Cinta CEO Muda

Cinta CEO Muda
11


__ADS_3

halo gys gimana kabarnya semoga kalian sehat selalu yah gys dan juga rezeki berlimpah dan juga di berikan kesehatan oleh Allah SWT.


"yah sudah tapi ayahnya Ani setuju gak kalo kalian langsung nikah bukannya tunangan?" tanya sang ibu kepada Lin san


"nah kalo itu aku blm nanya ibu bentar yah Bu aku tanya sama orang nya,


mbak aku mau nanya dong ayahnya mbak udah tau blm kalo kita langsung nikah bukan tunangan?" ucap Lin san seraya menoleh kepada san Ani


"oh kalo ayah sudah setuju kok aku sudah bertanya perihal ini kok"jawab san Ani kepada Lin san yang saat ini melihat kepada nya


"ok mbak ,ibu mbak Ani bilang ayahnya sudah tahu dan beliau pun tidak keberatan bu"jawab Lin san kepada sang ibu dari telpon nya dan hal tersebut langsung membuat ibu Lin san pasrah dengan keputusan sang anak karena dia tahu dari ibu asuh Lin san bahwa Lin san blm lulus SMA karena terkendala dengan biaya tapi dengan keadaan Lin san yang sekarang mau lulus ataupun tidak dia tidak akan melarang Lin san, kenapa demikian? karena Lin san sekarang sudah bisa mendirikan perusahaan yang besar dengan waktu yang singkat, yang mana itu bisa di bilang Lin san sangat lah jenius dalam urusan bisnis, berbeda dengan pemimpin pemimpin perusahaan lainnya mereka membutuhkan setidaknya 5 tahun baru bisa perusahaan itu besar dan megah seperti perusahaan Lin san yang sekarang, sedangkan untuk Lin san sendiri baru beberapa bulan dia mendirikan perusahaan dan sekarang perusahaan nya sekarang sudah lah sangat besar bahkan hanya di bawah 1 tingkatan level perusahaan Lin san dengan perusahaan keluarga Lin yang mana perusahaan Lin adalah perusahaan terbesar untuk saat ini.


lalu Lin san pun menutup telponnya dengan sang ibu dan kembali fokus kepada dua wanita yang akan menjadi penyemangat nanya nanti.


"udah nelpon ibu sayang?"tanya Ani kepada Lin san yang melihat tingkah Lin san yang kembali fokus kepada mereka berdua.


"sudah mbak yok kita pilih pilih lagi cincin yang mana bagus dan menurut mbak yang mana pas buat kita nikah nanti?"ucap Lin san seraya fokus menatap deretan cincin yang sudah di depan mereka dengan fokusnya dan juga teliti memilih cincin untuk pernikahan mereka nanti dan saat Lin san memilih cincin banyak wanita yang terpesona dengan Lin san Karen saat dalam mode fokus ketampanan Lin san meningkat apa lagi dia sekarang sedang menggunakan kacamata, sedangkan san Ani yang melihat sang calon suami nya jadi tontonan buat para wanita lain langsung terbakar api cemburu.

__ADS_1


"sayang kenapa sih kamu menggunakan kacamata itu kenapa tidak di lepas saja "ucap san Ani dengan nada sedikit bete kepada calon suami nya itu.


"oh ini aku make kacamata ini karena mata aku lagi lelah mbak dan pengelihatan ku sedikit kabur karena terlalu banyak kerajaan kemarin sehingga mataku sedikit lelah mbak Ani, emang nya kenapa mbak kok kaya gak senang gitu ngelihatnya"ucap Lin san dengan santay karena dia lagi fokus memilih cincin untuk mereka nanti.


"kamu ini kebiasaan kalo ngomong menghadap ke orang yang di ajak bicara dong kamu ini kebiasaan hu"ucap bete san Ani dengan sikap Lin san.


"aduh mbak ini, astaga kenapa dengan mereka mbak?"ucap lin san baru sadar dengan apa yang terjadi dan hal apa yang membuat san Ani bete sekarang.


"hu dasar tukang tebar pesona"ucap san Ani dengan sedikit tidak senang.


"Halah sok gak tau lagi orang udah jelas kok kamu tebar pesona lagi di mall ini dasar"cibir san Ani


"yah maaf deh mbak ku sayang kalo aku buat mbak Ani apa harus aku umumkan di mall ini kalo kita akan menika hingga mbak Ani gak bete lagi sama akunya"ucap Lin san seraya menatap lekat mata san Ani


"yah udah umumkan aja kalo kamu berani dan gak malu nikah sama wanita yang lebih tua dari kamu"ucap san Ani masih dalam mode bete nya kepada Lin san dan dia menantang Lin san apakah pujaan hatinya sanggup untuk mengumumkan bahwa mereka akan menika di mall yang banyak pengunjung ini.


"mohon perhatian semuanya, saya Lin san putra lin men dan kin ana dengan ini menyatakan perasaannya kepada san Ani untuk meminangnya dan kalian yang ada di mall ini akan menjadi saksi untuk perasaanku kepada mbak Ani sang wanita yang namanya tertulis di dalam lubuk hatiku ini, mbak san Ani Will you Merry me' kalo mbak menerima aku tolong mbak cium pipiku tapi kalo mbak ku tersayang menolak ku tolong tampar aku di depan banyak orang" ucap Lin san seraya menutup matanya supaya dia bisa merasakan apa dia akan ditampar atau di cium oleh wanita pujaannya itu.

__ADS_1


terima


terima


terima


terima


teriak orang di dalam mall tersebuta.


san Ani yang melihat bahwa sang Pria nya itu tulus dan tidak ada kebohongan di matanya kalau dia tidak akan pernah menduakan nya dan juga tidak akan melirik wanita lain selain dirinya, setelah itu san Ani pun mendekat kepada Lin san yang sekarang matanya tertutup karena menunggu ciuman atau tamparan dari dirinya.


setelah mendekat dan teguh dengan pilihannya san Ani pun mencium pipi Lin san yang mana hal tersebut membuat Lin san tersenyum dan langsung membuka matanya, tapi yang tidak Lin san Sangka Sangka adalah san Ani mengecup sekilas bibirnya dah berhasil membuat Lin san mematung dengan tindakan yang di lakukan oleh san Ani tersebut dan mei mei yang melihat hal tersebut menjadi cemburu karena ayahnya di cium oleh ibunya dan dirinya tidak di cium.


"hu dasar ayah sama mama kalo berduaan aja agak inget sama anak nya sendiri dasar" kesal mei mei seraya kesal kepada Lin san dan san Ani yang mana dengan kisah asmara mereka sehingga anak mereka marah kepada mereka


"utut utut anak mama bisa marah yah sekarang emang mei mei sanggup marah sama mama dan ayah mei mei kalo sanggup yah sudah mei mei bisa cari mama dan juga ayah yang baru karena mama san Ani dan ayah Lin san tidak mau punya anak yang suka marah" ucap san Ani seraya mengerjai mei mei yang sedang marah kepada mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2