Cinta Di Ufuk Senja

Cinta Di Ufuk Senja
Bab 2 Hari lain


__ADS_3

Flashback on


Siang itu dikantor Bram mendapatkan notifikasi undangan reuni kampusnya. Bram yang sekarang menjadi pengusaha sukses ini pun pede untuk pergi ke reuni tersebut.


Siapa dikota Jakarta ini yang tidak kenal Bram Aditama. Seorang pengusaha sukses yang berhasil merambat naik ke kelas sosial tertinggi hingga orang orang menatap kagum padanya. Karena itu pula tanpa ragu ragu Bram menerima undangan tersebut dan berjanji kepada teman teman nya akan hadir.


" An.. nanti malam aku mau pergi reuni kampus di hotel G.. siapin ya baju ku.. siapin yang terbagus dan termahal." ucap Bram sesat handphonenya menelpon istrinya


".. Iya mas.." seru Anna


".. Gpp kan aku pergi sendiri kesana An, kamu gak sedih kan kalo aku gak ngajak kamu.."


".. ya enggak atuh mas.. lagian kan ini reuni kampus kamu, entar yang ada malah aku jadi kambing conge kali kalo ikutin kamu.."


".. ada ada aja kamu An.."


".. Yaudah mas aku siapin dulu ya baju kamu.. sekalian mau jemput Nisa ke sekolahnya.."


".. An an kan ada pak Rusdi kenapa harus kamu yang jemput Nisa..?"


"..Mas.. nisa udah gadis ..cantiknya gak ketulungan lagi aku gak rela mas kalo dia dua dua an sama pak Rusdi supir kita."


".. Anna Anna ada ada aja kamu.. yaudah lah terserah kamu aja. Mas mau nyelesain kerjaan setelah itu pulang ya.. owh iya kamu ingin dibawahin apa saat mas pulang .."


".. Gak usah bawa apa apa mas.. cukup kamu nyampe dengan selamat aku senang..'


".. Love you An.. assalamualaikum.."


".. waalaikumsalam Mas hati hati yaaa..


...----------------...


Dan disini lah Bram saat ini memakai jas termahal yang dibuat khusus dari Paris dan jam tangan keluaran terbaru dari Swiss membuat penampilan Bram begitu mencolok diantara teman-teman nya.


Semua mata teman teman Bram memandang kehadiran Bram dengan fokus. Penampilan Bram bener bener berubah dibandingkan disaat dia kuliah dulu. Kesan kampungan lenyap yang berdiri didepan mereka saat ini begitu menyilaukan.


Diantara mereka semua hanya satu mata yang memandang sinis kearah Bram. Alan, yang merupakan teman terdekat Bram dimasa masa kuliahnya dulu. Bahkan hingga.saat saat Bram merasakan susahnya hidup, Alan selalu menemaninya.


Bram, Alan dan Karenina adalah tiga serangkai di kampus ini. Dari siswa yang ada dikampus ini siapa yang tidak kenal mereka bertiga.


Bahkan disaat Bram yang akhirnya pacaran dan menikahi Karenina pun Alan tau itu.


".. Lan.. Alan.." teriak Bram. Sesaat setelah Alan tanpa sengaja mengambil minum untuknya


". Oh iya..apa Bram.." ucap Alan acuh tak acuh sambil terus.


".. Liat lan sekarang aku udah bahagia.. punya harta.. anak dan istri yang menyayangiku"..


".. Lalu kau membiarkan Karen mati dalam kesedian".


".. Mati..Karen.. Siapa yang mati lan?" ucap Bram menuntut jawab Alan


".. Karen lah.. puas kan kau udah buat dia tersiksa dan kau disana bahagia. Bertabur harta, dicintai anak dan istrimu.." ucap Alan ketus sambil bertepuk tangan dihadapan Bram


".. Kau tau Bram.. Karen meninggal karena kanker Payudara. Kau tau kenapa itu.. itu semua karena kau.." Tunjuk Alan ke dada Bram yang sukses membuat ngilu sampai ke ulu hati Bram.


".. Tidak mungkin.."


".. Mungkin saja.. mungkin karna aku juga bisa melihat perilakumu yang tak mungkin jadi mungkin atas kematian Karenina.." lengos Alan sambil meninggalkan Adam diruangan toilet sendiri


Bram yang terkejut setengah mati pun langsung melompat mengejar Alan.. penjelasan ya penjelasan itu yang dibutuhkan Bram sekarang.


"..Alan.. " teriak Bram


tapi Alan tetap melangkah keluar gedung itu dan berniat pulang saja. Mood nya hancur begitu melihat Bram muncul dengan pongahnya.


".. Tunggu.. " teriak Bram sesaat setelah dia mampu menjangkau lengan Alan


".. Jelaskan LAN.. jelaskan.. apa yang terjadi.. kenapa bisa karenina meninggal.. Karen tidak mungkin meninggal. Aku memberikannya uang penceraian yang banyak kepadanya, Dia pasti masih hidup, uang itu pasti bisa menyembuhkannya.."


".. Setan Kau Bram.. Kau yang membuat Karen meninggal tega kau sama Karen.. kau usir dia saat dia baru aja melahirkan. Bahkan saat dia kerumah mu pun tega kau mengusir nya dan memperlihatkan kemesraan mu dengan ******* murahanmu itu.."


" Kau pikir uang mu itu Karen mau menerimanya.. cuiiihhh.. segitu murahnya kau menilai akhlak Karen.. Setan ... bener benar Setan kau Bram.. !!.."


" Tapi Lan.. Karen selingkuh.. dia selingkuh LAN.."


" Sialan kau Bram.. Laki - Laki itu Aku..!! Aku setan.." Maki Alan


" Apa maksudmu Lan..!!..


" Kau menuduh Karen selingkuh saat melihat foto Karen memeluk laki laki kan setan!?.."


" Ia.. ia Lan.." ucap Bram tergagap menjawab pertanyaan Alan.

__ADS_1


" Apa kau langsung mengusirnya begitu kau menerima Foto itu..?"


" Ia.. ia.. ia Lan..." ucap Bram sambil menatap nanar teringat olehnya begitu kejamnya dia mengusir Karen yang menangis sendu dikala dia membawa Nisa dan merangkul Anna.


" Apa kau meminta penjelasan kepadanya perihal foto itu!.. "


" ti ti tidak lan aku begitu marah padanya hingga tanpa pikir panjang aku mengusirnya dan membawa Anna masuk kedalam rumahku"...


" Memang bener kau Bram menyesal aku membiarkan Karen memilihmu..!!"


" Kau tau Bram Karen kena kanker Payudara. dia yang begitu terpukul oleh mu hanya menangis dalam diam setiap saat.."


".. dan saat dokter memvonis Karen terkena kanker payudara, dia pun hanya ikhlas menerima tanpa menerima pengobatan sama sekali.." lanjut Alan


".. dan kapan dia meninggal lan.."


"..Dia meninggal dua tahun setelah kau mencampakkannya.."


".. kenapa kau tidak memberitahu ku Lan. Segitu benci kah Karen hingga disaat kematiannya pun dia tidak memaafkan ku..?"


".. Bram Bram kau benar benar lelaki *****, andai aku tidak berjanji kepada Karen untuk memaafkanmu sekarang udah ****** lu.."


".. Aku bahkan udah kerumahmu meminta dan memohon agar kau datang melihat Karen, Tapi apa yang dilakukan Binik tersayangmu itu. Ha... sambil menggendong anakmu .. o anak Karen maksudku dia dengan lantangnya mengusir ku, dan memaki maki nama Karen. Andai saat itu kegilaanku dan Janji ku pada Karen tidak mengikatku mungkin sudah ku cincang pula itu binik sintingmu itu.." maki Alan tanpa henti


".. An.. Anna.. maksudmu Anna tau semua ini lan?... gumam Bram yang mulai merasa kakinya yang tidak sanggup menopang dirinya lagi


".. Memangnya kau punya binik lain lagi setan..!!?" Maki Alan sambil berlalu dari Bram lalu meninggalkan lelaki itu sendiri disana.


"Brengs*k.. ********.. Setan.. , ntah kenapa harus laki laki itu. Kenapa bukan aku Karen."


" Andai kamu memilihku pasti aku akan mencintaimu seumur hidupku.." ratap Alan tersedu di dalam mobilnya.


Dan sejak itu lah Bram mulai mencari kebahagian diluar rumah. Dia terlalu marah pada dirinya sendiri yang membuat wanita yang dicintainya itu menghembuskan nafas dalam kesakitan, dan melihat Anna membuat darah di dadanya begitu mendidih. Bagaimana bisa dia melepaskan Karen hanya untuk wanita ****** itu. Walaupun Bram tau selama menjadi istri Bram , Anna selalu berusaha memanjakan dan menjaga dirinya dan Nisa. Anna terlihat begitu mencintai Nisa hingga tanpa sadar bagi Nisa Anna lah mamahnya. Tapi apapun itu semua tetap membuat hati Bram marah, dia jijik.. jijik terhadap dirinya sendiri .


Dan Bram pun memilih minuman untuk melupakan semua. Terkadang dia terlalu takut membuka mata untuk menyadari betapa salahnya kelakuannya.


Tingkah laku Bram yang berubah membuat Perusahaan yang dibangunnya mulai ditinggalkan investor. Bahkan teman kerjanya sendiri melarikan uang perusahaan dan membuat perusahaan Bram amburadul dan berakhir dengan penuntutan karyawan tentang gaji mereka.


Bagai jatuh ketimpa tangga beginilah nasib Bram. Kehilangan orang yang dicintai nya, Bisnis yang sudah dibangunnya. Bahkan rumah dan mobil serta tanah tanah yang sudah dibelinya terpaksa dijual kembali


Dan disini lah Bram berakhir. Dirumah warisan Orang tua nya bersama Anna dan Nisa.


Dikota Bandung...


...----------------...


...--------------...


1 Bulan kemudian..


"Astagfirullah.. Aku telat". Teriak Nisa sambil buru buru ke Kamar Mandi dan mengambil wudhu.


Sebenarnya nisa sudah berniat kalo dia tidak akan menjalani sholat lagi, dan berubah menjadi anak yang nakal. Tapi apapun caranya apapun niatnya badannya terasa menolak untuk melakukan semua itu, hati kecilnya masih takut untuk melakukan protes kepada Yang Khalik. Hingga tanpa sadar setiap hari pun dia tetap melaksanakan perintah Allah. Mendoakan Papahnya yang sekarang makin menjadi jadi kelakuannya, Mendoakan mamahnya yang sekarang ntah dimana, Mendoakan dirinya agar bisa lebih kuat lagi menjalani ini semua.


"Ya Allah maka kabulkanlah doaku.. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar.. Aamiin.. Aamiin.. Ya rabbal alamiin.. " ucap Nisa sambil mengusap kan tangannya ke mukanya.


Sesudah sholat shubuh Nisa pun memulai pagi ini, dia membersihkan rumah memasukkan baju ke mesin cuci , memasak sarapan untuknya dan papahnya. Karena semenjak kepergian mamahnya dan keadaan ekonomi mereka yang terguncang sekarang nisa lah yang bertugas melakukan itu.


Nisa yang dizaman kejayaan papahnya diperlakukan layaknya putri dari dia bangun tidur sampai dia tidur lagi semua kebutuhannya sudah tersedia kini sudah berubah, yang biasanya sarapan sudah disediakan mbak dirumahnya sekarang harus memasak sendiri dengan bantuan tutorial yout*be, yang biasanya saat pergi sekolah bajunya sudah disetrika licin dan wangi sekarang Nisa yang melakukan itu semua.


".. ahhhh selesai sudah ." ucap Nisa sesaat dia selesai menjemur baju basah terakhirnya. Badannya terasa amat cangkeul.


".. andai punya banyak uang, pasti enak rasanya dipijat sambil dilulur, medi pedi, di creambath, maskeran apalagi setelah itu shopping hahhaha .. sungguh enaknya" gumam Anisa sambil menertawakan khayalan bodohnya.


Tidak terasa sudah jam 7.00 wib Anisa yang sudah rapi pun bersiap siap untuk pergi sekolah sambil melihat isi dompetnya.


Sekarang Sudah mulai ajaran baru. Ini tahun terakhir Nisa di SMA. Nisa bertekad dia harus lulus dengan nilai yang baik hingga Mamah Anna datang menjemputnya nanti.


".. masih cukup untuk akhir bulan, aku harus irit.." gumam Anisa sendiri sambil berjalan menuju kamar papahnya


".. tok.. tok.. tokk.. " Anisa mengetok pintu kamar papahnya.


"... Pah.. papah.. Nisa pergi sekolah dulu ya.."


"..hmm.." terdengar gumaman ayah dari balik kamar yang terkunci itu


".. Assalamu'alaikum.. papah.." sambil melangkah lesu menuju keluar rumah. Anisa benar benar merindukan papahnya. Semenjak mamahnya pergi 1 bulan lalu Anisa tidak pernah berbincang bersama papahnya lagi. papah yang dia sayang seakan menghilang.


.


".... Tiiiiinnnnnnnnnnnnnn.... Neng mau modarrrr !!! teriak mang angkot yang menginjak rem mendadak akibat nisa yang berhenti mendadak ditengah jalan saat menaiki sepedanya..


"... punten mang puntennn... " ucap nisa yang kaget. Airmatanya tanpa penghalang lolos saja melewati pipi mulusnya.

__ADS_1


" .. engke deui hati hati neng..bisi cilaka .." ucap mang angkot yang masih terdengar jengkel


"...muhun mang.. muhun.." ucap nisa sambil meneruskan Kayuhan sepedanya melanjutkan jalan kesekolahnya.


Sekolah nisa tidak berada jauh dari rumahnya karena itu untuk menghemat Anisa memilih untuk naik sepeda dan membawa bekal sarapan dari rumah, walaupun cuma nasi putih dan telor serta air putih dalam botol Aqua.


".. Teng ..teng... Teng.." bunyi Lonceng sekolah itu.


".. Alhamdulillah gak telat.. " ucap Anisa sambil memarkirkan sepedanya di parkiran sepeda belakang sekolah.


"... BBBBRraaaaakkkk.. " bunyi itu begitu kencang sesaat setelah Anisa bertabrakan jidat dengan siswa laki laki didepannya yang tiba tiba berhenti. Bekal makanannya pun jatuh berhamburan. Jidatnya pun terasa linu ditambah lagi dia terduduk sambil tangan kiri nya meremas sesuatu.


"...iuuuuggggg mamakeeee... " teriak nisa sambil mengibas ngibas tangannya dan tambah sadar mengelapkan tangannya yang kena kotoran ayam kebaju siswa laki didepannya.


"...aaaaaahhhhhhhhgg.. sialannnnnnnnn.. " teriak siswa laki itu juga kaget melihat ulah Nisa yang menjijikkan itu


"... salah kamu tuh.. berhenti gak liat liat.


jadinya aku nabrak deh.." ucap Nisa


"... Loo tuu yang jalan gak pake mata.!! cerocos cowok itu


"... Ehh **** Lo masak jalan pake mata.. pake jidatt kaleee... " ucap Nisa sambil berlalu


".. ehhh .. ehhh .. sini loo kita belum selesai. " ucap cowok itu


".. mau selesai kek.. mau belum kek.. emangnya gue pikirin.. pretttt.. " ucap Nisa menjengkelkan sambil berlari menuju kelasnya.


...----------------...


...---------...


"... Anak anak hari ini kita kedatangan Siswa baru. Ayuk sini Adam.." ucap walikelas kami Bu Farida Hasan sambil melambai keanak yang dipanggil nya Adam


".. Ya Bu.. Perkenalkan Nama saya Adam Suseno saya pindahan dari SMA Anurta International Jakarta. Semoga kita bisa berteman baik semuanya.. "ucap Adam


...".. *****" ucap nisa tanpa sadar...


"..Anak taik ayam itu ternyata murid pindahan". ucap nisa dan tanpa sadar Adam refleks memandang wajah nisa yang begitu cantik


".. Boleh juga.." gumam Adam


".. Na Adam karna kamu udah memperkenalkan diri kini kamu cari tempat duduknya dimana, Na itu di samping Anisa kosong.." sambung Bu Farida


".. Bu.. Buu saya tidak setuju.." teriak Anisa tanpa sadar tiba tiba


".. Kenapa anisa ...?..ucap Bu Farida kebingungan


".. Dia laki laki ibu..


".. la terus kenapa sa..." ibu Farida kelihatan bingung dengan ucapn nisa.


".. Takut jatuh cinta kali Bu.." Teriak Imran ketua kelas kami


".. Iya kali Bu.."


"..iya. iya Bu.."


teriakan itu menggema di kelas kami.. riuh rendah mengejek kelakuanku


"... cuiitt.. cuittt nisa ni yeeee.. "


".. wauh wahhhh Nisa bisa aje nyari targetnya.. teriak anak anak kelas lagi..


"..Toookk..toookkk..tookk.."


"tenang tenang anak anak semua.. berisik berisik.." lanjut bu Farida sambil mengetok ngetokan penggaris panjang..


".. Tapi Bu.. ," gumam Nisa


".. Sudah sudah Anisa.. Adam akan duduk disamping kamu. gak ada tapi tapian. Ayuk anak anak buka buku kalian" ucap ibu Farida sambil memulai pelajaran.


lalu dimulai lagi hari ini.. hari baru.. kenangan baru. insiden baru.. dan mungkin kesialan baru..


Bersambung...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


NB..gak henti henti meminta diberikan Krisan yang membangun tanpa menyakiti orang lain.. aamiin aamiin..

__ADS_1


"


__ADS_2