Cinta CEO Muda

Cinta CEO Muda
4


__ADS_3

"apa hubungannya itu dengan diriku yang di buang?"tanya Lin san kebingungan.


"kamu masih blm mengerti juga yah karena di keluarga Lin apa bila bayi yang menerima anugerah tubuh harta itu biasanya di tandai oleh banyaknya gagak berterbangan Awan hitam dan banyaknya Sambaran petir dan jenis tubuh ini juga termasuk salah satu dari jenis tubuh menentang surga dan di saat kamu lahir itu terjadi pertanda tersebut, apa bila hanya anugerah tubuh harta itu saja kami tidak akan tegah membuang kamu tapi ada satu jenis tubuh langkah lagi yang ada di dalam diri kamu yakni tubuh yin yang yang mana itu adalah tubuh no satu dari jajaran jenis tubuh yang menentang surga dan banyak keluarga dan juga sekte serta organisasi yang ingin memilikimu serta ada satu sekte yang sangat kuat yang mana salah satu putri dari pemimpin sekte yang sangat terobsesi dengan kamu mangkanya kami memutuskan untuk membuang kamu di sungai tersebut dan akhirnya ibu Rani menemukan kamu sebelum kamu di temukan oleh orang ada satu pasukan khusus ayahmu yang mengawasi mu hingga sekarang dia selalu mengawasi mu tanpa henti itu adalah paman kedua mu yang tak lain adalah Lin fan yang selalu mengawasi mu"jawab paman Lin san.


"baik lah aku akan menerima itu semua tapi aku tidak bisa memaafkan kalian karena telah memisahkan ibu dari anaknya"ucap Lin san dengan nada dingin.


Lin tian yang mendengar ucapan itu keluar dari mulut keponakan nya itu tidak tersinggung justru dia merasa bersalah karena keponakannya itu adalah anak satu satunya dan penerus terakhir dari keluarga Lin yang merupakan laki laki satu satunya setelah anak dari Lin tian meninggal karena di jebak oleh musuh keluarga mereka jadi dengan alasan tidak mau keponakan nya bernasib sama dia mendukung saran tersebut.


"baik lah mari kita pulang pasti ibu mu sangat merindukan mu dan untuk ibu Rani kami ingin anda ikut dengan kami supaya anda bisa terus bersama dengan san'er kami, kami tahu setelah di tinggal anak dan suami mu kau hanya sebatang kara sekarang maka dari itu kami mohon ibu Rani untuk ikut dengan kami untuk menemani san'er"ucap Lin tian dengan rasa hormat.


"tapi aku tidak bisa meninggalkan rumah ini karena di rumah ini banyak canda dan tawa yang ada oleh putraku dan juga suamiku"ucap ibu Lin san/arga dengan sedih.


"ibu aku mohon ikut lah dengan ku kalau ibu terus terusan berada di sini ibu akan selalu sedih karena kenangan yang indah dari ayah dan adik di rumah ini akan sangat berat bagi ibu meninggalkan rumah penuh dengan kenangan manis ini tapi Bu aku mohon ibu ikut aku tidak mau ibu terus terusan bersedih"ucap Lin san seraya menggenggam tangan Rani dan juga memohon untuk Rani ikut dia kembali ke kediaman keluarga Lin.


"baik lah ibu akan ikut asalkan kamu bahagia karena yang ibu punya sekarang adalah kamu satu satunya"ucap lin dan seraya memeluk tubuh Lin san.


lalu Lin san dan juga Rani mengemasi barang barang yang akan mereka bawa tetapi barang barang suami dan anak Rani tidak dia bawa karena dia tidak ingin selalu di dalam keterpurukan itu dan Lin san pun setuju dengan ide ibunya itu supaya tidak selalu teringat dengan anak dan suaminya lagi.

__ADS_1


"ibu apa sudah semua yang ingin ibu bawah dan tidak ada lagi yang perlu di bawah lagi bu?"tanya Lin san.


"tidak ada lagi"jawab ibu Lin san seraya tersenyum.


"baik lah ayo kita kembali ke kediaman keluarga Lin"ucap nya dan di angguk oleh ibu Lin san dan Lin san itu sendiri.


sudah 3 jam mereka di dalam mobil sehingga Lin san dan Rani pun tertidur di mobil karena terlalu lama.


sedangkan di keluarga san.


"sangat baik ayah bahkan dia sekarang adalah pacarku dan dia juga sudah di jemput oleh keluarga Lin untuk kembali ke kediaman keluarga Lin ayah"jawab san ana atas pertanyaan sang ayah.


"bagus dengan begini keluarga San kita akan di segini oleh keluarga manapun dengan ada nya hubungan mu dengannya hahahaha"ucap san ma gembira mendengar jawaban sang anak.


"Iyah ayah tapi ada sedikit masalah ayah kalau dia sudah kembali keluarga Lin lagi akan sangat sulit untuk mendapatkan nya tapi ada satu cara ayah"ucap san Ani  menggantung atas ucapan nya tersebut.


"kamu benar ini bisa menjadi masalah besar dan apa cara yang kamu miliki itu?"tanya san ma penasaran atas ucapan sang putri.

__ADS_1


"yaitu dengan cara aku dan dia bertunangan ayah kalau sudah jadi begitu akan sangat sulit bagi keluarga lain untuk mendapatkan Lin san lagi ayah dan juga kita akan mengadakan acara pertunangan yang sangat besar supaya semua keluarga yang lain tahu bahwa Lin san dari keluarga Lin yang memiliki tubuh sepesial sudah menjadi calon mantu keluarga San kita ayah bagaimana hebat kan aku"ucap Ani dengan berbangga diri atas ide yang dia utarakan.


"hahahaha kamu sangat cerdas putriku baiklah 3 hari lagi kita akan berkunjung ke kediaman keluarga Lin Dan mengajukan lamaran untuk Lin san dan juga dengan ini juga tidak ada lagi keluarga lain memandang keluarga kita dengan sebelah mata bagi yang menyinggung kita akan hilang harapan untuk memiliki kesempatan memiliki hubungan dengan keluarga Lin hahahaha"ucap san ma gembira dengan ide yang di utarakan oleh sang putri.


"sayang tunggu aku tidak akan lama lagi kita tidak akan bisa di pisahkan dan kamu akan selalu berada di dekatku selalu dan juga aku harap kamu baik baik saja dan bisa menjaga perasaan mu untuk selalu mencintai ku dan juga menyayangiku untuk selamanya"gumam san Ani dengan penu harapan semoga dengan ide yang dia utarakan dia dan Lin san/Arga bisa cepat bersatu.


sedangkan Lin san dan Rani sudah tiba di depan rumah yang sangat besar dan juga mewah.


"wah ibu coba lihat rumahnya besar sekali"ucap Lin san terkagum kagum dengan rumah keluarga Lin.


"iya kamu benar sayang besar sekali rumahnya bahkan dari gerbangnya ke depan pintunya saja bisa pegel kaki kalau berjalan kaki"ucap ibu Arga  juga kagum dengan rumah  keluarga Lin.


"selamat datang kembali tuan mudah Lin san"sapa parah pelayanan dan juga satpam yang sudah berbaris rapi dan sedikit membungkuk untuk menghormati tetapi di luar ekspektasi mereka yang memandang Lin san dengan pandangan bocah yang gila hormat malah sebaliknya.


"jangan kaya gitu paman dan bibi semuanya tegakan kepala kalian yang boleh menerima hormat kalian hanyalah yang kalian hormati dan juga kalian sayangi dan juga yang lebih tua dari kalian sedangkan aku hanya anak anak jadi tidak pantas bagiku menerima hormat kalian sekarang tegakan kepala kalian"ucap Lin san seraya memegang bahu salah satu satpam yang ada di sana yang membuat pandangan yang jelek sekarang berubah dari para satpam dan juga pelayan yang ada.


halo gys gimana ceritanya semoga kalian terhibur yah atas cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2