Cinta Di Ufuk Senja

Cinta Di Ufuk Senja
BAB 7. ORANG ORANG MENCURIGAKAN.


__ADS_3

Sambil memungut flasdisk yang sempat terjatuh Nisa pun bergegas kekamar Papahnya. Nisa pun dengan mudah menemukan brankas papahnya setelah menggeser tempat tidur didalam kamar tersebut.


"hmm.. saat paling bahagia papah dan mamah?.. apa tanggal pernikahan mereka ya.?." pikir Nisa sambil memasukkan tanggal pernikahan papah dan mamahnya.


Tett..


Brankas itu berbunyi dan tombol nya berwarna merah yang menandai kode passwordnya salah..


"Ternyata bukan tanggal pernikahan papah dan mamah, sepertinya tanggal lahirku".Nisa pun kembali memasukkan kode password brankas tapi kali ini Nisa menggunakan tanggal lahirnya sebagai kode password brankasnya.


klik..


" Papah.." gumam nisa lirih begitu brankas tersebut terbuka karena menggunakan tanggal lahirnya. Ternyata dia masih lah yang tersayang bagi papahnya tersebut.


Setelah membuka brankas tersebut Nisa pun mulai memeriksa isi nya. Membolak balik dokumen yang ada didalamnya . Selain dokumen dokumen penting dirinya terdapat juga buku buku tabungan yang beratas namakan Karenina Anugrah. Beberapa gepok uang hingga akhirnya mata nisa terpaku kepada satu amplop coklat yang terlihat tebal.


Nisa pun membuka amplop yang ternyata berisi foto foto keluarga mereka ada foto Nisa waktu kecil, Nisa dan Mama Anna , Papahnya dan keliatan rona kebahagian di wajah mereka ketika saat itu. Hingga akhirnya Mata Nisa terpaku kepada satu wanita cantik, wanita asing yang belum pernah Nisa liat tapi terasa begitu familier.





wanita berparas cantik itu tersenyum dengan begitu cantik, Wanita tersebut terlihat begitu cantik dengan kulit yang putih, rambut hitam bergelombang, Alis yang berjejer tebal dan kedua lesung pipi yang mirip dengan Nisa, Sekilas diliat foto itu terlihat seperti Nisa walau bentuk alis dan hidung yang sedikit berbeda dengan Nisa. Dan satu foto sukses mencuri perhatian Nisa tatkala diantara tumpukan foto itu terdapat foto pernikahan papahnya dan perempuan tersebut.




Papahnya dalam balutan tuxedo hitam dan perempuan tersebut dengan pakaian pengantin putihnya memegang buket bunga. Terpancar raut wajah bahagia diantara mereka berdua seakan akan sedang menyongsong akhir bahagia mereka dan mereka terlihat begitu muda diwaktu itu dimata Nisa. Papahnya terlihat begitu bahagia.


...Saat Nisa membalikkan foto tersebur terliharan tulisan Bram & Karenina serta tanggal pernikahan itu terjadi 19 tahun lalu....


"Karenina, Apakah ini mamah kandungku?, kalo dia mamah kandungku dimana sekarang dia? kenapa mamah asliku pun meninggalkanku.?"


Pertanyaan pertanyaan itu terus terngiang dan terucap di dalam hati Nisa. Apa yang sebenarnya terjadi. Kalo benar Karenina Mamahnya kenapa dia tidak mendatangi Nisa bukankah dia pasti sudah tau kalo Papah Bram sudah meninggal? mengingat berita kematian Papah menjadi salah satu trending topic saat itu.


Sambil terus membolak balik isi brankas Nisa pun melihat diujung brankas Hp Jadul yang trend disaatnya.


"Alhamdulillah hp nya masih hidup dan batreinya masih cukup banyak." gumam Nisa setelah menghidupkan hp itu dan mulai mengecek nama kontak di hp itu dan ternyata cuma ada tiga nomor kontak didalam. Nisa pun menelpon Nomor yang bertuliskan Alan dan terdengar nada sambung diujung sana.


titt..titt.. tit...


"Haloo, Bram ehh Nisa.. Ini Nisa kan?.." Ucap Pria diujung sambungan telpon tersebut.


Tutt..tutt..


Nisa yang kaget ketika nomor itu tersambung dan menyebut namanya pun seketika mematikan ponsel itu. Jantungnya berdegub kencang ketakutan karena pria itu mengenalnya.


"Ahh nanti saja lah aku menelponnya.. Saat ini lebih baik aku menyimpan ini dulu disini" ucap Nisa sambil mematikan ponsel itu dan menyimpan flasdisk itu didalam brankas papahnya


Setelah menyimpan flasdisk tersebut Nisa pun melihat kembali foto foto yang masih tersisa selain foto foto nya masih ada beberapa foto wajah orang yang tidak dikenalnya dan sepertinya dia mengetahui wajah orang yang ditelponnya barusan setelah melihat foto pria yang terlihat dekat dengan Papahnya.



"Seperti nya pria ini yang disebut oleh papah Om alan, Nanti saja lah saat aku benar benar bersiap pergi aku akan menelponnya lagi. Kalo sekarang rasanya terlalu cepat apalagi masih ada beberapa waktu lagi sampai aku lulus."


"Mungkin ketika aku menemui om Alan aku bisa mengetahui dimana Mamah Karen tapi kalo sekarang aku masih belum siap untuk pergi". putus Nisa dalam hatinya.


Setelah melihat foto foto tersebut Nisa pun memutuskan untuk menyelesaikan acara bongkar bongkar nya.


"Sebaiknya aku mulai belanja bahan makanan untuk dirumah " pikir Nisa sambil mengambil beberapa lembar uang dari brankas tersebut sesuai kebutuhan nya seminggu ini.


...****************...


Nisa pun mulai mengayuh sepeda favoritnya untuk pergi kepasar tradisional didekat rumahnya, Setelah mengunci semua pintu dan jendela rumahnya.


"Nis.. Nis.. mau kemana " teriak suara centil ketika Nisa hendak keluar dari.gerbang komplek.


"Mau kepasar cha.. Mau ikut??..


"Ikutttttt.. cha kaheula aku ganti baju dulu." teriak ocha dari jendela kamarnya.


Nisa pun menunggu ocha di depan gerbang komplek mereka.


" Neng.. mau kemana?." sapa satpam komplek ketika melihat Nisa memarkirkan sepedanya.


"Mau kepasar pak.."


"Sareng saha neng? "


"Sama ocha Anaknya Pak Salim, Pak.. itu dia orangnya" terang Nisa yang melihat ocha yang membawa motor keluar pagar rumahnya.

__ADS_1


"Sa, Naik motor aja yuk kepasarnya, Panas euy gak kuat ngayuh sepeda mah.."


"Euleuh euleuh.. Masih juga jam 9 cha.. terus sepedaku gimana atuh"


"Tarok sini aja neng, Nanti Bapak simpen dirumah neng sekalian keliling nanti."


"Na itu cha kata pak boy taro aja disitu.. Ayuk naik.." ajak ocha


"Iye iye.. yaudah atuh pak.. nuhun ya.. owh iya pak ini kunci gerbang rumahnya." jawab Nisa sambil memberikan Pak Boy kunci gerbang rumahnya.


Nisa dan Ocha pun bergegas pergi kepasar setelah menitipkan sepeda nya tersebut.


...****************...


Jam Sudah menunjukkan jam 11 ketika Ocha dan Nisa selesai membeli bahan makanan yang dibutuhkan Nisa. Tidak lupa Nisa mengisi stok kerupuk dan cikur serta cabe cabean seperti rawit dan keriting untuk bahan seblaknya.


"Cha kita ngeliwet yuk dirumah mu, Sekalian malam ini aku mau nginep ya dirumah mu pengen nge gibah bareng..hahahaha".


" Walahh ini anak mau nginep tujuannya untuk ngegibah."


"Yaaaa biar indah kali sa.. namanya nginep bareng itu enaknya kalo sambil ngegibah kaleeeeeee."


"iyeee.. iyeee.. tapi jangan lupa minta izin sama tante".


"udah kali sa, Tadi waktu pergi udah izin sama ibu aku mah, kata ibu ku boleh asal jangan lupa sholat aja jangan kebanyakan ghibah".


"Oceee dehh.. ayuk kita kerumah mu dulu atau langsung kerumahku? tanya Nisa.


"Langsung aja sa, Baju Salin juga udah ada di bagasi kok." Kata ocha sambil menepuk motornya.


"Yaudh atuh ayuk pulang ini udah selesai kok.."


"Sa... kesitu dulu yok.. "ucap Ocha sambil menunjuk Gerai minuman Ha*s yang terkenal dilingkungannya ini.


"Meuni pinuh gitu cha.. ngantrinya panjang" ucap Nisa yang males ngelihat antrian nya


" Biarin atuh lah sa, namanya minuman viral jdinya ya begono de"


"iyeeeee iyeee.. ayuk atuh lah.."


"Sa, mau pesan yang mana?


"Aku mah boba brown sugar ya, owh iyaa cha bayar pake shopay ku aja nich lumayan lo ada cashbacknya".


"iyeee.. cepat sana gih keburu diambil orang nanti tempat ngantrinya."


"ocey .. ocheyyy.."


Ocha pun pergi pergi ke gerai Ha*s dan mulai mengantri sedangkan Nisa duduk di meja tukang bakso disamping gerai tersebut sambil memesan dua porsi bakso untuknya dan ocha.


Setelah baksonya selesai dipesan pun Ocha masih kelihatan mengantri.


"*Sa tinggal dua orang lagi sabarr yaaa, jangan manyun gitu nunggu nya. keliatan jelek kalo diliat dari sini" .ejek Ocha via Whatsuppnya.


"😂😂😂.. walaupun elek tetap tercantek seantero jagad". balas Nisa*


"Mamake prett meuni pede,, 🤣🤣"


Nisa dan ocha pun saling ledek via Whatsupp tersebut. Hingga tiba giliran ocha memesan minuman nya. Setelah selesai dan membayar ocha pun kembali ke Nisa dan bergegas pulang. Matahari sudah semakin tinggi hingga Ocha pun ingin cepat sampai rumah. Bagi Ocha Matahari dan Susu adalah dua hal yang dia hindari karena akan membuat kulit nya hitam dan tubuhnya melar, Walaupun Ibunya selalu memaksa Ocha untuk untuk Minum susu setiap malam dengan kata kata yang terukir seperti slogan "Biar cepat tinggi harus minum susu".


"Cha pelan pelan, takut ih kalo ngebut gini, pelanin cha."


"Ishhhh apa sii Sa.. kalem tenang aja.. daku mah udah pro kalee.." ucap Ocha sesumbar sambil menyalip motor didepannya.


" Astagfirullah chaaaaa... pelan pelan gak? kalo enggak mah aku mau turun..!" Teriak Nisa.


"isshhh iya iya neng.. ini dipelanin".


Akhirnya Ocha pun mengurangi kecepatannga motornya setelah Nisa meminta turun kalo ocha tidak mengurangin ugal ugalannya.


"Ahh akhirnya sampai juga " ucap Nisa sambil menghempaskan dirinya ke kursi ruang tamu.


"Ahh coba tadi ngebut sa pasti lebjh cepat nyampainya."


"Aku tobat cha naik motor denganmu. Takut aku tuh.. kok ya bisa cewek cewek naik motor barbar gitu, Adam aja bawa motornya nyantai ehh kamu salip salipannya nyereminnnn.. tobat aku"


"hahhahahah.. dasar kamu itu ya sa.. gitu aja udah takut, jadi pengennya dibonceng Adam aja ya ni ceritanya". ejek Ocha.


Plukkk..


Suara timpukan bantal kursi yang mengenai kepala Ocha.


"Da ah cha aku mau makan aja ah.. " ucap Nisa sambil berlalu meninggalkan Ocha

__ADS_1


"Saaaa itu Adam datang.."


"Wekkk... gak mempan.. Gak mungkin kali Adam datang dia mah pasti lagi main kali jam segini mah."


" Tapi beneran lo Sa , ini Adam disini, Dam mau ngapain lu kesini?..


"Biasa cha ini disuruh mamah nganter makanan.." balas Adam yang kini ada didepan rumah Nisa.


"Astaghfirullah, Beneran gak becanda tu anak" umpat Nisa dalam hati.


"Masuk dam.. ayuk makan bareng.. Nisa juga lagi mau masak tu. katanya mah mau masak seblak setan."


"Wiw serem setan aja dimakan."


"Ayuk masuk dam, owh iya ucapkan terima kasihku sama tante ya.. Tante begitu perhatian banget sama aku, akunya jadi gak enak."


"Kalo enggak enak mah Sa, sekali sekali main kerumah atuh. Mamah ku suka kesepian tu biar ada temen".


"Insyaallah besok aku kerumah ya dam, tadi juga niatnya mau kerumah Adam, cuma aku liat dirumah habis bahan makanan jadinya kepasar dulu.. ehhh malah ada ni anak bocil mau ikutan nginep disini, Jadi palingan besok we ya kerumah Adam."


"Cieee... yang mau kerumah mertua"


"Apaaan siii Cha.. " ucap Nisa..


"Gpp kali Sa kalo dibilang mertua mah, kalo aku si pasti di aamiinin ,hahahah" ledek Adam


"Yeee kalian berdua mah yaaa cocok banget kalian berdua kalo untuk ngeledekin aku." ucap Nisa sambil berdiri.


"Mau kemana sa?. jangan marah atuh" ucap ocha


"wahh wahhh Nisa jangan marah kami mah gak maksud apa apa kali sa.." sambung Adam


"yee siapa juga marah , aku tuh mau bawain ni makanan kedalam sambil mau nyajiin seblak setannya biar dimakan bareng bareng".


"Owh iya atuhh siippp..sekalian katelnya ya sa.. hahaa ".


"Siapp.."


"Sa Aku boleh manggil Zaki gak buat gabung.." ucap Adam


"Iya panggil aja Dam, lagian aku juga masak banyak"


Adam pun mulai nge whatsupp Zaki supaya kerumah Nisa, Walaupun awalnya zaki menolak akhirnya dia pun mau juga karena ada cewek incarannya disana ,Ocha.


Tak berselang lama Zaki pun datang dengan mengendarai sepedanya.


"Sa lu tau gak? kemarin siang ada orang asing nanyain kamu lho". kata Zaki memulai percakapan.


"Maksudnya gimana zak?"


"Dari yang aku denger si orang itu nanyain yang tinggal di Alamat ini?.


" Cuma karna gerak geriknya yang celinguk sana celinguk sini pak satpam jadinya rada curiga. Jadinya pak satpamnya nanya mau ketemu siapa? Dan disuruh nunjukin KTP nya Ehh tu orang malah pergi"


"Lu tau cerita itu dari siapa" tanya Adam setelah mendengar cerita Zaki


"Ya dari bapak ku lah.. kan bapak ku bapak RTnya"


"owhhh iya lupa aku" jawab Adam dengan lucunya.


"Terus terus gimana Zak..? tanya Ocha penasaran.


"Aku cuma denger sampai situ aja si Cha, cuma yaitu tadi Sa sekarang kan kamu itu sendiri jadi lebih baik hati hati ya.. atau kalo enggak di pake alarm gitu deh rumah kamu." Biar kalo ada yang aneh aneh tetangga atau satpam bisa langsung ambil tindakan."


" Ihh zak kamu bikin aku takut"


"Bukan nakut nakutin si Sa, Omongan Zaki ada benernya deh apalagi kamu tau enggak yang pembunuh dan pemerkosa itu kan masih keliaran. Dan mungkin aja pengantar paket itu ada hubungannya. Nanti deh aku ngomong ke papahku gimana baiknya. "


" Ihh Sa kamu tidur dirumah aku aja deh" ucap Ocha yang merasa takut juga tinggal berdua sama Nisa malam ini.


"Wahh iya Sa, daripada kalian nginep disini mending dirumah ocha aja, nanti begitu udah dipasang pengaman sama papahku baru ditempatin lagi ini rumah."


"Tapi..."


"Gak usah tapi tapian sa, ayuk lah kerumah aku aja. ambil aja baju seadanya. pokoknya kamu jangan sendirian dulu deh"


Adam dan Zaki pun mengangguk kan kepala mendengar usulan Ocha. Nisa pun bergegas mengambil baju dan mengosongkan isi brankas Papahnya dan memasukkan kedalam Tas ranselnya, Entah kenapa mendengar penjelasan Zaki tadi membuat Nisa menciut. Sementara Nisa bersiap Zaki dan Adam mulai memeriksa pintu dan jendela mana tau ada yang lupa ditutup Nisa.


Setelah selesai mengecek semuanya Zaki dan Adam pun mengantarkan Nisa kerumah Ocha. Tanpa mereka Sadari tak lama kemudian ada yang berusaha memasukin rumah Nisa.


Bersambung...


"

__ADS_1


__ADS_2