
Elda dan lidia adalah sahabat sejati dari SMP, ketika beranjak ke pendidikan tinggi keduanya bersepakat untuk bersekolah di SMAN 1 Jakarta, hingga kesepakatan keduanya pun terpenuhi.
awal masuk sekolah keduanya sama-sama bahagia karena keduanya sudah saling mengenali saat masih berada di pendidikan SMP. masa orientasi siswa adalah hal yang sangat menyedihkan bagi siswa yang akan melakukannya, sehingga keduanya terkadang saling menceritakan, saat keduanya duduk bersamaan. ketika mereka menceritakan hal-hal yang menyedihkan itu maka terdengarlah oleh seorang pengurus OSIS yang bernama nama Aster.
aster merupakan seorang wakil OSIS dalam SMA tersebut.
hal yang ditakuti oleh Elda dan Lidya akhirnya akan dijalankan sehingga pada hari Senin didalam SMA tersebut akan melakukan masa orientasi siswa saat melakukan MOS tersebut aster mulai melakukan hal yang sangat ditakuti oleh Elda dan Lidya. aster mulai mencegat keduanya dan memberi sanksi kepada dan Lidya. dari hal-hal tersebut sudah mulai membenci kepada aster atas kelakuan yang dibuat olehnya. salah satu sangsi yang tidak di sukai oleh Elda yaitu memiliki pasangan. pasangan yang akan bersama dengan nya harus seorang cowok, hingga sangsi yang akan mereka jalani adalah membawakan balon yang telah di kembung kan, dengan menggunakan dahi. Elda merasa sedikit bahagia karena yang membawa balon bersamanya adalah teman SMP nya juga, cowok tersebut bernama Rian. sangsi yang dirasakan oleh Elda membuat Elda masih sangat membenci dan dendam kepada aster dan ketika selesai MOS Elda pun tidak memberikan salam damai kepada aster karena ia masih sangat membenci kepada aster atas kelakuan yang dilakukan oleh aster tersebut. karena Elda tidak memberikan salam damai kepada aster maka ketika selesai salam damai aster pun mengejar Elda hingga dapat. dia memaksa Elda untuk maafnya namun Elda sangat sangat marah padanya sehingga Elda tidak mengeluarkan sepatah katapun kepada aster.
hingga satu minggu pun telah lewat ketika Elda berada di luar kelas maka dengan cepat-cepat aster pun berlari mendekati Elda untuk kembali meminta maaf kepadanya.
__ADS_1
Aster: Dha maafkan ya, aku melakukan hal tersebut karena aku ingin membuatmu lebih berani untuk menghadapi semua yang mungkin akan kamu dapatkan untuk hari selanjutnya. aku nggak mau melihat kamu terus berdiam walaupun banyak yang sedang kamu hadapi namun hanya karena kamu tidak bisa berkata apa-apa kamu tidak bisa memecahkan masalah tersebut hanya dengan diam saja. please maafkan aku.
di saat itu juga Elda mengeluarkan kan kata-kata kepada aster.
Elda : Kak aku tahu aku orangnya yang pendiam tapi bukan aku diam-diam saja tidak bisa memecahkan masalah aku bisa Kak tapi bukan dengan cara kakak yang sekejam itu kepadaku. ku diam untuk hal yang apa dulu kak bukan untuk memecahkan masalah aku sendiri aku tidak bisa. tapi jujur Kak aku sangat benci terhadap tingkah kakak binaan kakak itu sangat kejam bagiku, terlalu ego tidak pernah memikirkan orang namun kakak melakukannya sudah sangat kejam.
udah kak, aku nggak mau berkata-kata lagi.
" Da aku nggak akan pergi ketika kamu tidak memaafkan ku"
__ADS_1
" ya udah itu yang baik kak, biar aku yang pergi ya"
Elda pun pergi dari tempat itu, iya meninggalkan Aster sendirian.
Aster bingung apalagi yang harus ia katakan kepada Elda. aster terus mengejarnya dari belakang, dan saat berjalan aster menarik tangan Elda " Dha aku mohon dengar kan aku dulu, please" ketika aster mau melanjutkan pembicaraan nya tiba2 Lidia datang menghampiri ke duanya, Lidya memegang tangan aster dan Elda lalu menyatukan dan berkata kepada mereka " Dha....kak.... ayolah saling memaafkan jangan jangan bersifat kayak gitulah, tuh... kalian nggak malu apa, orang² pada ngeliatin kamu, kayak main kejar-kejaran deh, huh bikin orang bilang tuh kayak anak TK aja. ya udah saling maaf ya.
ayo....ayo....ayo...
aster pun kembali meminta maaf pada Elda dan pada saat itu juga Elda memaafkan aster, sehingga keduanya saling bersalaman.
__ADS_1
saat Elda dan aster bersalaman Lidia berkata "nah gitu dong. kalian itu cocok dan pas banget 😀"