
Renata terus membaca buku, untuk menghilangkan rasa kantuknya, sungguh pun dia sangat mengantuk, dia tidak ingin tidur sedikitpun , dia begitu takut untuk memejamkan matanya, dia takut mimpi Buruk itu akan datang lagi...
Sekuat apapun dia untuk menghilangkan rasa kantuknya, akhirnya dia tumbang juga, dia tertidur pulas di meja belajarnya, dengan buku sebagai alasnya. Waktu terus berlalu..hingga suara alarm berbunyi nyaring di dekat telinganya, Renata terbangun..akibat suara alarm yang memakak kan telinganya. Pukul 04.30, dia segera bangun untuk beribadah..setelah selesai Renata menuju ke dapur untuk memasak sarapan untuk dirinya dan mamanya, itulah rutinitas Renata setiap paginya, remaja seumur diri nya biasanya bermalas malasan, bangun siang, sang mama yang membuatkan sarapan, tapi tidak..sejak kecil dia sudah mandiri.
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Renata segera membersihkan diri di kamar mandi, hari ini dia sangat bersemangat sekali, setelah ritual mandinya selesai, Renata segera berganti pakaian, hari ini dia memakai kaos warna kuning yang di padukan dengan celana jeans, dan sepatu kets warna putih, sungguh membuat penampilannya terlihat sangat Fresh, kulitnya yang putih bersih, hidung yang mancung, dagu runcing..sungguh Renata terlihat sangat sempurna untuk ukuran remaja sepertinya, hanya dengan sedikit polesan bedak, serta lipgloss membuatnya terlihat sangat cantik dan mempesona.
Renata sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, seperti biasanya dia memilih untuk berjalan kaki menuju sekolahnya, maka dari itu dia selalu berangkat lebih awal, agar sampai di sekolahnya tepat waktu, hari ini anak kelas 3 datang ke sekolah dengan pakaian bebas, karena mereka hanya melihat pengumuman, bahkan tidak semua anak kelas 3 berangkat, tiba tiba sebuah MOGE alias motor gede berhenti tepat di depan Renata.
Sejenak Renata menghentikan langkahnya, sang pengendara motor melepas helm yang menutupi wajahnya, dia melepas helm yang menutupi wajahnya, Wajah yang begitu tampan, tubuh yang atletis, postur tinggi, hidung mancung.. tersenyum manis ke arah Renata.
" Edo...? ehm..kamu mau kemana?"
" Hai Re...? aku mau ke sekolah, kamu juga mau kesana kan?"
" eh...iya" Renata menjawab dengan agak sedikit gugup.
"Kenapa nggak barengan aja sama aku..?, kita kan searah.." Edo berharap Renata mau menerima tawarannya.
" enggak usah Do..aku bisa jalan sendiri kok, lagian sudah deket" Renata berusaha menolak ajakan Edo, dia merasa tidak enak dengan gadis gadis halu yang selalu mengejar ngejar Edo.
"Ayolah Re...untuk kali ini aja, tolong jangan menolak ajakan ku" tanpa berpikir panjang Edo langsung memberikan helm yang satunya untuk Renata, sebenarnya Edo sudah lama sekali menaruh hati kepada Renata...tapi sayang nya gadis itu selalu menghindar darinya, dia sendiri heran, kenapa Renata selalu berusaha menghindar darinya...padahal di luar sana banyak sekali gadis gadis cantik yang mengungkapkan cinta kepadanya. Apa yang kurang dari Edo, ganteng iya..tajir iya..Baik iya...apalagi coba yang kurang...?.
" eh..oh..apa apaan ini Do" Renata masih melongo dengan tingkah Edo yang terkesan memaksa.
" Ayolah..naik, sini.. aku pakein helmnya, kelamaan tau.." Edo sedikit menarik tangan Renata untuk naik ke motornya.
" nggak...nggak...! aku bisa pake sendiri" Renata sedikit menarik tangannya dari genggaman Edo. Sambil memakai helmnya Renata terus mengomel karena kesal dengan tingkah Edo.
__ADS_1
" Dasar..tukang maksa" Renata memonyongkan bibirnya sambil melirik ke arah Edo.
" Ha..ha...ha...lihat Re...muka kamu itu lucu banget" mendapat reaksi Renata yang seperti itu, Edo merasa gemas, dengan spontan dia mencubit pipi Renata yang sangat menggemaskan.
" Edo...!!! sakit tau..! aku jadi ikut nggak nih...atau aku jalan aj"
"eh...jangan..jangan, ya udah ayo naik" Renata segera naik ke atas motor tersebut dengan sedikit di bantu oleh Edo.
" Sudah..ayo pegangan yang erat nona"
" Awas..! jangan ngebut ya Do..aku takut..." Renata berkata seraya menggigit bibir bawahnya karena gugup. Edo yang dari tadi mencuri curi pandang dari Renata, tanpa sengaja melihat wajah Renata dari kaca Spion.
" Sungguh dia ini mahluk Tuhan yang sangat cantik dan indah, andai kamu mau menerima ku sebagai kekasihmu Re..aku pasti menjadi pria yang sangat beruntung" tiba tiba Edo tersentak dari lamunanya, Renata memukul bahunya dari belakang.
" Hei..kapan jalannya...malah ngelamun"
" Siap bos kuh...pegangan lho...kalau nggak pegangan jatuh aku nggak tanggung lho" Renata yang mendengar ancaman Edo dengan spontan perpegangan erat pada pinggang Edo, Dia benar benar membayangkan gimana kalau jatuh beneran...
" Kenapa dia..? apa jangan jangan dia bener bener berpikir aku bakalan jatuhin cewek secakep ini...? padahal aku kan cuman modus supaya dia mau pegangan.." seraya menggelengkan kepalanya, Edo tersenyum melihat kepolosan Renata.
Edo melajukan motornya menuju ke sekolah mereka, hari ini untuk pertama kalinya Renata tidak menolak ajakannya, sungguh...ini hari yang begitu membahagiakan buat dirinya. Gadis yang selama ini dia impikan berada begitu dekat dengan nya, bahkan sedang memeluk pinggangnya dari belakang.
Di tengah perjalanan.....Edo berusaha mencairkan suasana tegang diantara mereka, Edo mengawali percakapan di antara mereka...
" Oh ya...Re, kamu kemana kemarin? kok nggak ikut anak anak ngerayain kelulusan!!" Edo bertanya seraya berteriak karena suara motor yang ia kendarai begitu bising, Renata pun menjawab pertanyaan Edo seraya berteriak.
" Aku nggak ada waktu buat itu semua Do..aku kan harus bekerja"
__ADS_1
" Kamu bekerja..." Belum selesai Edo melanjutkan kata katanya, motor yang ia tumpangi sudah sampai di depan halaman sekolah.
" sial...!!" umpat Edo, yang merasa kesempatannya kali ini GATOT alias gagal total...
Beruntung anak anak sudah masuk ke kelas, kelas 3 pun banyak yang tidak berangkat, sehingga tidak banyak yang melihat mereka berdua, coba kalau ada yang melihat...pasti Renata sudah habis di bully sama fans fansnya Edo. Sebtelah Edo memarkirkan motornya..Renata segera turun dari motor itu.
" Makasih ya Do...udah ngasih tumpangan ke aku..." Renata meninggalkan Edo yang masih merasa kesal. Seraya dia berlari ke arah Mading.
" Whattt...!!! cuman kayak gini aja, padahal aku sudah lama banget nunggu moment kayak gini" Edo memukul stang motornya sambil memegangi dahinya.
Renata berjalan menyusuri koridor sekolah, tiba tiba seseorang memanggilnya dari arah belakang..
" Renata...tunggu" Renata menoleh ke arah sumber suara itu..
" Pak kepala sekolah...? ada apa pak? "
" Ayo ikut bapak ke ruangan bapak"
Dengan perasaan was was, Renata mengikuti pak kepala sekolah dari belakang, seribu pertanyaan berkecamuk di kepalanya, kenapa tiba tiba pak Kepsek memanggilnya, pasti ini sangat penting
" Ayo silakan duduk, kamu pasti bertanya tanya kenapa bapak panggil kamu ke sini?"
" iya pak..apa ada hal penting yang ingin bapak sampaikan kepada saya? "
"Begini nak Renata, soal pengajuan beasiswa kamu di Universitas terbaik di kota ini..sudah di setujui oleh pihak kampus, mereka merekomendasikan kamu, karena mereka puas dengan nilai nilai kamu dari kelas satu sampai lulus"
Renata hampir melompat girang karena saking senangnya, dia menutup mulutnya sambil melotot, ini sungguh diluar dugaan ya, akhirnya perjuangan ya selama ini tidak sia sia.
__ADS_1
" itu artinya saya di terima pak..."
"ya...kamu benar sekali.."