
bersalaman dengan aster bukan merupakan bentuk perdamaian yang benar benar dari hati, namun Elda melakukan hal tersebut atas pemaksaan Lidia, hingga saat bertemu tak pernah sekalipun Elda yang menyapa aster namun harus aster yang menyapa nya.
Dan ketika aster mengajak Elda untuk makan bersama di kantin, Elda tak akan mengikuti ajakan aster.
ketika waktu peristirahatan tiba Elda pergi ke kantin tanpa di temani oleh seorang pun, saat ia makan tiba tiba seorang cowok datang menghampiri nya.
" Ade bisa duduk bersama kan?" kata si cowok tersebut, dengan malu dan gugup Elda mengangguk ya menandakan bahwa Elda setuju dengan apa yang cowok tersebut katakan. " makan ya dek, " cowok tersebut menyodorkan makanan yang di pesan olehnya, " ya di lanjutin makan nya kak" kata Elda.
selama makan keduanya tak menceritakan sedikit pun, keduanya hanya fokus pada makanan masing-masing. hingga selesai makan sang cowok berkata dek dari tadi kita duduk bersama tapi belum saling kenal ya namaku Adi, tau juga kan adek punya nama?
dengan tersenyum Elda menjawabnya iya Kak nggak apa-apa kok nama aku Elda. ohh iya Kak sekarang kelas berapa ya?? maaf Kak kalau aku banyak bertanya,
ya ampun enggak apa-apa kok dek kakak sekarang udah kelas 12 kok.
__ADS_1
perbincangan tersebut membuat mereka semakin berteman dengan akrab. hingga tak sadar bel pun kembali berbunyi untuk menandakan bahwa semua siswa akan kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran. keduanya berjalan bersama menuju ke kelas hingga di depan kelas Elda mereka pun berpisah. dalam kelas saat mendengarkan pelajaran Elda ditegur oleh guru yang sedang mengajar nya karena udah begitu menghayal. yah ternyata benar saat itu Elda menghayal tentang cowok itu yang baik hati yang duduk bersamanya di kantin. hingga Elda pun diberi sanksi oleh gurunya berdiri di depan pintu dengan tumpuan satu kaki. hingga selesai belajar tak diizinkan untuk duduk.
pulang sekolah ternyata Adi menunggu Elda di depan gerbang agar bisa berjalan bersama, ketika melihat Elda Adi pun berteriak dek ayo cepat jalannya kita jalan bersama ya, Elda pun lari mendekati Adi untuk jalan bersama.
saat berjalan bersama Adi bertanya kepada Elda, dek mengapa kamu diberi sanksi berdiri di depan pintu? apa kamu nggak ngerjain tugas?? juga wajah terlihat kemerahan karena Adi melihat Elda diberikan sanksi, dengan berbohong Elda berkata bukan karena ngga ngerjain tugas Kak tapi karena ribut maka aku diberi sanksi. ku juga nggak nerima kak, masa cuma aku yang diberi sanksi Kak padahal kan banyak juga teman-teman yang ribut. nggak apa-apa kok, itu kan mau mendidik kita biar kita nggak malu harus berani benar kan dek. dengan wajah cemberut ada berkata iya iya benar kok nggak ada salahnya.
Dalam perjalanan ketika Adi melihat pantai, maka ia pun mengajak Elda.
" ya sebenarnya aku nggak mau sih kak, aku takut di marah sama pacarku, KK Taukan gimana sama cowok pasti bakal cemburu deh, tapi udah karena KK ngga di temani oleh sapa² biar aku temenin kok"
hmmm biar aku gombal kak Adi, aku yang belum punya pacar mah aku bilang kayak gitu( berkata dalam hati dengan senyum)
" ohhh udah² ngga apa-apa kok dek, jangan sampai dek dipukul lagi sama pacarnya.
__ADS_1
" ya nggak masalah kok kak, aku bakal bilang sama nya kalau Kak itu saudara ku, kan dia nggak marah.
" hmmm benar juga kata kamu" ternyata dek pintar ya, huh aku senang kalau punya pacar nanti kayak Ade, hmmm tapi jangan bohong sama aku deh.
" mmmm jangan khayal deh kak, sifat orang itu berbeda dong, mungkin yang punya sifat baik, pendiam, ramah, sopan, ya cuma aku dong😀.
" huh ngga malu akui diri yang benar sopan, ya mungkin itu membohongi, ya nggak tahu deh 😀.
perbincangan mereka terus perpanjangan hingga waktu pun makin sore dan kedua nya berjalan menuju rumah 🏡 masing-masing.
ketika Elda berada di depan rumah nya ia takut di marah oleh ibunya, namun ketika ia masuk rumah, tak ada seorang pun yang berada di dalam rumah.
ia sangat bahagia, ia berkata wah....aku dan kak Adi memang jodoh deh. karena biar udah sore kayak gini ayah sama ibu ngga ada di rumah. syukurlah.
__ADS_1