
"ok sayang semangat mainnya"teriak rani seraya pergi dengan pacar teman Ali.
"eh mbak boleh nanya gak"ucap pacar teman Ali tersebut
"iya tentu boleh dong"ucap rani dengan ramah.
"maaf yah mbak bukannya mau menjelekan kok mbak sama Ali bisa menika yah padahal saya tebak umur mbak sama Ali terpaut kira kira 3 tahun loh"tanya pacar teman Ali tersebut.
"oh gak apa apa, kalo soal itu sih mungkin kita udah saling cocok yah walaupun umur kami terpaut sekitar 7 tahun bukan 3 tahun"jawab rani seraya tersenyum melihat sang suami sedang bertanding dengan maksimal.
di lapangan tim Ali selalu di desak dengan gempuran yang sangat gila gilaan dari tim kakak tingkat mereka namun masih belum misal menghasilkan sebuah gol karena penjaga gawang/Ali yang selalu menggagalkan nya terus menerus.
skip. selesai pertandingan yang menghasilkan skor 1-0 dimana kemenangan di raih oleh tim Ali yang mana gol satu satu nya yang di dapatkan dari tendangan bebas dari Ali yang membuat kemenangan di tim Ali.
"gila keren kamu mainnya Li atau jangan jangan kamu salah satu penyerang timnas yah"ucap kakak tingkat Ali seraya menepuk dan merangkul Ali.
"ah gak kok kak dulunya ali sempat jadi tim utama futsal saat SMP ka"jawab ali seraya melepas sarung tangan kipernya.
"wih keren tuh gimana kalo kamu gabung sama ormawa eksport masuk ke tim sepak bola atau tim futsal"ajak kak tingkat Ali yang mana dia adalah ketua dari ormawa eksport.
"yah kalo itu Ali pikir pikir dulu yah ka sekalian mau izin sama istri Ali kalo Ali di boleh Hin nanti Ali gabung"jawab ali seraya mengambil air minum.
"wih mantep dah di tunggu yah Li kehadiran nya"ucap kak tingkat Ali lalu pergi menuju arah pacarnya.
"siap ka"teriak ali seraya mengacungkan jempol yang di balas oleh kak tingkat Ali dengan acungan jempol juga.
"yang kita langsung pulang yah kasihan mei mei takutnya dia bosan"ucap ali yang langsung di anggukan oleh rani.
"eh gys gue duluan yah"ucap ali seraya pamitan.
"eh gak mau ikat kita Li kumpul kumpul di restoran xx"ucap teman Ali.
"gak deh gua mau pulang takut anak gua nyariin umi nya"ucap ali seraya melambaikan tangannya.
"ok deh Li hati hati yah di jalannya"ucap teman Ali seraya membalas lambaian tangan ali.
"yah udah pulang yuk aku mau mandi juga ini gak enak basah semua ini"ucap ali seraya mengambil bawaan yang di tangan Rani
"kenapa gak ganti dulu aja kalo gitu"ucap rani.
__ADS_1
"kamu mau badan aku di lihat semua orang kalo kamu mau aku gak apa apa kok"jawab ali seraya ingin mengangkat bajunya untuk di lepaskan namun ditahan oleh rani.
"yah gak gitu juga sayang aku gak mau milik aku di pertontonkan oleh orang orang"jawab rani seraya malu malu
"yah udah kalo gitu kita pulang aja nanti aku ganti di rumah aja"ucap ali seraya menarik tangan sang istri dan membawa barangnya tadi ke mobil.
setelah itu ali dan rani pun pulang di dalam mobil Rina terus tertawa karena saat Ali main saat main sering maju mundur maju mundur.
"Sayang kamu main tadi kaya kita main aja maju mundur maju mundur"ucap rani seraya tertawa.
"Alah sok sokan mengejek orang kamu aja suka kok malah hingga teriak teriak gak jelas"jawab ali karena tidak terima di tertawai oleh sang istri.
"Yah kalo yang itu beda lagi sayang dan gak bisa aku pungkiri kalo itu enak banget sampe aku ketagihan"jawab rani dengan jujur.
"Yah enak lah orang kamu hanya harus diam pasrah terus teriak teriak aja kok yang capek tetep aku juga kok"ucap ali.
"Yeh orang kalo aku yang gerak sakit banget yang punya kamu udah gak normal lagi yang"jawab rani tidak terima
"masa sih aku rasa normal kok gak gede gede amat"ucap santay Ali seraya fokus menyetir.
"alah kamu nya aja aku pernah denger dari temen ngajar aku di SD katanya kalo punya cowoknya hanya sebesar 3 jari saja dan punya Mus ku tersayang gedenya gak ngotak kamu bilang biasa aja astaga mas"ucap rani melihat sang suami dengan sedikit sebel dan juga suka.
"yah eh lah jadi kita nikah hanya menuntut kepuasan kamu ke aku gitu sayang?"tanya ali kepada sang istri.
"yah itu salah satunya mas ku tersayang"jawab rani seraya mengelus pipi Ali yang sedang menyetir mobil.
"jangan sentuh aku"ucap ali pura pura marah kepada rani.
"ha"ucap Rani kaget oleh sang suami seraya melongo.
"hahahahah"tawa Ali pecah di dalam mobil melihat reaksi sang istri.
"ih kamu mah ngerjain aku"ucap rani seraya cemberut.
"oh yah yang kamu gak mau belikan apa gitu untuk mei mei takutnya kita pulang dia nanyain oleh oleh dari luar gitu"ucap ali kepada sang istri.
"hem boleh juga tapi mau belikan apa untuk mei mei di rumah?"tanya ali kepada sang istri
"hem, gimana kali kita belikan aja KFC aja dia kan katanya suka banget sekali kali"ucap rani seraya melihat ke arah sang suami yang sedang menyetir.
__ADS_1
"hem ok lah sekalian belikan untuk orang rumah dan pelayan juga satpam"ucap ali lalu dia menjalankan mobilnya menuju tempat KFC.
10 menit berlalu mobil Ali dan rani yang menuju arah KFC akhirnya tiba di tempat KFC.
"maaf bapak ibu mau pesan apa"ucap kasir dengan ramah dan sesekali curi curi pandang ke Ali, yang masih menggunakan pakaian bolanya.
"mbak saya pesan KFC 15 box besar yah"ucap rani setelah melihat menu dan ternyata ada versi keluarga.
"siap Bu mohon di tunggu sebentar yah Bu silahkan duduk dulu bu"jawab sang kasir dengan ramah.
"yang pesan minum dulu aja yang seraya kita menunggu"ucap ali kepada rani.
"hem ok, sekalian mbak minimnya dan 2 minum di sini yah mbak dan 15 minum di bawah pulang"ucap rani lagi menambahkan pesanannya.
"ok siap mohon di tunggu sebentar yah ibu dan bapaknya"ucap kasir.
lalu Rani dan Ali pun menunggu seraya meminum yang telah tiba terlebih dahulu.
"oh yah yang tadi aku ada tawaran dari kakak kelas untuk masuk tim fakultas boleh gak yang?"tanya ali kepada sang istri.
"tentu aja boleh dong apa sih yang enggak buat suami tercinta"ucap rani seraya mencubit kedua pipi Ali dengan gemes.
"makasih"ucap ali singkat dan tersenyum kepada rani, lalu Ali melanjutkan minum lagi.
"oh yah boleh gak aku ngajar di universitas soalnya aku ada dapat tawaran buat ngajar sekalian latihan untuk mengajari mei mei kedepannya nanti"ucap rani kepada Ali.
"hem, sebenarnya sih aku gak mau sih kalo kamu ngajar tapi aku juga gak mau menghalangi karir kamu jadi yah udah aku izin nih tapi ingat jangan sampe kamu coba coba tebar pesona, kalo sampe itu terjadi aku buka peternakan kelinci nanti"ucap ali serius kepada sang istri dan memberikan kode kepada sang istri untuk tidak membuat hal hal yang bisa merusak ke harmonisan rumah tangga mereka.
"yah kalo itu mah untuk apa lagi aku, mau cari kepuasan di luar untuk apa kalo ada suami yang baik, perhatian, tampan, dewasa, pekerja keras, kaya, dan tidak lupa gagah di atas ranjang"ucap rani dan membisikan kata yang terakhir di telinga ali yang membuat telinga ali memerah.
"hahahaha"tawa Rani pun pecah melihat sang suami yang malu.
halo gys maaf yah Mimin akhir akhir ini gak up soalnya bangan musibah menimpah Mimin alhasil Mimin tidak bisa up jadi mohon di maklumi yah gys🙏🏻.
dan untuk para teman teman Mimin yang sudah setia membaca novel Mimin trimakasih yah dan juga terimakasih atas dukungan kalian.
dan jangan lupa support mimin dengan cara like novel ini biar Mimin semangat untuk up chapter nya🙏🏻🥰.
......love you all🥰🥰......
__ADS_1