
kini Lidia dan aster selalu bersama, keduanya berteman dengan sangat akrab, namun pertemanan Lidia memiliki pemikiran yang sangat yang berbeda dengan aster, Lidia memiliki pemikiran untuk menghasut aster agar tidak berteman dengan Elda, namun aster memiliki pemikiran yang berbeda dengan Lidia, aster berteman dengan Lidia dengan tujuan untuk merayu Elda agar bisa menjadi pacar nya.
ketika mereka duduk, aster berkata kepada Lidia, " kamu bisa bantu aku kan? aku nggak bisa berkata sejujurnya kepada Elda karena aku masih malu lid. aku nggak tau harus bilang apa kepada Elda, Jujur Lid aku sangat sayang pada nya.
" Apa??? ( dengan sentak bertanya) kamu cinta Elda?? apa yang kamu lihat darinya aster, masalah kecil aja dia nggak bisa pecahkan, malah orang cuek lagi, sok cantik gitu, aster dengar ya aku lebih tahu sifat Elda, karena kami udah berteman dari SMP.
aku ngga mau deh...itu terserah kamu.
tapi menurut aku ya, kamu harus jauh darinya, apalagi aku lihat dia kemarin ada jalan sama KK cowok tapi aku ngga tau nama kakak itu.
" tapi aku nggak pernah lihat kok ya mungkin kamu salah orang kali aku tahu Elda orangnya malu ya mana mungkin dia jalan sama cowok lain yang belum dia kenal atau kalau dia bisa berjalan bersama cowok tapi mungkin cowok itu sahabat lamanya atau saudaranya kamu jangan ngarang dong Lid.
" ya ampun Aster Aster kamu nggak percaya, udah terserah kamu yang penting aku udah bilang sama kamu, kamu jangan terlalu mengharapkan Elda masih banyak cewek lain kok, enggak cuma Elda, bosan kali aku dengarnya. ( menarik napas dengan memasang raut wajah yang sangat marah) ku bilang sekali lagi ya jauhi Elda karena dia udah punya pacar. udah dengar apa belum.
__ADS_1
" ya Lid aku nggak percaya, kamu kalau bicara yang benar dong jangan cuma dengan berbohong terus, aku bosan dengan pembicaraanmu. kalau kamu nggak bantu aku ya udah aku enggak butuh lagi kamu kok, tapi ingat ya aku juga nggak akan bantu kamu dengar itu ya lid.
aster pun pergi meninggalkan Lidia duduk sendirian.
" aku benci ya berteman sama Lidia, yang cuma tahu ngerumpi terus, ngga punya hati sama sekali.
aster.... aster......as....t...e...r.... suara terdengar dari belakang Lidia memanggil aster dengan kecapaian. Aster terus berjalan tanpa gubrisnya, namun Lidia tanpa berhenti ia terus berlari mengejar aster hingga menarik tangan aster.
aster menanyakan pada Lidia dengan kasar dan penuh kemarahan.
" ya santai aja kali, jangan dengan ngos-ngosan kamu Langsung nanya kaya gitu.
gini ya, aku mau beri saran sama kamu, aku tahu kamu sayang banget sama Elda, ya biar nggak cantik, tapi itulah cewe kesayangan kamu, Aster kamu harus cari cewe lain, kamu pura-pura pacar sama dia, pasti dia cemburu gitu.
__ADS_1
aduh..... Lidia.... Lidia... udah cukup..... kuping aku udah nggak sanggup dengar kamu bicara yang nggak jelas ya.
kamu apa kurang waras atau gimana! bingung deh aku.
aster melihat Lidia dengan raut wajah yang sangat keheranan.
Lid jujur ya tiap hari aku berjumpa sama kamu bikin pusing aja, aku benar-benar bosan. Jadi aku mohon jangan ganggu aku dulu deh, jangan ganggu pikiran aku, udah dengar kan?? atau belum dengar biar aku pake teriak, atau pake toa gitu biar lebih besar suara.
udah...udah kamu nggak mau dengar saran dari aku ya udah aku juga nggak maksa kok terserah kamu deh, yang penting aku udah kasih saran dan jangan harap lagi ya kalau seandainya kamu masih mengharapkan saran dari aku, tuh jangan harap lagi aku beri saran padamu dengar itu ya.
dia menjawab Aster dengan marah, karena setiap saran yang diberikan oleh Lidya Aster tak pernah menerimanya. Lidya juga merasa benci karena iya begitu cinta kepada Aster tetapi Aster tidak pernah ada rasa cinta sedikitpun kepadanya.
lalu Lidya pergi meninggalkan aster, dan Aster tinggal sendirian di tempat tersebut.
__ADS_1