
Anisa yang pingsan pun membuat panik semua yang ada disana, dan membuat Adam yang berdiri persis disamping pintu pun reflek mengejar dan menahan tubuh nisa sebelum tubuh itu benar benar menyentuh lantai.
"Bawa kekamar itu Dam, biar mamah yang jagain Nisa". kata Mamah Adam segera setelah melihat adam dengan sigap menahan tubuh nisa sambil menunjuk salah satu kamar depan dirumah itu
" Iya mah". balas Adam sambil menggendong Nisa kedalam kamar itu diiringin Mamah Adam.
" Adam, Kamu kedepan aja biar mamah yang nungguin Nisa disini". Ucap mamah adam sambil menggosok gosok kan kayu putih ke pelipis dan sedikit ke hidung Nisa.
"Iya Mah"
" Udah sana.. sana.. jangan ngeliatin anak gadis orang mulu dam, sampai mau copot gitu matanya" . Ledek mamah Adam sembari mengibas ngibaskan tangannya memberi sinyal supaya Adam pergi.
"Yeeeee mamah.. siapaaa juga .. uhhh..". Balas adam sambil manyun.
Adam pun lalu menuju ruang depan dan ikut bergabung dengan Papah nya untuk mendengarkan berita sebenarnya dari kematian papah nisa.
Dari keterangan Polisi, Adam pun mengetahui kalo Papahnya Nisa meninggal di tusuk di tempat hiburan didaerah city town setelah ketahuan melaporkan tindakan mencurigakan diruang VIP tempatnya tersebut dan sekarang jenazah berada di salah satu RS Swasta di City town. Ternyata selama ini Papah Nisa bekerja disalah satu Bar dan Night club disana, Itulah yang membuat Papah Nisa sering pulang dalam keadaan mabuk karena sering menemani client sambil diselingi minum minuman keras.
Tindakan berani Papah Nisa lah yang membuka jalan pihak kepolisian membongkar kartel narkoba dan juga penjualan gadis gadis muda di city town, Sehingga pihak kepolisian menyampaikan berita ini sekaligus mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada keluarganya.
Hingga akhirnya kedua Polisi tersebut undur diri dan meninggalkan Papah Adam, Pak RT serta Adam yang harus mulai bergerak mempersiapkan penjemputan jenazah Papah Nisa. Sebagai Pak RT dilingkungan itu RT pun mulai menghubungi Pihak Mesjid untuk mengumumkan kematian Pak Bram Papahnya Nisa tersebut.
Disebabkan keadaan Nisa yang tidak memungkinkan maka Adam dan Papahnya lah yang akan menjemput jenazah kerumah sakit. Sebagai tetangga dan ketiadaan wali dari Nisa saat ini membuat Papah Adam yang mengambil alih semua ***** bengek pengambilan jenazah.
Dikamar..
"Papahhhh.. " Teriak Nisa tiba- tiba tatkala dia membuka matanya.
Mamah Adam yang berada disamping Nisa pun dengan sigap membantu Nisa untuk duduk.
"Nisa.. Nisa yang tenang ya sayang.. Papah Nisa sudah tenang disana. Kalo Nisa sedih nanti Nisa sakit dan Papah Nisa akan sedih melihatnya.."
"Tapi tante.. tapi.. hiks... " Ucap Nisa terhenti karena rasa sakit di dadanya. Satu satunya orang yang dikasihinya kini tlah pergi.
"Sayang.. sayang iklaskan ya sayang.." ucap mamah Adam sambil memeluk Nisa.
"Tante.. Papah jahat tante. Papah tega ninggalin Nisa sendiri Tante.. tante Nisa ga punya siapa siapa lagi tante, Nisa mau mati aja.." isak Nisa tak terhenti.
"Stt.. sttt.. sayanggg jangan ngomong gitu.. Pamali.. Nisa gak sendiri.. Masih ada tante, om juga Adam disini.. Tante gak suka Nisa ngomong gitu.. udah ya sayang udah jangan nangis terus sayang.."ucap mamah Adam terus menenangkan Nisa.
"Mah.. Adam sama Papah mau urus urus dulu ya mah.. " .ucap Adam yang tiba tiba masuk kedalam kamar.
"Iya Dam.. Kamu sama Papah hati hati ya jangan ngebut.
"Iya mah.. Assalamualaikum Mah, Nisa .. Adam pergi dulu" ucap Adam sambil nyalamin mamahnya dan memberikan genggaman hangat sebentar kepada Nisa
"Walaikum salam" jawab Mamah Adam dan Nisa berbarengan.
****************
Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam saat Adam dan Papahnya pulang membawa jenazah Papah Nisa. Para tetangga sudah mempersiapkan tenda dan hal hal yang terkait dengan penguburan Papahnya Nisa yang direncanakan akan dilaksanakan besok pagi.
Para tetangga mulai berdatangan satu persatu mengucapkan bela sungkawa. Kesedihan terpancar dari wajah wajah mereka yang melihat Nisa yang terus berada disamping jasad Papahnya sambil membacakan ayat ayat suci Alquran. Sungguh terlihat menyedihkan Nisa dimata para tetangganya, Gadis semudah itu harus melalui sendiri hal ini, Walaupun mereka tidak saling mengenal dengan baik tapi mereka tetaplah saudara seiman yang harus saling mendoakan.
__ADS_1
................
Acara penguburan akan dilaksanakan besok paginya, Keputusan itu diambil karena hari yang sudah malam saat jenazah sudah sampai dirumah. Saudara dari pihak keluarga papahnya Nisa hanya beberapa orang saja yang datang dan itu pun setelah memberikan ucapan belasungkawa yang terdengar basa basi bagi Nisa mereka pun langsung pulang kembali.
"Mamah.. " Desah Nisa mengingat Mamah Anna, Disaat seperti ini Nisa berharap Mamahnya itu datang dan memeluknya tapi hingga malam menjelang sosok yang diharapkannya tak kunjung datang pula.
Sebegitu bencinya kah mamah kepada papah hingga pada saat terakhir ini mamah tidak datang.
"Mah,, pulang lah.. Papah sudah meninggal, sekarang Nisa harus bagaimana mah?, Mamah dimana? Nisa takut.. ".Ratap Nisa dalam hati
" Nak, .. Ayuk makan sayang..Nisa pasti belum makan kan?.. ayuk sini biar tante suapin.." bujuk Mamah Adam dengan penuh kelembutan.
"Nisa masih kenyang tante.., Tadi udah makan kok.." Tolak Nisa berbohong. Padahal dari pulang sekolah tadi bahkan seblak buatan nisa baru dia makan sesendok, kejadian beruntun ini membuat rasa laparnya telah hilang entah kemana.
"Sayang .. tadi tante sudah mengecek dapur kok.. Seblak yang Nisa siapin masih ada dimangkok dan keliatannya baru dmakan beberapa suap, Nasi di rice cooker juga masih penuh, sayang jangan bohong lagi, Tante tau nisa pasti gak selera untuk makan tapi perut nisa harus diisi. Sayang dimakan ya.. ya.. sesuap saja.." bujuk Mamah Adam tanpa henti.
" Tapi tante..."
" Sayang Nisa gak boleh ngelawan lho sama orang tuA.. nanti tante marah ni.. klo nisa nolak mulu.. aaaaaa,. buka mulutnya sayang" lanjut Mamah adam memaksa..
Bujukan mamah Adam yang memaksa dengan kelembutannya tak ayal membuat nisa akhirnya membuka mulutnya untuk makan walau hanya beberapa suap aja.
"Tante sudah ya.. Nisa udah ga sanggup untuk makan lagi. Rasanya mual tante"
" Ia sayang udah gpp kok.. segini juga udh cukup kok.. sekarang nisa istrihat ya.. biarin tante sama om yang disini."
"Gpp tante biar nisa aja.. Nisa pengen berada terus disamping papah.."
" Ia tante.." ucap Nisa sambil mulai kembali membuka Al qurannya. seolah olah ini lah kado perpisahannya kepada Papahnya.
"Nis.. Nisa.. " panggil Adam lirih kepada Nisa yang terlihat menutup Al-qurannya sesudah membaca beberapa lembar surat surat Al-quran. Kelelahan menangis membuatnya ingin menyandarkan diri ketembok dibelakangnya.
"hmm.." jawab singkat nisa.
"Kamu, sudah makan?.."
"Sudah Dam tadi sama tante "..
" Nis,..istirahat lah.."
" Dam.. aku takut ngejalanin hari esok.." ucap Nisa tiba tiba yang membuat Adam langsung melihat wajah cantik itu.
"Kamu ngomong apa sih Nis!! "
"Aku gak sanggup Dam..aku terlalu takut menghadapin hari esok.. ingin rasanya aky tidur dan gak terbangun lagi Dam.." ucap lirih Nisa sambil menatap Nanar Jasad Papahnya yang terbujur Kaku didepannya.
"Astagfirullah Nisa.. Istigfar Nisa.. jangan buat bisikan setan menguasaimu..Ini takdir Allah.. dan kamu tau sa??.. Papahmu meninggal karna membela kebenaran.. Tindakannya yang beranilah membuat negara kita selamat dari orang orang jahat diluar sana yang ingin menghancur generasi muda. Kamu harusnya bangga akan hal itu, KAMU HARUS KUAT !!. entah apa yang sebenarnya terjadi kepada Papahmu tapi kuharap kau tidak akan melakukan hal hal gila tentang hidupmu Sa..!!" ucap Adam tegas.
"Aku juga tidak bisa memastikan akan selalu ada untukmu Sa ,Tapi paling tidak saat kau memintaku aku akan berusaha ada.. Mamah dan Papahku bahkan terus memaksaku dan memintaku berjanji menjagamu.." Lanjut Adam.
Teringat olehnya saat mamahnya dengan air mata yang masih menggenang yang menghiasi wajah sendunya memaksa Adam untuk menjaga Nisa padahal mamahnya Adam juga baru kali ini bertemu dengan Nisa pake acara sumpah sumpah pramuka segala lagi, Tapi mungkin itulah naluri keibuan dari seorang wanita yang telah membesarkannya itu.
Sayup sayup Anisa mendengar suara adam yang menyemangatinya dan memintanya untuk tidak bersedih dan menangis lagi sebelum rasa lelah yang begitu kuatnya memaksa Nisa menutup mata yang terasa begitu berat dan mulai tertidur.
__ADS_1
Adam yang sayup sayup mendengar dengkuran kecil Nisa lalu bergegas berlari kekamar depan tadi dan mengambil bantal serta selimut untuk Nisa. Ingin rasanya Adam menggendong Nisa dan membawa nya ke kamar tapi adam mengerti nisa pasti tidak menginginkannya.
Setelah memantaskan dan sedikit merubah letak tidur Nisa, Adampun kembali ikut berkumpul dengan orang tuanya dan beberapa tetangga yang menjaga diluar rumah.
Alhamdulillahnya walaupun komplek mereka ini memiliki kehidupan bertetangga yang acuh tak acuh tapi disaat tetangga mengalami musibah kematian tanpa embel apapun mereka langsung turun tangan membantu. Bapak bapak masih terlihat ngobrol sambil sesekali menyeruput Kopi yang disediakan oleh Mamah Adam dan beberapa ibu ibu disana.
Ibu ibu yang biasanya terlihat cerewet sekarang menampak wajah sedihnya sambil sesekali mencuri pandang kepada Nisa mereka menyadari betapa menyedihkannya nasib buruk gadis cantik yang terlihat tidur dengan begitu menyedihkan disamping Jasad Papahnya.
................
Keesokan harinya . ...
Tepat pukul 9 pagi prosesi pemakaman papah Nisa selesai. Dari Memandikan , mengkafani dan mensholatkan jenazah semua hal itu diurus oleh keluarga Adam. Jenazah Papah Nisa pun dibawa dan akan dikebumikan dipemakaman umum dibelakang komplek mereka.
Hingga saatnya jenazah dimasukkan ke liang lahat, Nisa yang sedari tadi memaksakan diri kuat dan ikut ketempat penguburan merasa dunia semakin gelap dan diapun pingsan kembali. para tetangga yang melihatnya pun sudah langsung mengangkat nya dan membawa Nisa kerumahnya.
Pagi itu tidak secerah hari biasanya. Mungkin mendung inilah yang mewakili perasaan Nisa saat ini..
Tapi dia sadar dia harus kuat, Hidup ini memang melalahkan begitupun jiwa dan raganya tapi hidup harus tetap berjalan. Masih ada mamah ann yang masih nisa harapkan suatu hari nanti akan pulang dan menjemputnya, walau kini Mamah Anna entah dimana.
"Ya Allah maka kuatkanlah aku, Aku tau engkau tidak mungkin memberi cobaan yang diluar batas kemampuan kami" ucap Nisa lirih sambil bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu bermaksud melaksanakan sholat dhuha.
"*Bismillah aku Kuat.. aku Kuat.. "..
Ucap nisa dalam hati..... menyemangati dirinya sendiri*..
----------------
***Ditempat lain..
"Plakkkkk***", bunyi tamparan itu memecah kesunyian di dalam gudang bekas pabrik yang sudah tidak terpakai.
"Dasar tidak berguna. Mengurus hal begini saja kalian tidak becus!!" ucap lelaki misterius berkata mata hitam dan bertopi hitam itu.
"GARA GARA KALIAN PABRIK DI CITY TOWN DIGREBEK, APA KERJA KALIAN SEMUA HAH!!!
"GILA.. BENER BENER GILA.. GARA GARA KALIAN AKU RUGI MILYARAN RUPIAH"
GAK BECUS KALIAN, DASAR ORANG ORANG BODOH, ****!! makinya terus kepada bawahan bawahannya yang hanya tertunduk melihat lantai.
"Doooor.. door..dor.."
bunyi suara pistol menghantam tubuh seseorang bertubi tubi.
"INI PERINGATAN BAGI KALIAN SEMUA.BERES KAN KEKACAUAN INI ATAU GILIRAN KALIAN SELANJUTNYA!! DAN TEMUKAN FLASHDISK DARI PRIA DI NIGHT CLUB TERSEBUT SEBELUM SAMPAI KETANGAN POLISI.. MENGERTI KALIAN!!! ucapnya lagi sambil berlalu pergi dari tempat itu
"Siappp ketua.." jawab bawahannya kompak.
Setelah sang ketua itu pergi para bawahan yang merupakan anggota organisasi "Black Tiger" ini pun mulai mengadakan rapat dadakan.
Kekacauan yang mereka perbuat harus segera diselesaikan karna nyawa mereka dan keluarganya lah taruhannya..
Bersambung...
__ADS_1