Cinta Di Ufuk Senja

Cinta Di Ufuk Senja
Bab 1. Broken home


__ADS_3

...****************...


"Kau benar benar lelaki Anj*ng, Apa gak malu kau ha udah tua bangka masih suka ngegatel sama l*nte diluar sana. Dimana otak kau itu kau tarok Jijik aku liat muka mu itu." sembur Anna kepada suaminya yang pulang dengan keadaan mabuk sambil diapit perempuan berpakaian seksi dan supir taksi


"Kau yang wanita *******, jangan sok suci kau didepanku setan. Kau pikir dengan status mu yang menjadi istriku kau bisa sesuka hatimu mengatur hidupku. Jangan lupa dimana dirimu itu aku pungut" sembur sang suami tak kalah sengit sambil merebahkan badannya di sofa ruang tamu.


Pertengkaran yang dimulai dengan saling maki saling hujat itu pun semakin memekakkan telinga bagi mereka yang tinggal dilingkungan ini.


Diselingi lemparan kaca dan suara teriakan dan tangisan lengkaplah drama pertengkaran rumah tangga itu, Tanpa mereka sadari ada satu hati yang terluka ditengah perbuatan mereka.


Anisa Maharani, Gadis Cantik dengan kulit putih dan senyum manis itu terlihat terduduk di ujung tempat tidurnya. Ingin rasanya dia menangis, menjerit, meraung dan memaki kedua orangtua tapi apa daya dia pun terlalu takut menghadapi kedua orangtuanya itu. hanya kebencian yang tersirat di matanya. Benci, benci kepada Tuhan yang membiarkannya lahir di keluarga terkutuk ini.


Dalam tangisnya Nisa memikirkan kenapa keluarganya jadi begini, kenapa keluarganya begitu berantakan seperti ini, Kenapa Papahnya menjadi ******** seperti ini, Ahh dan mamahnya..ahh sudah!!


Masih teringat oleh nya awal kejadian kehancuran keluarganya Setahun yang lalu. Papahnya yang tiba tiba pulang dari reuni kampusnya pulang dalam keadaan mabuk dan mulai mengeluarkan kata kata kasar yang tidak pernah nisa dengar sebelumnya sambil menunjuk nunjuk mamahnya. Entah apa yang terjadi tapi kejadian itu benar benar gerbang kehancur keluarga mereka.


Nisa berulang ulang kali memutar otaknya untuk segera menutup mata, kelelahannya menangis dan kelelahan gendang telinganya mendengar segala caci maki mamah papahnya sungguh membuatnya lelah , padahal Nisa pun tau kalo ini bukan yang pertama.


"Tok.. Tok.. Tok.. " suara ketukan di pintu kamarnya memecah lamunan Anisa. Nisa yang sudah berbaring di kasurnya pun menutup mata berpura pura tidur.


" Sa.. Nisa..Sayang, Maafkan mamah ya sayang. Mamah udah tidak sanggup lagi. Mamah bosan menjalanin hidup ini, Mamah udah gak sanggup lagi melihat papahmu yang kerjanya main perempuan, mabuk mabukan.!..


mamah capek sa.." kata Anna sambil mengelus kepala Anisa.


" Sa.. jangan marah ya sama mamah.. Andai mamah bisa mamah pasti akan membawa Nisa sama mamah. Sabar ya sayang, setelah selesai sekolahmu mamah akan jemput nisa. Kita akan berkumpul lagi.. " katanya sambil beranjak pergi dari sisi anaknya.


"..Ma...." kata nisa sambil memegang tangan mamahnya


".. Ma .. jangan pergi.. Nisa takut mah.. Takut kalo papah mabuk dan mukulin nisa.." kata Nisa sambil memeluk mamahnya.


".. Ma nisa ikut mamah ya.. mah.. jangan pergi mah.. mahh.. maahhh.." rengek nisa


".. Nisa mamah gak bisa bawa kamu sekarang, tapi mamah janji akan jemput Nisa setahun lagi saat Nisa lulus SMA.. " kata Ana sambil terus membelai dan merapikan rambut Nisa.


".. HANYA SETAHUN sayang.. mamah janji.."


".. Tapi mah..." rengek Nisa


".. Nisa sayang.. jangan takut.. Papah itu sayang banget sama kamu, jadi papah gak akan mungkin nyakitin kamu. Mamah jamin.. "


".. Ma.. tapi mamah akan tetap kirim kabar kan ke Nisa, Nisa bisa ketemu mamah kan, mamah mau kemana?.. mamah. mamah.. kenapa mamah diem..."


" .. Nisa sayang.. sabar ya sayang.." kata Anna., hanya itu yang mampu dia katakan kepada Nisa sambil melangkah keluar kamar nisa sambil mendorong kopernya.


" Mamah..."


".. Jangan lupain nisa mah.. mamah janji ya jemput Nisa saat nisa lulus.. " ulang Nisa


".. Hmm..." kata Anna sambil menganggukkan kepala nya. Walaupun dia ragu entah apa dia sanggup memenuhinya.


Setelah kepergian mamahnya yang dijemput mobil.


...****************...


Didalam Mobil


"Kamu serius An melakukan semua ini". Tanya laki laki tua Bernama Irwan itu sambil mengelus Paha Anna


"Kalo aku gak serius ngapain juga aku ikutin kamu kesini Mas, Aku capek ngehadapin Mas Bram yang terus menerus menyalakanku atas kematian Karenina, Aku kasihan ngeliat Nisa yang terus menerus ketakutan mendengar pertengkaran kami".


"Terus anak gadis itu siapa An, tadi aku ngeliat kamu begitu menyayangi Anak itu, apa kamu tadi cuma akting An?..


"Itu Nisa mas anak Bram, aku sayang sama Nisa mas, bukan pura pura sayang sama dia. Aku yang merawat dan membesarkannya sampai seumur itu setelah mas Bram mengusir istrinya itu. Aku yang menjaganya siang malam saat dia sakit. Aku sungguh sungguh sayang anak gadis ku itu mas.." lirih Anna

__ADS_1


"Kalo kamu sayang kenapa kamu meninggalkannya?." Apa kamu gak takut kalo Bram akan menyakitinya?"


"Aku percaya Bram tidak akan mungkin menyakiti Nisa. Nisa adalah satu satunya buah cintanya"


"Jadi dia bukan anakmu?!" Ulang Irwan tak percaya


"Bukan mas, Dia anak Bram dan Karenina dan akulah pihak ketiga dari rumah tangga mereka!.." Isak Anna tak tertahan mengingat begitu dia mencintai Bram saat itu.


Dan kini semuanya telah hancur. Bram yang dia harapkan ternyata berubah begitu drastis setelah pulang dari Reuni Kuliahnya dan setelah itu Perusahaan yang dibangun Bram di Jakarta pun mulai tak terurus hingga Pailit.


Hutang yang bejibun membuat Bram dengan terpaksa menjual Aset aset yang ada.. Rumah megah mereka, Mobil, Tanah mereka semua ludes terjual.


Dan tanpa kompromi Bram memutuskan tinggal di rumah warisan Bram yang tersisa di Kota Bandung ini.


Bram yang goyah mulai mencari penghiburan diluar rumah. Bram yang terbiasa menjadi imam dirumah mereka menjadi sosok yang pulang dengan keadaan mabuk.


Rumah dikawasan sejuk ini berubah menjadi rumah yang panas mencekam karna dipenuhi amarah setiap harinya.


Tiada lagi suara indah alunan Qur'an Bram yang dibaca. Semua itu terjadi sesudah Bram pulang dari reuni Kampus nya, Entah apa yang terjadi di sana tapi awal penderitaan Anna dan Nisa dari situlah dimulai.


...----------------...


...Nisa yang masih terpaku didepan pintu dikagetkan bunyi petir yang membelah langit.....


"Astagfirullah... " ucap Nisa yang kekagetan


" .. ahh Ya Allah lengkap sudah drama keluarga ku ini.. Papah bangkrut dan menjadi pemabuk yang brengsek, Mamah yang pergi meninggalkan keluarganya dan kini hujan diiringi petir yang menggelegar disaat aku mengantar kepergian mamah. Puas kau memberikan semua ujian ini... puassss kau ya Allah.. " caci Nisa menghadap langgit senja ini.


Hancur sudah. Hancur sudah kehidupan ini bagi Nisa. Keluarganya hancur. Bayangan keluarga harmonis di drama pagi hanya khayal semata, dan keluarga yang didapatnya hanya keluarga brengsek. Putus asa mungkin itu yang kini ada dihatinya.


Dan diseberang rumah tanpa Anisa sadari ada mata yang mengawasinya dari jendela rumahnya. Mata yang mengawasi tindak tanduk Anisa yang sekarang terduduk dibawah hujan malam ini....


Menatapnya penuh tanya. Walau dari kamarnya cuma terlihat siluet tapi pemuda itu dapat memastikan begitu menyedihkannya gadis muda itu. Gadis yang terlihat terduduk didepan pagar rumahnya setelah mobil yang terparkir didepan rumahnya pergi.


".. Iya mah.. bentar.."


".. Ayuk makan dam.. mamah udah nyiapin sambal goreng kentang, Ace cabe hijau, opor ayam kesukaan Adam.."


".. Besok lebaran ya mah.."


".. Lebaran masih lama kali dam.. baru juga 3 bulan lalu.."


" .. La terus mamah kok masak menu lebaran ..?"


".. hahaha.. ihhhh anak mamah.. emangnya gak boleh ya kalo mamah masakin menu kesukaan anak lajang kesayangan mamah ini?." ucap Bu Desi sambil mengelus wajah anak gantengnya.


".. Ya boleh atuh mamah sayang.. Miss universeku.. seksiku.. bidadarikuuuuu.. makasih mamah sayanggg.." ucap Adam sambil menggandeng mamahnya turun keruang makan


".. Ayuk pah makan.. ini Adam udah mamah geret kebawah.."


".. Dasar anak manja.." ucap Papah Agung, Papah Adam


".. idih papah siapa juga yang manja?.. Adam ini mandiri lho pah.. bisa Mandi Sendiri.. hahahaha.. " sahut Adam gak mau kalah..


".. Udah udah jangan berantem Mulu. ini anak sama papahnya saingan Mulu sih.. kalemm kalem mamah ter the best ini tetap selalu milik kalian berdua.."


".. Milik papah ya mah.."


".. Uh enak aja pasti milik Adam atuh lah pah.." sungut Adam tak mau kalah..


".. Hadehhh lieur deh kalo jadi yang tercantik dirumah.. apa apa jadi bahan berantem dan perebutan laki laki deh.."


".. uhhhhhhhhhhhhhhhhhhh .." sergah Adam dan papah Agung kompak

__ADS_1


lalu mereka pun mulai makan dan diiringin hujan yang memekak kan telinga di luar.


".. Mah.. piringnya biarin aja di wastafel, nanti Adam yang nyuciin sebelum tidur.."


".. wahh anak mamah yang Sholeh..makasih ya sayang.." sambut mamahnya sambil memeluk Adam


".. Mah.. Pah.. tadi keluarga yang didepan berantem lagi ya.. kasihan lho pah tadi Adam liat dari kamar kayaknya istrinya kabur.. da gitu anak gadisnya kelihatan yang shock pisan itu tadi liat sampai terduduk di depan teras rumahnya.."


".. husstt.. Adam jangan ikut campur.. itu urusan keluarga mereka.."


".. Tapi pah Adam cuma penasaran sama anak gadisnya, keliatannya sebaya lho pah sama Adam, dan dari siluet siluetnya cuakeppp polll..." kerling nakal Adam kepada Papahnya..


" .. Aduhhh aduhhhhh mahh .. sakit.." erang Adam yang merasakan panas di telinganya


".. Kamu tuh ya kebiasaan.. mamah bingung sikap ganjen kamu itu nurun dari siapa.."


" .. Ya siapa lagi atuh kalo enggak dari mamah.." .ledek Pak Agung.


". Enak aja.. mamah?.. papah kali.. da mamah mah anak pingitan.. manalah tau tu ganjen ganjennya.. bisa bisa dipatahin Engking kalo mamah ganjen, ahh iya lupa mamah pasti ini ganjen dari papah.. ngaku.. " cerocos bu Desi yang tak terima ledekan suaminya


".. walahh ampun mahh manalah ada didiri papah ini sifat ganjen.. papah mah cuma jatuh cintrong setia sehidup semati cuma sama Miss universe Desi Erawati seorang.." rayu pak Agung..


".. Hueekkkkkk..gaya papah..papah ingat gak dulu waktu papah ngajak mamah kumpul sama temen temen papah, papah gak liat apa pandangan temen cewek papah... wahhhh laser semua boooo.. seperti iron women.."


".. hahhahahahahahahah.. pasti mereka kebanyakan makan odading mah.. odading odading.. odading mang oleh mah yang lagi viral itu.." sembur Adam yang gak kuat melihat tingkah laku kedua orang tuanya.


"..ahhh ini gara gara Adam ni gara gara Adam mamah jadi marah ke papah.. "


".. Aduh papah alamat tidur sama Adam ni gelagatnya.."


".. Iya.. pokoknya malam ini papah tidur sama Adam.. Mamah masih sebel kalo ingat saat itu.."


".. walahh walahh.. mah.. kok jadi papah si yang dihukum.. maaf mahh.. papah gak ganjen kok itu mah cerita basi mah, kan sekarang nyata nya mamah pemilik hati papah Agung yang mirip sherok Khan ini.." rayu pak Agung sambil ngikutin Bu Desi kekamar mereka


".. Nehi nehi.. pokoknya malam ini mamah mau sendiri dulu. papah sama Adam sana gih..mamah mau sendiri aja dikamar sambil liatin Ayang Rahul kalo udah gak inget lagi ganjennya papah baru mamah bukain.."


Dan Pak Agung yang merasa kedudukannya dikasur malam ini terancam pun mengeluarkan seribu satu cara agar istri caemnya luluh..


Adam yang melihat interaksi mamah papahnya sering merasa geli sendiri. Bagaimana mereka bisa terus merawat cinta mereka hingga saat ini.


Dan Adam pun berjanji bila nanti dia mempunyai pacar maka dia akan memperlakukan pacar dan juga calon istrinya tersebut seperti papah kepada mamahnya. Memperlakukannya bak Ratu.


Bukan kah kalo Ratu yang memerintah dengan hati bahagia akan membuat Rakyatnya bahagia pula..


...****************...


...****************...


Dan dari situlah dimulai kisah ini. Kisah Adam dan Anisa . Dua keluarga yang memulai senja mereka dengan berbeda.


Senja di ujung rumah yang berakhir dengan perginya sosok mamah dalam hidup mereka dan Senja diujung rumah yang lain memulai malam dengan senda gurau.


...***************...


...****************...


Bersambung..


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


NB : maafkan yaaa kalo masih banyak tanda baca dan kekurangan sana sini.. masih. belajar dan terus berusaha memperbaikin diri.. semoga dapat menghibur yaaa..

__ADS_1


Jangan lupa yaaa.. kasih like dan comennya biar daku makin semangat memperbaikin diri dalam menulis cerita cerita kehaluanku..


__ADS_2