
Di sebuah rumah yang begitu besar dan megah bagai istana yang di tinggali oleh sepasang suami istri siapa lagi kalo buka tama wijaya beserta istrinya renata juga lima ART yang sudah termasuk dengan supir pribadinya namun keadaan rumah itu berasa sepi seperti tak berpenghuni
pagi-pagi buta renata beserta rama sudah terbangun walaupun ini hari sabtu mreka tetap bangun pagi karena akan menjalankan rutinitas di akhir pekan yaitu berolahraga di belakang taman rumahnya dngan peralatan seadanya
karena sudah lelah dan berasa sudah lama berolahraga renata pun duduk di sepasang kursii dan meja yang berada di taman itu sambil meminum jamu yang sudah disediakan oleh ARTnya
"pah istirahat dulu olahraganya udah 2jam loh kita berolahraga,gak baik juga kalo kelamaan"ucap renang
"iya mah,,papah cuma mau naro ini dulu"kat rama yang sedang menenteng barbel yang akan dia simpan di ruangan olahraga tak lama rama pun menghampiri istrinya dan dia pun duduk di bangku kosong sebelah istrinya itu
"Mana mah minuman papah"tanya rama
"ini papah infus water ajja y" saut renata yang sambil menyodorkan minuman air putih yang sudah di beri timun dan buah lemon
"mkasih ya"rama
"pahh,,nanti mamah mau minta ijin y pergi ke arisan sama temen temen mamah di kafe ceria"
"boleh,,tapi papah gak bisa anterin kamu y"rama
__ADS_1
"iya pah mamah gpp dianter mang ujang aja,,
ywda mamah mau mandi mau siap siap dulu "renata pun pergi meninggalkan suaminya yang masih menikmati minumannya.
Renata pun tiba di cafe yang dituju kemudian dia pun masuk dan mencari tampat duduk yang sudah di pesan di ruang VIP cafe itu sebelum dia masuk ruang khusus tak sengaja dia melihat sintya menantunya yang sedang duduk bermesraan bersama seorang pria yang tak dikenal lalu renata pun memperhatikan meantunya itu dan memfotonya untuk bukti siapa tau suatu saat di butuhkan namu tk lama mreka berdua langsung meninggalkan cafe dengan tangan bergandengan,renata yang melihat tingkah menantunya itu hanya bisa menghela nafas dengan pasrah.
flashback on
jadi kemaren dua minggu lalu sintya pergi ke club malem,,dia bertemu dengan laki laki yang lumayan tampan dan cukup tajir yang bernama erik mreka bertemu saat sintya sedang duduk sendiri di dalam club mkem dengan keadaan gelisah tak lama erik melihat sosok sintya yang duduk di pojokan bar erik pun meutuskan untuk menghampirinya dan berkenalan , hingga akhirnya mreka berlanjut dan sering jalan berdua hingga renang memutuskan untuk meresmikan hubungan mereka dengansetatus pacaran.
flashback off
Renata pun duduk di ruangan yang sudah di pesan temanya,,sambil menunggu renata tiba tiba ingin menelpon putranya sekalian dia melepas rasa rindu pada anaknya itu
"adam kamu lagi gak sakit kan"tnya renta yang kaget mendengar ucapan adam
"lohh mamah gimana sih di ucapin salam malah nanya begitu ,,dosa loh gak di jawab lagi iti do'a mah"jawab adam enteng
"iya Walaikumsalam,,gimana mamah gak kaget kamu biasanya kalo di telpon cuma nany ada apa doang ini,tumben pake ucap salam dulu kesambet jin bae dari mana"ucap renata ngeledekin anaknya
__ADS_1
"iihhh mamah bukannya bersyukur anaknya berubah ini malah heran,,oia btw mamah tumben nelpon adam ada apa?" tanya adam
"gpp mah cuma kangen aja sama kamu,,udah satu bulan gak ketemu oia dam kamu sama sintya baik baik aja kan gak da masalah?"tanya renata
"lohh ko mamah tiba tiba nanya begitu ,adam sih baik baik sama sintya"
"syukur deh kalo bgitu mungkin ini perasaan mamah aja yang mikirnya aneh-aneh,ywda mamah tutup dulu telponnya Assalamualaikum"renang
"Wa'alaikumsalam"saut adam di dalam hati adam bertanya tanya tentang ucapan mamahnya yang seolah olah memberi teka teki pada airnya untuk mencari tau aa maksud yang di ucapkan mamahnya kemudian dia memikirkan istrinya juga yang sampai saat ini belum menelpon lagi semenjak terakhir adam yang menghubungi itu pun sinta putus sepihak dengan alesan akan ada pemotretan lagi ,,tak fikir panjang akhirnya adam memutuskan untuk pergi ke jakarta yang kebetulan besok masih hari minggu hingga dia ada waktu untuk pulang pergi dia pun bergegas mengambil kunci mobilnya sambil terburu-buru nenek adam yang melihat aneh cucu langsung bertanya "kamu mau kemana ,,jalan ko buru -buru begitu"
"maaf nek adam minta ijin pulang ke jakarta dulu,Assalamualaikum"adam
"Wa'alaikumsallam,hati hati jangan ngebut dam" saut nenek adam yang mendengar teriakan neneknya hanya menganggukan kepala dan berlari ke tempat parkiran dan menghampiri mobilnya.
Disepanjang jalan adam terlihat gusar perasaanya jadi tak karuan gara- gara ucapan mamahnya itu namun adam berpositif thinking klo sintya baik baik saja di rumah an tak terjadi ap -apa, tepat pukul 9 malam adam sampai di rumahnya tanpa basa basi dia menuju kamarnya namun disana tidak terdapat sintya melainkan hanya kondisi kamar yang acak acakan ,,yang menjadi pusat perhatian ada dia twrtuju di meh rias uang terdapat butiran obat dlam botol lalu dia pun mengambil dan menyimpan di sakunya.
tak lama suara mesin mobil terdengar adam pun lari kearah jendela kamarnya dan melihat sosok istrinya yang keluar dari mobil bmw sambil cipika cipiki perasaan adam seketika itu marah karena kecewapada istrinya sebelum sintya masuk adam sudah duluan pergi dari rumahnya itu lewat pintu belakang untuk menghindari istrinya.
Adam pun akhirnya pergi menemui rumah orang tuanya dan berniat bermalam disana karena dia pun teringat akan perkataan zahra di madrasah yang mengajarkan muridnya untuk menghormati orang tua apalagi seorang ibu karena ridhonya Allah adalah ridhonya ibu. tak lama kemudian adam pun sampai di kediaman mamahnya tok tok tok (anggap saja ketukan pintu)tak lama ART pun membuka pintunya dan menyuruh adam masuk tanpa basa basi adam pun langsung keatas menuju kamarnya karena dia melihat suasana dirumah sepi an orang tuanya pun pasti sudah tidur karena dia datang sudah menunjukan kuku 10 lewat
__ADS_1
sebelum dia tertidur adam masih membayangkan kejadian barusan di rumahnya ia masih tak menyangka dan merasa mimpi orang yang sangat dia cinta dan selalu dituruti semua keinginannya kini mengkhianati dengan cara selingkuh kepala adampun serasa ingin pecah sebelum dia melanjutkan istirahat dia teringat dengan botol kecil berisi butiran pil yang akhirnya dia mengeluarkan ponsel an membuat janji dengan orang yang di telpon itu..
Hai buat riders yang rajin baca karya ku ini tak bosan bosan aku mengingatkan kalian untuk like ,tambahkan favorit di daftar baca kalian dan jangan lupa ksih komentar,,mumpung aku lagi semangat nulis sampai sampai hari ini aku bikin 2 part lanjutan demi kalian yang udah kasih aku ⭐ ,,tunggu terus ya kelanjutan cerita aku,,bye 😘😘😘