayan kerajaan, tapi dia bisa bisanya tidak tahu diri seperti itu "
__ADS_1
" Tia memiliki hidup yang sangatlah tidak mudah, hingga ia bercita cita untuk membahagiakan semua orang di dunia ini. Hidupnya jauh dari kata kebahagiaan, ia benar benar bisa di katakan tidak pernah merasakan yang enak enak semasa hidupnya. Ia terlahir dari keluarga dengan ekonomi dibawah garis, bahkan kedua orang tuanya meninggal saat ia berusia 15 tahun, berarti sekitar 2 tahun yang lalu kejadian tersebut terjadi. Lalu ia pun hidup di kuil setelah kejadian tersebut,karena ia begitu terkenal baik di kalangan orang orang ia pun di angkat menjadi kepala suster. Ia terkenal sangat suka memberi pada orang orang semasa ia muda bahkan saat hidup di kuil dan juga menjadi kepala suster, bahkan setelah ia menjadi kepala pelayanpun ia masih sangat suka memberi kepada orang-orang dengan gajinya dari istana, makanya ia di kenal sebagai orang yang sangat baik oleh orang orang. Hampir semua orang memuji Tia sungguh perempuan yang luar biasa, Tia mampu mengerjakan segalanya, ia selalu tersenyum, ia selalu sabar, ia selalu memberi yang orang lain minta, ia tidak pernah marah, ia juga wanita yang sangat baik. Hampir semua orang mengatakan, kami tidak akan bisa menjadi perempuan seperti Tia. Tia lebih mengutamakan orang lain terlebih dahulu baru dirinya sendiri, sungguh sangat luar biasa. Hanya saja ada 1 sisi jeleknya Tia, karena ia terlahir dan besar di keluarga dengan ekonomi di bawah garis, selalu tertanam dalam benaknya selalu kurang, ia beranggapan kalau memiliki sesuatu yang berlimpah ruah barulah bisa bagus "
" Apa jadi Tia banyak hutang pada orang lain ? " " Yap, jadi Tia bukan memberi tetapi memaksakan dirinya untuk memberi pada orang lain uang, karena ia berpandangan perempuan sejati adalah seperti itu " " jadi perempuan sejati itu memang di beberapa sisi jauh lebih sulit daripada menjadi laki laki sejati karena harus baik dari sisi eksternal dan internal secara berbarengan, bahkan harus selalu tertampilkan baik, tapi tidak seperti Tia begitu, ia sudah salah kaprah tentang perempuan sejati " tambah lagi oli " karena hal tersebutlah Tia tidak pernah merasakan bahagia dalam hidupnya, semua yang ia miliki ia habiskan untuk orang lain demi kesenangan dia pribadi yaitu demi mendapatkan predikat baik di mata orang orang. Jadi yang ia lakukan bukan demi orang lain, tapi demi predikat " " hoooh jadi seperti itu ya " " Yap, Tia juga berpandangan kalau perempuan tidak akan memiliki waktunya sendiri, makanya ia selalu melakukannya demi orang lain " " Dan selain itu Tia juga selalu merasa kurang " " Yap benar apa katamu tuan putri "
__ADS_1
" Itulah alasan mengapa Tia tidak pernah merasa bahagia dalam hidupnya. Memberi memang memberikan kebahagiaan untuk diri kita sendiri, tetapi kalau memberinya demi kesenangan pribadi itu tidak akan memberikan kebahagiaan " " Hmmm begitu, kau ini sungguh keren oli, selalu menarik mendengar setiap topik pembahasanmu " " Yap apalagi di tambah dengan Tia pernah mendapatkan hukuman dari malaikat Edel dengan stempel budak di hatinya, Tia akan merasa bahwa dirinya itu tidak akan pernah mampu, ia selalu merasa dirinya itu lemah, ia merasa dirinya tidak berdaya, ia merasa bahwa hidupnya memang selalu menderita. Ia tidak pernah tahu seberapa kuat dirinya, ia selama ini hanya memaksa dirinya untuk sanggup, ia tidak pernah butuh pertolongan laki laki, ia berpandangan perempuan yang membutuhkan pertolongan laki laki adalah perempuan yang tidak baik " " ya sekuat kuatnya seorang perempuan ia tetap membutuhkan seorang laki laki, tapi justru kebanyakan perempuan malah mengatakan perempuan tersebut tidak mau berusaha sendiri dan mengharapkan bantuan dari pangeran berkuda putih, hufffftt " " hehe, ya seperti itulah kesalah pemahaman perempuan perempuan pada umumnya tentang perempuan sejati "
Lalu di sisi lain " lho siapa kamu ? "
__ADS_1